Catatankaki.org-Menyoal kemunculan palang parkir di jalan masuk areal PKM, Fitrah selaku Ketua Forum Bersama (Forbes) UKM Unhas mengaku tak mengetahui bakal adanya palang parkir tersebut. Yang ia ingat hanya sebuah bilik persegi yang dibangun di jalan masuk PKM, tanpa sedikitpun adanya informasi akan adanya pembuatan palang parkir.

Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional itu mengaku ia tidak mendapatkan satu pun pemberitahuan dari pihak Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Aset (PUPA) mengenai palang parkir. Bahkan UKM-UKM yang berada di Gedung PKM pun tak mendapatkan pemberitahuan.

Kenyataannya, pembuatan palang parkir menjadi keputusan sepihak dari PUPA.

Fitrah menceritakan sejak kehadiran palang parkir itu, banyak keluhan dari UKM-UKM soal palang parkir kepada Forbes. Forbes sendiri pernah menyampaikan hal itu kepada Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR 1).

“Itu bukan urusan akademik, itu kembali ke aset, dek. Silahkan konfirmasi ke sana,” ujar Fitrah menirukan hasil pembicaraannya dengan WR 1 ketika diwawancarai oleh Catatan kaki.

Di hari yang sama, setelah bertemu dengan WR 1, Fitrah bergegas menemui Syahriadi selaku Direktur PUPA (Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Aset). Namun, karena ia sibuk Fitrah pun hanya menemui Muhammad Ridwan selaku Kasubdit Pemanfaatan Aset. Di sana ia mendapati pernyataan bahwa pembangunan palang parkir memang merupakan bagian dari kekuasan yang diberikan kepada pihak aset oleh Rektorat, tak terkecuali palang parkir yang berada di PKM.

Menanggapi hal itu, Ketua Forbes menyayangkan tidak adanya informasi serta koordinasi kepada pihak-pihak UKM.

Selain di dekat GOR, Unhas berkeinginan membuat palang parkir di beberapa titik lainnya di kampus. Hal ini dibenarkan oleh Syahradi Kadir selaku Direktur PUPA. Ia mengatakan setelah pembangunan palang parkir di dekat GOR, akan ada pembuatan palang parkir di tiap-tiap Fakultas.

“Semua, semua spot. Lagi membahas ki proposalnya ini. Semua akan dipakaikan (palang parkir),” ujar Syahradi ketika ditemui Catatan kaki (26/7).

Lebih lanjut, Syahradi menambahkan bahwa tujuan pembuatan palang parkir ini adalah mengoptimalkan keamanan dan pengindahan, khususnya areal GOR yang kerap dikunjungi oleh khalayak umum.

“Kan di situ banyak orang umum. Di belakang semrawut. Yah bisa masuk, tapi jangan ko masuk lewat depan, mutar sedikitlah. Kan ada tongji parkiran na. Kita mau menertibkan saja biar orang-orang umum nda semau-maunya, parkir mau-maunya,” ucapnya.

Sayangnya, harapan dosen Fakultas Peternakan itu nampaknya jauh panggang dari api. Berdasarkan pengamatan Catatan Kaki, parkiran liar justru semakin menjamur setelah adanya palang parkir.

Menanggapi hal itu, Reza mengatakan penjaga palang parkir memang hanya sebatas mengambil uang saja dan tidak mengatur area parkiran. Hal ini senada dengan pengalaman seniornya pada saat kegiatan turnamen domino di GOR Unhas.

“Dia sempat marahi itu yang (penjaga) palang karena ambil ki duit terus, dan tidak ada yang mau atur (parkiran), diam ji saja,” bebernya.

Reza kemudian berpendapat semestinya penjaga palang parkir mengatur parkiran yang ada di kawasan GOR. Bahkan, menurutnya, para penjaga palang parkir seharusnya rutin memastikan keamanan kendaraan yang terparkir. “Belum tentu kalau ada helm yang hilang mau na ganti,” ujar Reza.

Senada dengan Reza, Fitrah juga berpendapat seharusnya penjaga palang parkir mengatur parkiran karena palang parkir memungut retribusi terhadap masyarakat.

“Setidaknya diarahkan dong parkirnya di sana atau di sini. Tapi tidak ada (pengarahan). Kalau mau bagus ya seharusnya nda cuman ambil uangnya saja,” ucap Fitrah.

Terakhir Fitrah mengatakan selama beroperasinya palang parkir tidak ada evaluasi lebih lanjut. “Selama dua bulan ini tidak ada evaluasi lebih lanjut dari kebijakan ini, jadi mereka cuman memasang palang parkir. Apalagi banyak orang akhirnya parkir di luar dan itu akhirnya menyebabkan kemacetan jadinya nda bagus dilihat. Hal-hal itu nda di follow up,” katanya.


Penulis: Anisa Pakulla‘
Reporter: Anisa Pakulla’ & Abid Pratama
Editor: Fajar Nur Tahir

Previous Hambat Mobilisasi dan Sebabkan Macet, Mahasiswa dan Masyarakat Terganggu Palang Parkir PKM
Next Bara-Baraya Dalam Bingkai Bayang-bayang Penggusuran

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *