Istana Merah


Istana yang dahulu dipenuhi hiruk-pikuk
Kini redup, terkunci dalam ikatan yang membelenggu
Batas waktu di senja itu
Kebebasan perlahan sekarat
Hingga akhirnya hanya tertinggal sebagai sejarah

Di mana ruang diskusi di istana yang luas ini?
Di mana mimpi-mimpi yang tumbuh dalam gelap?
Kata mereka, ini istana bagi si pikiran yang tak pernah diam
Lalu, mengapa kreativitas dibatasi oleh senja
Bagaikan cahaya perpisahan

Perisai malam jadi alasan, suara mereka tegas
Seakan si pikiran adalah teroris
Namun, benarkah ini demi perlindungan?
Ataukah kekuasaan yang takut akan cahaya
Yang muncul dari si pikiran yang muda dan merdeka?

Sang Raja,
Dengarkan keinginan si pikiran yang ingin bebas
Perintahmu kini membunuh ruang kebebasan
Jika istana merah ini adalah tempat ilmu bebas
Mengapa kebijakan terasa begitu mengekang?

Lepaskan belenggu malam yang pekat
Bebaskan si pikiran untuk menyuruh si mulut bercerita
Karena istana ini bukan sekadar gedung
Ia adalah ruang bagi si pikiran untuk hidup


Author: WOTA

Previous Ada Kapital di Gunung dan di Kepala!
Next ALIANSI BURUH DAN MAHASISWA TURUN KE JALAN PERINGATI HARI BURUH INTERNASIONAL

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *