Valkyries Tahan Dream, WNBA Finals Imbang 2-2

Golden State Valkyries berhasil menundukkan tuan rumah Atlanta Dream dengan skor 67-62 pada Game 4 WNBA Finals, Sabtu waktu setempat. Kemenangan ini membuat kedudukan seri final kembali imbang 2-2, sehingga perebutan gelar juara harus dilanjutkan ke Game 5 yang akan digelar di San Francisco pada Senin waktu setempat. Format final yang menggunakan sistem terbaik dari tujuh pertandingan membuat kedua tim masih membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara musim ini.

Pertahanan Ketat Golden State Jadi Kunci

Valkyries membangun keunggulan hingga 16 poin pada paruh pertama pertandingan. Mereka unggul 42-26 saat turun minum setelah memaksa Dream melakukan 14 turnover dalam 20 menit pertama. Golden State juga mendapatkan 40 percobaan tembakan pada paruh pertama, berbanding hanya 19 percobaan milik Atlanta. Dominasi jumlah tembakan ini menjadi bukti nyata bagaimana tekanan pertahanan tim tamu berhasil membatasi ruang gerak lawan sejak awal laga.

Atlanta berusaha bangkit setelah jeda. Tembakan tiga angka Izzy Borlase sempat memangkas jarak menjadi 46-40 pada kuarter ketiga. Namun, Golden State tetap menjaga keunggulan dan masuk ke kuarter terakhir dengan skor 54-45. Dream terus menekan sepanjang kuarter keempat. Rhyne Howard menutup pertandingan dengan 19 poin, tertinggi bagi Atlanta, sedangkan Jordin Canada dan Borlase masing-masing menyumbang 10 poin. Meski demikian, laju tuan rumah tetap tidak cukup untuk membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.

Veronica Burton menjadi salah satu penentu pada menit-menit akhir pertandingan. Tembakan tiga angkanya membawa Golden State unggul 64-55, lalu sebuah tembakan dekat ring memperlebar jarak setelah Atlanta kembali mendekat. Burton mengemas 13 poin, dan Tiffany Hayes juga mencetak 13 poin untuk Valkyries. Sementara itu, Gabby Williams memimpin Golden State dengan 17 poin, menjadi kontributor terbesar dalam kemenangan penting ini.

Angel Reese Dibatasi Pertahanan Golden State

Bintang Atlanta Dream, Angel Reese, kesulitan menemukan ruang tembak pada laga ini. Ia hanya mencetak delapan poin, sementara Allisha Gray menambah lima poin. Keduanya hanya memasukkan tiga dari 19 percobaan tembakan, menurut catatan pertandingan yang dilaporkan sumber utama. Kontras dengan performa sebelumnya, Reese tampil jauh lebih produktif dalam dua kemenangan Atlanta dengan rata-rata 25,5 poin dan 14 rebound, sebagaimana dilaporkan The Guardian dan Sky Sports. Pada Game 4, pertahanan Golden State membuat kontribusinya turun tajam, dan perubahan inilah yang menjadi salah satu faktor paling jelas dalam hasil pertandingan.

Golden State sendiri tidak menang karena akurasi tembakan jarak jauh. Tim tamu hanya berhasil memasukkan empat dari 25 percobaan tembakan tiga angka. Mereka mengimbangi kelemahan itu lewat tekanan bertahan yang konsisten, dominasi rebound Kiah Stokes yang mengamankan 16 bola pantul, serta kemampuan mengendalikan keunggulan saat Atlanta mengancam. Dream sempat memangkas selisih menjadi lima poin pada penghujung laga. Howard mencetak angka dari garis lemparan bebas dan Reese memasukkan lay-up, tetapi Atlanta gagal memanfaatkan peluang berikutnya. Gray dan Borlase sama-sama meleset dari luar garis tiga angka, sebelum Burton membalas dengan tembakan yang menjaga jarak.

Game 5 di San Francisco Menentukan Arah Seri

Bagi Golden State, hasil ini menghapus tekanan setelah kekalahan telak pada Game 3. The Guardian dan Sky Sports menyebut Valkyries merespons dengan permainan fisik dan pertahanan yang lebih kuat. Mereka kini membawa momentum kembali ke San Francisco, meski Atlanta sudah menunjukkan kemampuan memangkas defisit besar di sepanjang seri ini. Dampaknya langsung terasa pada peta persaingan final: satu kemenangan tandang membuat Valkyries menyamakan kedudukan dan merebut kembali keuntungan bermain di kandang pada laga berikutnya. Atlanta, sebaliknya, perlu menemukan cara membuka serangan ketika Reese dijaga ketat dan memperbaiki penyelesaian peluang dari luar garis tiga angka.

Menurut sumber utama, Game 5 dijadwalkan berlangsung Senin di San Francisco, sementara laporan awal yang sama menyebut pertandingan akan dimainkan Selasa waktu AEDT. Perbedaan ini berasal dari penyebutan zona waktu, bukan perubahan angka kedudukan. Seri kini imbang 2-2, dan kemenangan berikutnya akan membawa salah satu tim lebih dekat ke gelar juara. Dengan format best-of-seven, setiap pertandingan menjadi semakin krusial karena kedua tim sama-sama menyadari bahwa satu kesalahan bisa mengubah arah seluruh seri.

Penulis