Perancis Terbuka BWF World Tour Super 750 di Paris langsung menyajikan tekanan pada babak pertama, Rabu (21/10/2026). Tunggal putra Alwi Farhan dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani lolos setelah melewati pertandingan tiga gim, sedangkan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus terhenti di Arena Grand.
Alwi dan Putri bertahan di tengah tekanan
Alwi membuka langkahnya dengan kemenangan atas Lin Chun Yi dari Taiwan melalui skor 21-16, 13-21, 21-18 dalam pertandingan yang berlangsung satu jam delapan menit. Ia sempat memegang kendali gim pertama dengan keunggulan 14-8, tetapi Lin mengejar hingga menyamakan skor 15-15. Alwi akhirnya mengamankan gim tersebut, namun kehilangan gim kedua sehingga pertandingan harus diputuskan pada gim penentuan. Di gim ketiga, Alwi sempat unggul 14-7, 15-8, dan 16-9, sebelum Lin merapat hingga skor 18-19 dan memaksa penonton menahan napas.
Menurut Alwi, tekanan paling terasa justru pada poin-poin akhir gim ketiga. Ia mengaku harus membatasi bola atas karena smes lawannya sangat keras, sehingga mau tidak mau ia harus menyiapkan tenaga lebih besar untuk bertahan. “Alhamdulillah bisa menang karena tertekan banget pada poin-poin terakhir gim ketiga. Smes dia sangat kencang sehingga saya harus selalu membatasi bola atas dan memang harus siap lebih capek. Saya harus terus berjuang apa pun kondisinya,” tutur Alwi. Tunggal putra nomor dua Indonesia itu akan menghadapi Ng Ka Long Angus dari Hong Kong pada babak kedua, sebuah tantangan yang datang tepat setelah duel panjang yang menguras tenaga.
Hal serupa dialami Putri, satu-satunya wakil Indonesia di tunggal putri. Ia menang 21-9, 16-21, 22-20 atas Devika Sihag dari India setelah harus mengejar ketertinggalan pada gim penentuan. Setelah berbagi gim dengan Devika, Putri tertinggal 11-16 pada gim ketiga. Ia lalu menyamakan skor menjadi 16-16 dan menuntaskan pertandingan dengan kemenangan tipis 22-20. Putri menyebut pelatih mengingatkannya untuk fokus pada permainan sendiri ketika ia tertinggal. Setelah skor 18-18, ia berusaha menguatkan pikiran agar tidak kehilangan kesempatan menang. Unggulan kelima itu mengakui permainannya naik-turun setelah tampil baik pada gim pembuka. “Saat tertinggal 6-11 di gim ketiga, pelatih mengingatkan untuk lebih fokus ke diri sendiri, tidak usah berpikir yang lain dulu. Dari sana saya coba mengejar, masih agak mengambang pikirannya. Setelah skor 18-18, saya berpikir sayang juga kalau sampai kalah. Jadi, saya mencoba menguatkan pikiran,” tutur Putri.
Unggulan diuji sejak pertandingan pertama
Hasil di babak pertama memperlihatkan bahwa kemenangan dan kekalahan tidak semata ditentukan oleh peringkat. Kondisi lapangan dan karakter lawan ikut memengaruhi jalannya pertandingan. Perbedaan itu sangat terasa bagi Fajar/Fikri, yang tersingkir hanya berselang tiga hari setelah menjuarai Denmark Terbuka. Pasangan unggulan ketiga tersebut kalah 24-26, 13-21 dari Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin asal Taiwan. Fajar menilai timnya perlu mengevaluasi cara menghadapi turnamen beruntun, terutama ketika kondisi permainan berubah dari satu tempat ke tempat lain. “Ini menjadi evaluasi kami ke depan bagaimana menyiasati back to back turnamen dengan kondisi berbeda di lapangan. Di Denmark, bolanya kencang, tetapi di sini agak lambat. Permainan kami kurang baik hari ini,” komentar Fajar.
Kekalahan Fajar/Fikri terjadi pada hari ketika sejumlah unggulan lain juga tumbang, sehingga peta persaingan babak berikutnya berubah lebih cepat dari perkiraan. Liang Wei Keng/Wang Chang dari China, unggulan kedua, kalah dari Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh asal Taiwan dengan skor 16-21, 15-21. Unggulan ketujuh Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, juga tersingkir setelah dikalahkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Di tunggal putra, empat unggulan yang tersingkir adalah Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, Anders Antonsen dari Denmark, Jonatan Christie dari Indonesia, dan Victor Lai dari Kanada. Jonatan kalah dari rekan senegaranya, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akan menghadapi Koki Watanabe pada babak kedua.
Bagi bulu tangkis Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa turnamen level Super 750 menuntut kesiapan fisik dan mental sejak pertandingan pertama. Format rangkaian turnamen yang berdekatan di Eropa membuat pemain tidak hanya berhadapan dengan lawan, tetapi juga dengan kelelahan, perbedaan karakter bola, serta tekanan untuk tampil stabil. Kemenangan dramatis memang menjaga peluang, tetapi juga menyisakan pekerjaan rumah berupa pemulihan kondisi dalam waktu singkat.
Delapan wakil Indonesia ke babak kedua
Perhatian Indonesia kini beralih ke pertandingan berikutnya yang berlangsung Kamis. Alwi dan Putri masih bertahan, bersama Raymond/Nikolaus, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum. Indonesia memiliki delapan wakil pada persaingan babak kedua. Bagi Alwi dan Putri, kemenangan dalam laga ketat membuka kesempatan melanjutkan turnamen, tetapi mereka harus segera menata kondisi dan mental untuk menghadapi lawan berikutnya. Putri dijadwalkan melawan Neslihan Arin dari Turki.
Sementara itu, Fajar membawa catatan evaluasi tentang perubahan kondisi lapangan dan padatnya rangkaian turnamen. Pesannya jelas: di Denmark bola terasa kencang, sedangkan di Perancis Terbuka permainan terasa lebih lambat. Catatan semacam ini menjadi bahan penting bagi pelatih dan pemain untuk menyusun strategi, terutama karena kalender BWF World Tour yang padat menuntut adaptasi cepat di setiap lokasi. Jika mampu mengelola tekanan dan kelelahan dengan baik, peluang Indonesia menambah wakil di babak-babak berikutnya tetap terbuka lebar.
