Ranking terbaru Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menempatkan Indonesia di posisi ke-16 Asia dengan koleksi 28,842 poin. Peningkatan ini tidak lepas dari hasil positif yang diraih Persib Bandung dan Borneo FC di kompetisi antarklub Asia musim 2026/2027. Data AFC Men’s Club Competitions Ranking tersebut tercantum di situs resmi AFC pada Selasa (20/10/2026).
Kenaikan ini membawa Indonesia melewati sejumlah negara pesaing, namely Kamboja, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Sebelumnya, Indonesia berada di urutan ke-19, sedangkan kini posisinya tepat di bawah Vietnam yang mengoleksi 35,241 poin. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi sepak bola nasional setelah sempat tertahan di papan tengah klasemen koefisien Asia.
Persaingan dengan Kamboja Masih Sangat Rapat
Meski naik tiga peringkat, posisi Indonesia masih berdekatan dengan Kamboja yang berada di urutan ke-17 dengan 28,474 poin. Selisih keduanya hanya 0,368 poin, sebuah jarak yang sangat tipis dalam perhitungan koefisien AFC. Kondisi ini membuat setiap hasil pertandingan klub Indonesia di laga berikutnya menjadi sangat penting dalam menjaga posisi di ranking.
Perubahan peringkat bukan sekadar angka di tabel. Posisi kompetisi nasional dalam ranking AFC menjadi gambaran daya saing klub Indonesia di Asia, sementara hasil di turnamen antarklub ikut menentukan tambahan poin. Semakin jauh sebuah klub melangkah di kompetisi Asia, semakin besar kontribusi poin yang diberikan kepada negara asalnya. Bagi sepak bola Indonesia, capaian ini memberi dorongan moral sekaligus tantangan untuk konsisten meraih hasil di level kontinental.
Perlu dipahami bahwa sistem koefisien AFC menghitung performa klub-klub dari suatu negara di seluruh kompetisi antarklub Asia. Setiap kemenangan, hasil imbang, dan kemajuan ke babak berikutnya dikonversi menjadi poin yang kemudian diakumulasikan. Oleh karena itu, performa satu atau dua klub saja tidak cukup untuk mempertahankan posisi, melainkan dibutuhkan kontribusi kolektif dari seluruh perwakilan Indonesia.
Kontribusi Nyata Persib Bandung dan Borneo FC
Persib Bandung memberi kontribusi lewat kiprahnya di AFC Champions League Two. Tim asuhan Igor Tolic menang 1-0 atas FC Seoul dari Korea Selatan, lalu mengulang skor yang sama saat menghadapi The Cong-Viettel dari Vietnam dalam dua laga awal Grup E. Sebelum masuk fase grup, Persib juga melewati babak playoff dengan menyingkirkan Manila Digger dari Filipina.
Dua kemenangan di fase grup membuat Maung Bandung mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan membuka peluang untuk melangkah lebih jauh. Hasil Persib menunjukkan nilai penting kemenangan di panggung Asia: setiap laga memberi kesempatan bagi klub untuk menambah kontribusi terhadap koefisien Indonesia. Namun, laju itu harus dijaga. Persaingan grup masih berjalan, sehingga posisi klub dan angka ranking dapat berubah mengikuti hasil pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Borneo FC ikut menyumbang lewat AFC Challenge League 2026/2027. Pesut Etam membuka kiprahnya dengan kemenangan 2-0 atas Yangon United dari Myanmar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026). Iago Mendonca mencetak gol pada menit ke-53, sedangkan Moussa Diarra menggandakan keunggulan pada menit ke-81.
Kemenangan tersebut membawa Borneo FC ke puncak klasemen sementara Grup D sekaligus menambah hasil positif klub Indonesia di kompetisi Asia. Bagi Borneo FC, hasil ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya, sekaligus peluang menambah poin koefisien bagi Indonesia jika mampu melanjutkan tren positif.
Momentum yang Harus Dijaga
Performa Persib dan Borneo FC datang dari dua turnamen berbeda, tetapi dampaknya bertemu pada ranking kompetisi Indonesia. Persib sudah mengantongi dua kemenangan fase grup, sementara Borneo FC memulai kiprah dengan tiga poin setelah menaklukkan Yangon United. Keduanya kini memikul peran penting untuk menjaga momentum klub Indonesia di Asia.
Selisih Indonesia dan Kamboja yang hanya 0,368 poin membuat persaingan belum aman. Hasil positif berikutnya dapat memperkuat posisi Indonesia, sementara kehilangan poin berpotensi memberi pesaing ruang untuk mendekat. Skema perhitungan koefisien yang berjenjang membuat konsistensi menjadi kunci utama, bukan sekadar kemenangan sesekali di laga besar.
Ke depan, posisi Indonesia di ranking AFC akan sangat bergantung pada konsistensi Persib di AFC Champions League Two dan Borneo FC di AFC Challenge League. Jika keduanya mampu melangkah jauh, bukan tidak mungkin Indonesia terus menanjak dan mendekati Vietnam. Sebaliknya, hasil buruk di laga-laga berikutnya bisa membuat posisi ke-16 kembali terancam. Data AFC yang dirujuk dalam laporan ini menempatkan Indonesia di posisi ke-16 dengan 28,842 poin, sebuah capaian yang layak diapresiasi sekaligus tantangan untuk terus ditingkatkan.
