Maresca di Ambang Sejarah Tujuh Kemenangan Beruntun

Manchester City akan menjamu Ipswich Town di Stadion Etihad pada Sabtu (17/10/2026) malam WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Kemenangan atas tim tamu akan membuat manajer Enzo Maresca menjadi sosok pertama dalam sejarah kompetisi yang berhasil memenangi tujuh pertandingan pertamanya sebagai manajer. Laga ini pun menjadi sorotan karena berpotensi menggabungkan catatan sempurna di lapangan dengan dinamika di luar lapangan yang sedang menerpa klub.

City di Puncak Klasemen, Rekor Maresca Menanti

Manchester City datang ke pertandingan ini sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 18 poin dari enam pertandingan. Seluruh laga tersebut berakhir dengan kemenangan, tanpa sekali pun kehilangan poin. Ipswich Town sendiri berada di peringkat ke-10 dengan 9 poin, sehingga secara statistik posisi kedua tim cukup berjauhan menjelang pertemuan di Etihad.

Bagi City, tiga poin pada laga ini bukan hanya soal menjaga momentum, tetapi juga soal memperlebar jarak di puncak klasemen. Arsenal yang menempati posisi kedua baru mengumpulkan 15 poin dan baru akan bertanding pada Minggu (18/10/2026) pukul 22.30 WIB. Artinya, kemenangan atas Ipswich akan membuat City unggul enam poin sebelum sang pesaing terdekat turun ke lapangan, sebuah margin yang secara psikologis cukup berarti pada fase awal musim yang masih rapat.

Maresca sendiri berusaha menjauhkan perhatian dari catatan pribadi yang menantinya. Ia menegaskan bahwa fokusnya tetap pada bagaimana tim bisa memenangi pertandingan yang memberinya peluang meraih tujuh kemenangan beruntun. “Sejujurnya, saya hanya fokus pada bagaimana kami bisa memenangi pertandingan yang memberi kami kesempatan untuk meraih tujuh kemenangan beruntun, yang berarti 21 poin, dan itu penting. Jadi, hanya itulah hal yang coba saya fokuskan,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa rekor semacam itu baru bermakna jika berujung pada pencapaian di akhir musim. “Rekor-rekor seperti ini mungkin bagus jika pada akhirnya, di pengujung musim, Anda berhasil meraih sesuatu, jika tidak, rekor tersebut tidak penting. Namun, yang jelas, fokus utama saya adalah bagaimana kami bisa mengalahkan Ipswich besok,” kata Maresca, dikutip dari keterangan menjelang pertandingan.

Warisan Guardiola dan Tekanan di Luar Lapangan

Catatan enam kemenangan beruntun City pada awal musim ini menempatkan Maresca di ambang rekor yang belum pernah dicapai seorang manajer mana pun dalam sejarah Liga Inggris. Menariknya, pendahulunya di City, Pep Guardiola, pernah membuka musim dengan enam kemenangan beruntun pada musim 2016/2017, tetapi tidak berhasil menambahnya menjadi tujuh. Capaian Maresca saat ini memperlihatkan bahwa transisi di kursi pelatih tidak serta-merta mengubah arah permainan City, meski tetap menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk menjaga konsistensi sepanjang musim yang panjang.

Ujian bagi City datang tepat setelah kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions pada Kamis (15/10/2026). Kekalahan di kompetisi Eropa itu berpotensi mengguncang kepercayaan diri sebuah tim, terlebih karena datang di tengah tekanan akibat dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Inggris. Dalam perkara tersebut, tercatat 114 tuduhan yang ditujukan kepada klub. City telah mengajukan banding dan prosesnya dapat berlangsung berbulan-bulan, sehingga isu ini kemungkinan besar akan terus membayangi klub dalam jangka waktu yang cukup lama.

Meski begitu, Maresca menegaskan bahwa situasi di ruang ganti tetap terkendali. Ia menyebut pernyataan kapten Ruben Dias mengenai pihak-pihak yang tidak senang melihat City menang justru menjadi pendorong semangat para pemain. Menurutnya, suporter, klub, dan para pemain semakin bersatu menghadapi kegaduhan di luar lapangan. “Saya sama sekali tidak merasa tertekan dengan situasi di luar sana karena itu di luar kendali saya. Saya hanya fokus pada bagaimana cara memenangi pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Maresca juga mengaku telah berbicara dengan pihak klub mengenai situasi yang dihadapi City. “Saya memercayai klub ini 100 persen, saya percaya pada orang-orang yang mengelola klub ini, dan itulah alasan mengapa saya bergabung,” kata mantan pelatih yang kini memimpin City tersebut. Pernyataan itu setidaknya memberi sinyal bahwa persoalan regulasi tidak sampai mengganggu hubungan kerja antara manajer dan manajemen klub.

Ipswich Diprediksi Tampil dengan Kekuatan Penuh

Modal City tidak bisa dianggap remeh. Sebelum kekalahan dari PSG, mereka menang 3-0 atas Liverpool di Anfield pada Minggu (11/10/2026), bahkan ketika Liverpool bermain dengan 10 pemain dalam pertandingan tersebut. Namun, kemenangan itu tidak otomatis menjamin laga melawan Ipswich berjalan mudah, terutama karena tim tamu diperkirakan datang dengan skuad yang tersedia secara lengkap.

Manajer Ipswich, Garry O’Neill, menyatakan bahwa Abdul Fatawu siap kembali setelah absen dalam kemenangan 2-1 atas Fulham pada Sabtu (10/10/2026) akibat sanksi larangan bermain. O’Neill masih menunggu hasil pemeriksaan kondisi sejumlah pemain, tetapi memperkirakan timnya dapat tampil dengan kekuatan penuh. “Masih ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan, tetapi saya perkirakan semua pemain akan dalam kondisi baik,” ujar O’Neill pada Jumat (16/10/2026), dikutip dari laman klub.

Secara taktis, City perlu menjaga aliran serangan dan menghindari kesalahan yang membuka ruang bagi Ipswich untuk melakukan serangan balik. Ipswich di sisi lain dapat mengandalkan kembalinya Fatawu dan berupaya memanfaatkan celah ketika City menaikkan garis permainan. Data lima laga terakhir serta catatan pertemuan kedua tim tidak tersedia dalam bahan sumber, sehingga tidak dijadikan dasar prediksi dalam ulasan ini.

Dengan posisi di klasemen dan enam kemenangan beruntun yang sudah dikumpulkan, City layak lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan ini. Prediksi skor: Manchester City 2-0 Ipswich Town, dengan alasan tuan rumah memiliki momentum dan peluang lebih besar untuk menjaga kendali permainan, sementara Ipswich perlu mengatasi tekanan bermain di Etihad. Prediksi ini merupakan analisis jurnalistik, bukan jaminan hasil, dan skor akhir bisa berbeda.

Jika menang, Maresca akan menutup tujuh pertandingan pertamanya sebagai manajer di Liga Inggris dengan hasil sempurna. Sejarah menanti, tetapi bagi City sendiri yang paling penting adalah menjaga jarak di puncak klasemen dan memastikan badai di luar lapangan tidak merembes ke dalam permainan mereka.

Penulis