Gol yang dicetak Daijiro Chirino pada kasta kedua Liga Spanyol membuka sorotan baru bagi bek UD Almeria tersebut. Pemain berusia 24 tahun itu ikut menyumbang satu gol ketika Almeria menang 3-0 atas Leganes pada Minggu (11/10/2026), dan latar belakang keluarga Maluku membuat namanya kembali menarik diperbincangkan dalam konteks Timnas Indonesia.
Gol tersebut lahir pada menit ke-61, momen yang menegaskan bahwa Chirino bukan sekadar bek yang bertahan di belakang. Namun hingga kini belum ada kepastian bahwa PSSI memproses naturalisasinya, sehingga peluang sang pemain membela Garuda masih bergantung pada penelusuran dokumen, pemenuhan aturan kewarganegaraan, serta kesesuaian dengan regulasi FIFA.
Fleksibilitas di lini belakang
Chirino memiliki keunggulan yang jarang dimiliki banyak bek: ia mampu bermain sebagai bek kanan maupun bek tengah. Fleksibilitas semacam itu memberi nilai tambah tersendiri bagi tim yang membutuhkan pemain bertahan dengan kemampuan mengisi lebih dari satu posisi, terutama pada turnamen padat atau saat skuad dihantam cedera dan akumulasi kartu.
Kontribusinya juga tidak berhenti pada tugas defensif. Ia mampu membantu serangan dari sisi kanan dan memberi ancaman ketika Almeria membangun permainan. Gol ke gawang Leganes menjadi gol pertamanya pada musim 2026/2027, sekaligus bukti bahwa instingnya untuk masuk ke kotak penalti lawan masih terpelihara.
Catatan menyerangnya punya rekam jejak yang cukup jelas. Pada musim 2025/2026, ketika Almeria masih ditangani Rubi, Chirino mencetak tiga gol. Kini, di bawah arahan Garcia Pimienta, ia terus mengembangkan kemampuan bertahan dengan dukungan lini tengah yang memberinya ruang untuk maju tanpa terlalu banyak meninggalkan celah di belakang. Pola inilah yang membuat peran bek modern seperti Chirino semakin dihargai di sepak bola Spanyol.
Rekam jejak karier dan nilai transfer
Almeria merekrut Chirino pada bursa transfer musim panas 2025 setelah ia bermain untuk PEC Zwolle dan Castellon. Klub itu dikabarkan mengeluarkan dana sekitar 2 juta euro untuk mendatangkan bek dengan tinggi badan 185 sentimeter tersebut, angka yang menunjukkan bahwa Almeria melihatnya sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap skuad.
Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Januari 2002. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu yang berdarah Maluku. Latar belakang itu membuatnya berpotensi masuk radar Timnas Indonesia. Namun keturunan saja belum cukup untuk memastikan seorang pemain memenuhi syarat membela sebuah negara, karena masih ada tahapan administratif dan regulasi yang harus dilalui.
Perjalanan internasionalnya juga perlu diperhitungkan. Chirino pernah memperkuat Timnas Belanda kelompok umur, termasuk U-18. Ia kemudian mendapat panggilan dari Curacao untuk pertandingan persahabatan pada 2023, tetapi belum menjalani debut resmi bersama tim nasional senior. Status penampilan di level kelompok umur dan laga persahabatan inilah yang biasanya menjadi bahan kajian penting sebelum sebuah federasi melangkah lebih jauh.
Dampak bagi opsi pertahanan Indonesia
Dampaknya bagi opsi pertahanan Indonesia masih bersifat potensial, bukan kepastian. Jika dokumen keturunan dan persyaratan kewarganegaraan mendukung, kemampuan Chirino bermain sebagai bek kanan sekaligus bek tengah bisa memberi pilihan tambahan bagi John Herdman dalam meracik komposisi lini belakang. Akan tetapi, sumber yang tersedia tidak menyebut adanya proses resmi yang sedang dijalankan PSSI.
Dalam praktiknya, naturalisasi di Indonesia menempuh jalur yang panjang: penelusuran dokumen silsilah, verifikasi status kewarganegaraan, hingga mekanisme administratif yang melibatkan pemerintah dan lembaga legislatif. Karena itu, munculnya satu nama dalam pemberitaan tidak otomatis berarti proses tengah berjalan. Di sisi lain, FIFA juga memiliki ketentuan tersendiri soal perpindahan asosiasi, termasuk syarat kelayakan dan mekanisme perubahan status yang hanya bisa dilakukan satu kali.
Karena itu, peluang Chirino bersama Garuda masih bergantung pada pemeriksaan dokumen keturunan, persyaratan kewarganegaraan, dan kelayakan menurut regulasi FIFA. Bagi publik sepak bola nasional, nama Chirino layak dipantau sebagai salah satu kemungkinan, terutama karena usianya masih 24 tahun dan ia bermain secara reguler di kompetisi profesional Spanyol. Untuk saat ini, fakta paling nyata dari pekan tersebut adalah gol menit ke-61 yang ikut mengantar Almeria menang 3-0 atas Leganes.
