Liverpool Incar Alex Scott dengan Harga 118 Juta Euro

JAKARTA — Liverpool FC dikabarkan menaruh minat pada gelandang Bournemouth, Alex Scott, namun upaya merekrutnya pada bursa transfer musim dingin berpotensi menuntut biaya sedikitnya 118 juta euro. Menurut laporan BBC, Bournemouth bersedia melepas pemain berusia 23 tahun tersebut dengan satu syarat penting: klub harus berada di luar zona degradasi setelah paruh pertama musim. Situasi ini membuat masa depan Scott berada di persimpangan antara ambisi klub besar dan kebutuhan Bournemouth untuk bertahan di Premier League.

Transfer Alex Scott Bergantung pada Posisi Bournemouth

Laporan BBC menyebut Bournemouth memiliki patokan harga setidaknya 118 juta euro bagi klub mana pun yang berminat memboyong Scott. Klub juga dikabarkan baru akan mempertimbangkan pelepasan sang gelandang jika tim asuhan Marco Rose berada di luar zona degradasi setelah paruh pertama musim berjalan. Artinya, minat Liverpool belum tentu langsung berujung pada negosiasi yang mulus, karena keputusan akhir sangat bergantung pada performa Bournemouth di lapangan.

Saat ini Bournemouth menempati peringkat ke-18 klasemen setelah hanya mengumpulkan tiga poin dari enam pertandingan pertama. Posisi tersebut menempatkan klub dalam tekanan besar untuk segera memperbaiki hasil, sekaligus menjelaskan mengapa mereka enggan melepas pemain inti. Scott menjadi bagian penting di lini tengah, dan kehilangannya di tengah musim berpotensi mengubah keseimbangan tim yang sedang berjuang keluar dari papan bawah.

Scott sendiri sudah mencatat enam penampilan bersama Bournemouth musim ini, dengan kontribusi satu gol dan dua assist. Perannya yang sulit tergantikan membuat nilai jualnya ditopang oleh performa nyata di lapangan, bukan sekadar ketertarikan klub-klub besar. Bagi Bournemouth, mempertahankan Scott adalah bagian dari strategi bertahan, sementara menjualnya dengan harga tinggi bisa memberi ruang untuk menyusun ulang skuad. Syarat posisi klasemen memberi klub kendali lebih besar atas waktu transaksi.

Liverpool dan Chelsea Sama-sama Memantau

Liverpool bukan satu-satunya peminat. Chelsea juga dikabarkan masih mengincar Scott setelah tawaran senilai 60 juta euro pada musim panas lalu ditolak Bournemouth. Persaingan itu berpotensi memperumit langkah Liverpool, terutama karena nilai yang diminta Bournemouth kini jauh di atas penawaran Chelsea sebelumnya. Namun, laporan yang tersedia belum memastikan apakah klub asal Merseyside tersebut akan mengajukan tawaran resmi atau kapan pembicaraan dapat dimulai.

Ketertarikan terhadap Scott juga tidak lepas dari penampilannya di level internasional. Gelandang muda itu baru menjalani debut bersama timnas Inggris pada jeda internasional terakhir. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, memberinya total 90 menit bermain dalam dua pertandingan. Pengalaman tersebut menambah perhatian terhadap sosoknya, meski bahan laporan tidak menyebut adanya perubahan resmi pada harga yang dipatok Bournemouth. Kombinasi antara usia muda, menit bermain reguler di Premier League, dan debut bersama timnas menjadi alasan mengapa sejumlah klub besar memantau perkembangan Scott secara serius.

Belanja Besar Liverpool Jadi Konteks

Besarnya biaya yang diminta Bournemouth tetap masuk dalam konteks belanja Liverpool belakangan ini. Klub menghabiskan hampir setengah miliar euro untuk mendatangkan pemain baru menjelang musim 2025/26, lalu mengeluarkan lebih dari 250 juta euro lagi pada musim panas ini. Salah satu transfer yang paling menonjol adalah Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain, dengan nilai yang dilaporkan mencapai 125 juta euro plus bonus.

Catatan belanja tersebut membuat biaya untuk Scott tampak mungkin dijangkau Liverpool, tetapi tidak membuktikan bahwa klub sudah menyetujui atau menyiapkan transfer dengan nilai serupa. Kebijakan belanja besar biasanya disertai perhitungan matang soal kebutuhan posisi, struktur gaji, dan proyeksi jangka panjang. Dalam konteks itu, Scott dapat dilihat sebagai tambahan di lini tengah dengan pengalaman sebagai pemain inti Bournemouth sekaligus pemain yang baru mencicipi atmosfer tim nasional.

Bagi Bournemouth, keputusan mempertahankan Scott berkaitan langsung dengan upaya keluar dari zona degradasi. Kehilangan gelandang inti pada pertengahan musim bisa memperbesar risiko, sementara penjualan bernilai tinggi dapat menjadi sumber dana untuk memperkuat skuad di sektor lain. Karena itu, syarat posisi klasemen menjadi instrumen yang menguntungkan klub: mereka bisa menahan pemain hingga situasi keamanan tercapai, atau melepasnya jika tawaran dinilai terlalu menguntungkan untuk ditolak.

Untuk Liverpool, Scott menawarkan opsi tambahan di lini tengah dengan profil yang relatif masih berkembang. Meski demikian, harga yang dilaporkan serta ketidakpastian posisi Bournemouth membuat langkah ini belum lebih dari sekadar kabar ketertarikan. Perkembangan klasemen setelah paruh pertama musim akan menjadi penentu penting bagi peluang transfer pada musim dingin, sekaligus menentukan apakah Bournemouth bertahan pada patokan harga tinggi atau membuka ruang negosiasi yang lebih realistis.

Penulis