Liverpool Hajar LASK 6-3, Hat-trick Barcola Jadi Sorotan

Liverpool meraih kemenangan 6-3 atas LASK dalam laga Liga Champions yang berlangsung di Austria. Laga ini menjadi panggung bagi Bradley Barcola yang mencetak hat-trick, sekaligus menandai hasil positif kedua beruntun bagi Liverpool di kompetisi tersebut. Meski demikian, tiga gol yang masuk ke gawang mereka pada babak kedua meninggalkan catatan serius soal pertahanan.

Barcola Pecah Telur Bersama Liverpool

Penyerang asal Prancis itu akhirnya membuka rekening golnya untuk Liverpool setelah sebelumnya belum mencetak gol maupun membuat assist dalam enam penampilan sejak bergabung dari Paris Saint-Germain. Momen ini menjadi pembebasan tekanan yang selama ini membayangi Barcola, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi untuk memperkuat lini serang tim.

Liverpool langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Tim tamu melepaskan 19 tembakan pada babak pertama, sebuah rekor jumlah tembakan bagi tim tandang dalam satu babak pertama pertandingan Liga Champions menurut bahan laporan pertandingan. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa Liverpool tidak memberi ruang bagi LASK untuk mengembangkan permainan sejak menit awal.

Ronald Araujo membuka keunggulan melalui sundulan, sekaligus mencatatkan gol pertamanya untuk klub. Barcola kemudian menggandakan keunggulan dengan penyelesaian rapi, sebelum menambah gol setelah menerima umpan dari Florian Wirtz. Penyerang itu tampil berbahaya setiap kali menyerang ruang di belakang pertahanan LASK, dan ia bahkan masih memiliki peluang untuk mencetak gol tambahan. Selain Barcola dan Araujo, nama Jeremie Frimpong serta Lewis Koumas juga masuk papan skor malam itu.

Wirtz dan Dominasi Lini Tengah Liverpool

Florian Wirtz ikut memberi warna pada dominasi Liverpool. Setelah menerima kritik dan seruan agar dirinya dicadangkan, gelandang tersebut tampil aktif menguasai bola, menemukan ruang, serta membantu tim mengatur permainan. Performa itu menjadi respons di lapangan, bukan sekadar lewat pernyataan. Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, memuji kontribusi Barcola yang dinilainya bukan hanya soal gol.

“I think he played so well today and not just the goals. He had more chances to score, he was always a threat attacking the spaces in behind. In training, sometimes you feel when a player is in the zone, and fortunately tonight for us, he has shown the level that he has,” ujar Iraola. Terkait Wirtz, sang pelatih juga menambahkan pujiannya. “I think he was amazing in possession. I think he had lively passes, good assists, he helped us to control the game,” ungkapnya.

Frimpong memperlebar keunggulan hanya enam menit setelah jeda. Ia menyambut umpan silang dari Kostas Tsimikas dengan sundulan yang akhirnya masuk setelah mengenai tiang gawang. Pada fase tersebut, Liverpool terlihat mengendalikan pertandingan, sementara Trey Nyoni tampil menjanjikan di lini tengah bersama Ryan Gravenberch. Kombinasi pemain muda dan senior ini memperlihatkan kedalaman skuad yang dimiliki Liverpool musim ini.

Pergantian Pemain dan Kerentanan Lini Belakang

Namun, alur pertandingan berubah setelah Liverpool mengganti pasangan bek tengahnya. Virgil van Dijk dan Joe Gomez masuk pada menit ke-62, menggantikan Jeremy Jacquet dan Araujo. Setelah pergantian itu, LASK justru mencetak tiga gol pada babak kedua. Florian Flecker memperkecil jarak melalui dua penyelesaian klinis dalam rentang dua menit, memanfaatkan pertahanan Liverpool yang tampak lengah.

Iraola mengakui bahwa timnya tidak bertahan dengan baik menjelang akhir laga. Ia juga menjelaskan bahwa pergantian dilakukan saat Liverpool sudah unggul jauh, sehingga ia perlu memikirkan pertandingan berikutnya serta menjaga kondisi fisik para pemain. “We didn’t defend properly at the end of the game,” kata Iraola singkat.

Hasil ini memberi Liverpool suntikan positif bagi lini serang. Barcola mulai menunjukkan ancamannya, Wirtz mendapat dorongan kepercayaan diri, dan gol Koumas menambah pengalaman penting bagi pemain muda tersebut. Akan tetapi, kebobolan tiga kali setelah memimpin lebar menunjukkan bahwa pekerjaan Iraola belum selesai, terutama dalam mencari keseimbangan antara perubahan susunan pemain dan kestabilan lini belakang.

Kemenangan besar ini datang saat Liverpool masih berusaha menyatukan pemain-pemain barunya dengan gaya bermain yang diinginkan Iraola. Bagi tim yang tampil begitu tajam di depan, cara menjaga keunggulan akan menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Liga Champions memang tidak memberi ruang bagi kelengahan, dan tiga gol yang bersarang di gawang mereka menjadi pengingat bahwa konsistensi pertahanan sama pentingnya dengan ketajaman lini serang. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian nyata, apakah Liverpool mampu mempertahankan dominasi tanpa mengorbankan soliditas di lini belakang.

Penulis