Timnas Indonesia mendapatkan tantangan tanding ulang dari Bangladesh setelah skuad Garuda menang besar 9-2 dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Tantangan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF), Tabith Awal, yang mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat terkait, termasuk perwakilan PSSI. Meski begitu, hingga kini belum ada kepastian resmi mengenai waktu maupun lokasi pertandingan ulang tersebut.
Status Juara ASEAN Cup Memicu Tantangan Ulang
Kemenangan 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026), menjadi salah satu hasil paling mencolok dalam perjalanan Timnas Indonesia menuju gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Skor tersebut tidak hanya menegaskan dominasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga membuka peluang terjadinya pertemuan kedua dengan Bangladesh yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi kedua federasi. Status sebagai raja ASEAN yang kini disandang skuad Garuda membuat laga ulang berpotensi menarik perhatian publik sepak bola regional.
Tabith Awal menyebut bahwa dirinya telah membicarakan kemungkinan tersebut dengan pejabat terkait. “Saya sudah mengunjungi menteri dan ketua federasi sepak bola mereka (PSSI) untuk menggelar diskusi,” kata Tabith Awal, sebagaimana dikutip dari akun X resmi BFF FC. Ia juga menambahkan bahwa peluang laga melawan Indonesia terbuka lebar dalam waktu mendatang. “Pertandingan antara Bangladesh dan juara FIFA ASEAN Cup, segera digelar apakah kandang atau tandang,” ujarnya menambahkan.
Meski demikian, pernyataan tersebut lebih menunjukkan adanya penjajakan awal ketimbang sebuah kesepakatan final. Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal pasti, stadion yang akan digunakan, maupun format pertandingan yang akan digelar. Dengan kata lain, rencana tanding ulang tersebut masih harus menunggu keputusan dari kedua federasi untuk dapat direalisasikan dalam agenda internasional.
Slot FIFA Matchday Jadi Peluang Terbuka
Salah satu kesempatan yang paling memungkinkan untuk menggelar pertandingan tersebut adalah FIFA Matchday periode 9–17 November 2026. Pada periode itu, Indonesia dijadwalkan menghadapi Yordania, sementara satu slot laga lainnya belum diumumkan secara resmi oleh PSSI. Bangladesh berpotensi mengisi slot kosong tersebut apabila kedua belah pihak mencapai kesepakatan. Namun, bahan informasi yang tersedia belum mengonfirmasi secara pasti bahwa tim asal Asia Selatan itu akan benar-benar menjadi lawan Indonesia pada November mendatang. Jadwal melawan Yordania sudah disebutkan, sedangkan calon lawan untuk pertandingan lain masih dalam tahap penjajakan.
Alternatif berikutnya adalah FIFA Matchday pada Maret 2027. Jadwal pertandingan serta calon lawan Indonesia pada periode tersebut masih menunggu keputusan resmi dari federasi. Artinya, peluang digelarnya laga ulang tidak hanya bergantung pada keinginan Bangladesh, tetapi juga pada susunan agenda yang disepakati bersama antara kedua federasi. Faktor logistik, ketersediaan pemain, dan prioritas kompetisi juga akan memengaruhi apakah pertandingan tersebut benar-benar terwujud dalam waktu dekat.
Bagi Indonesia, kepastian calon lawan menjadi hal penting untuk menyusun persiapan yang terarah. Uji coba internasional memberikan kesempatan kepada pelatih John Herdman untuk menguji komposisi tim dan mematangkan permainan menjelang Piala Asia 2027. Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari hingga 8 Februari 2027, sehingga setiap laga uji coba memiliki nilai strategis tersendiri dalam menyiapkan skuad menuju kompetisi level kontinental itu.
Persiapan Piala Asia Ikut Jadi Pertimbangan
Jika pertandingan terlaksana sebelum turnamen Piala Asia, Indonesia dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari persiapan menuju ajang tersebut. Namun, manfaat laga itu akan sangat bergantung pada kepastian lawan, waktu pelaksanaan, serta kondisi para pemain yang tersedia. Selama belum ada pengumuman resmi dari PSSI, kemungkinan menghadapi Bangladesh tetap sebatas penjajakan yang belum mengikat. Hal ini penting agar publik tidak menaruh ekspektasi berlebihan terhadap sebuah laga yang belum masuk dalam kalender resmi.
Di sisi lain, Herdman juga terus memantau perkembangan sejumlah pemain yang berpeluang memperkuat tim nasional. Ia menyebut nama Mees Hilgers, Marselino Ferdinan, Miliano Jonathans, dan Adrian Wibowo sebagai pemain yang masuk dalam radar, serta berharap pemain yang masih menjalani pemulihan cedera dapat segera kembali merumput. Kondisi skuad menjadi bagian penting dalam penyusunan agenda uji coba, karena laga yang disepakati harus memberi ruang bagi pelatih untuk menilai pemain secara menyeluruh dan mematangkan persiapan, bukan sekadar mengulang pertemuan sebelumnya tanpa tujuan yang jelas.
Bagi para pendukung Timnas Indonesia, kepastian jadwal juga akan menjawab pertanyaan besar mengenai apakah kemenangan telak atas Bangladesh dapat berlanjut menjadi sebuah rivalitas baru dalam agenda internasional. Terlepas dari itu semua, fakta yang saat ini sudah jelas adalah hasil pertemuan pertama, di mana Indonesia berhasil menang 9-2 atas Bangladesh di SUGBK pada Kamis (1/10/2026). Sementara itu, tantangan tanding ulang dari Bangladesh masih menunggu kepastian resmi dari kedua federasi sebelum dapat dimasukkan ke dalam kalender pertandingan Timnas Indonesia dalam waktu dekat.
