A’ja Wilson kembali mencatatkan namanya dalam sejarah WNBA dengan meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) untuk kelima kalinya. Pencapaian itu sekaligus menjadikannya sebagai pemain pertama dalam sejarah liga yang memenangi gelar MVP dalam tiga musim berturut-turut. Penghargaan tersebut diterima Wilson di Las Vegas, tepat ketika timnya, Las Vegas Aces, masih berjuang keras menjaga peluang mereka untuk melaju ke babak final.
Gelar Kelima yang Bersejarah
Wilson menerima trofi MVP itu pada Kamis dalam sebuah acara yang dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Komisaris WNBA Cathy Engelbert, pemilik Aces Mark Davis, dan presiden tim Nikki Fargas. Momen tersebut menjadi lebih istimewa karena piala diserahkan langsung oleh ibunya, Eva. Wilson berdiri di tengah kelima trofi MVP yang telah ia kumpulkan sepanjang kariernya, sebuah pemandangan yang menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah tampil di liga bola basket wanita paling bergengsi di dunia itu.
Sebelumnya, Wilson telah memenangi gelar MVP pada 2020 dan 2022. Kini, dengan tambahan gelar pada musim ini, ia melampaui deretan legenda WNBA yang masing-masing mengoleksi tiga gelar MVP, yaitu Sheryl Swoopes, Lisa Leslie, dan Lauren Jackson. Olivia Miles menempati posisi kedua dalam pemungutan suara MVP musim ini, namun jarak pencapaian Wilson dengan para pesaingnya menegaskan betapa dominannya performa sang bintang sepanjang musim reguler. Tidak ada pemain lain dalam sejarah WNBA yang mampu mengoleksi lebih dari tiga gelar MVP, sehingga rekor yang baru saja dipecahkan Wilson ini menempatkannya pada lapisan tersendiri dalam buku sejarah liga.
“Jelas, itu sebuah kehormatan,” ujar Wilson ketika berbicara tentang penghargaan tersebut. Ia juga menyebut pesan suara ucapan selamat yang ia terima dari mantan wakil presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, pada hari yang sama. Dalam pesannya, Harris memuji Wilson karena dianggap telah mendefinisikan ulang arti kehebatan di liga. Bagi Wilson sendiri, gelar kelima ini terasa berbeda dibandingkan empat gelar sebelumnya.
“Masing-masing penghargaan ini tidak pernah saya anggap enteng,” kata Wilson. Ia mengaku bahwa penghargaan kelima membuatnya menangis lebih keras, karena saat berusia 15 tahun ia sama sekali tidak membayangkan akan tumbuh menjadi peraih MVP lima kali. Pengakuan itu menunjukkan bahwa di balik statusnya sebagai pemain terbaik liga, Wilson tetap menempatkan perjalanan panjang dan kerja kerasnya sebagai bagian penting dari kisah kesuksesannya.
Statistik Gemilang Sepanjang Musim
Dasar dari gelar MVP kelima tersebut adalah penampilan yang luar biasa konsisten sepanjang musim reguler. Wilson memimpin liga dalam hal rata-rata angka dengan 26,2 poin per pertandingan, sambil memasukkan hampir 53 persen dari tembakannya. Ia juga mencatatkan 9,4 rebound, 3,2 assist yang merupakan catatan terbaik dalam kariernya, serta 1,9 blok per laga. Kombinasi angka-angka itu menjadikannya ancaman serius di kedua sisi lapangan, baik saat menyerang maupun bertahan.
Yang menarik, kemampuan Wilson musim ini meluas hingga ke tembakan jarak jauh. Ia mencatatkan akurasi 40,4 persen dari luar garis tiga angka, juga yang terbaik dalam kariernya, dengan total 38 tembakan tiga angka yang berhasil masuk. Perkembangan ini menunjukkan bahwa Wilson terus memperkaya variasi permainannya dari musim ke musim, alih-alih berpuas diri dengan kekuatan yang sudah ia miliki. Rata-rata poin sepanjang kariernya kini mencapai 22,1 per pertandingan, angka tertinggi dalam sejarah WNBA.
Konsistensi Wilson juga tercermin dari sejumlah catatan lain. Ia mencetak setidaknya 30 poin dalam 13 pertandingan, menyamai rekor satu musim yang ia buat tahun lalu. Ia juga mengemas 33 pertandingan dengan minimal 20 poin dan memimpin liga dengan 19 double-double yang mencakup sedikitnya 20 poin serta 10 rebound. Pada 15 Mei, Wilson pernah mencetak 45 poin saat menghadapi Connecticut, menjadikannya pemain pertama dalam sejarah WNBA yang memiliki lebih dari satu pertandingan dengan sedikitnya 45 poin. Dalam daftar pencetak poin sepanjang masa, ia pun naik dari posisi ke-21 ke posisi ke-11 dan hanya terpaut 12 poin dari Sue Bird di posisi ke-10.
Tantangan Besar di Semifinal
Namun kemeriahan penghargaan itu tidak membuat Wilson berlama-lama berleha-leha. Fokus sang bintang segera kembali ke lapangan karena Las Vegas Aces sedang berada dalam posisi sulit di babak semifinal. Aces tertinggal 0-2 dari Golden State dalam seri semifinal berformat best-of-five, sehingga mereka wajib memenangi gim ketiga pada Jumat malam di Las Vegas agar musim mereka tetap berlanjut. Aces menutup musim reguler dengan rekor 31-13 dan mencapai babak semifinal untuk musim kedelapan berturut-turut, tetapi ambisi meraih gelar keempat dalam lima tahun kini terancam.
Menariknya, Wilson meragukan dirinya akan mengangkat trofi MVP di depan para penggemar pada Jumat. Ia memilih untuk bersiap bersama tim, dengan sasaran yang ia sebut sederhana, yakni mendapatkan satu kemenangan. “Semua orang di ruangan ini tahu saya seorang pesaing,” ujar Wilson. “Semua orang tahu fokus utama saya, yaitu mendapatkan satu pertandingan.” Pernyataan itu menggambarkan mentalitas seorang atlet yang menempatkan kepentingan tim di atas perayaan individu.
Presiden Aces, Nikki Fargas, menyebut Wilson berada dalam kategori yang belum pernah dicapai pemain WNBA lain. Penilaian itu bukan tanpa dasar, mengingat kombinasi prestasi individu dan kontribusinya bagi tim yang terus bersaing di level tertinggi selama bertahun-tahun. Bagi para penggemar bola basket, pencapaian Wilson juga menjadi penanda bahwa standar keunggulan di WNBA terus bergerak naik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ke depan, seluruh perhatian akan tertuju pada gim ketiga pada Jumat malam di Las Vegas. Kemenangan menjadi syarat mutlak bagi Aces untuk mempertahankan peluang mereka di seri semifinal. Jika Wilson mampu membawa timnya bangkit dari ketertinggalan, gelar MVP kelimanya akan terasa semakin lengkap, bukan hanya sebagai pengakuan atas kehebatan individu, tetapi juga sebagai pijakan menuju target yang lebih besar, yaitu kembali mengangkat trofi juara WNBA.
