PSPS Pekanbaru berhasil menumbangkan rival beratnya, Semen Padang FC, dengan skor tipis 1-0 dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 Grup A. Pertandingan yang digelar Minggu malam, 4 Oktober 2026, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, itu membawa Askar Bertuah merangsek ke posisi kedua klasemen. Gol tunggal Dimas Wicaksono Putra Rahman pada menit ke-72 menjadi penentu hasil akhir sekaligus penegas kebangkitan tim asuhan Pekanbaru tersebut di kompetisi musim ini.
Jalannya Laga: Ketat Sejak Menit Awal
Babak pertama berlangsung alot dengan kedua tim saling melancarkan serangan, namun skor kacamata 0-0 tak berubah hingga jeda. PSPS Pekanbaru menunjukkan inisiatif serangan yang lebih baik dengan mencatatkan empat tembakan, dua di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Semen Padang hanya melepaskan satu tembakan dan tidak satu pun mengarah ke gawang. Dominasi penguasaan bola memang tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah peluang, tetapi statistik babak pertama itu memberi gambaran bahwa Askar Bertuah lebih berani mengambil risiko dalam membangun serangan dari lini tengah.
Perubahan strategi dilakukan pelatih PSPS pada menit ke-64, saat Dimas Wicaksono Putra Rahman dimasukkan menggantikan Vieri Donny Ariyanto. Pergantian ini terbukti efektif mengubah dinamika pertandingan. Kehadiran pemain pengganti tersebut menambah kecepatan di lini depan dan memaksa lini belakang Semen Padang bekerja lebih keras menjaga ruang. Sebelumnya, pada menit ke-70, sempat terjadi insiden kontroversial ketika pemain Semen Padang, Antonio Gamaroni, melancarkan pelanggaran keras. Setelah peninjauan VAR, wasit memutuskan hanya memberikan kartu kuning, sebuah keputusan yang justru menambah tensi laga di sisa pertandingan.
Puncak drama terjadi pada menit ke-72. Dimas Wicaksono, sang pemain pengganti, berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan celah di pertahanan yang dijaga Safrudin Tahar, Dimas dengan tenang menyambut umpan dari lini tengah dan melesakkan bola ke sudut jauh gawang Semen Padang. Gol inilah yang menjadi penentu kemenangan PSPS. Di sisa pertandingan, Semen Padang berusaha keras menyamakan kedudukan, terutama di delapan menit waktu tambahan. Namun, pertahanan kokoh PSPS berhasil membendung semua gempuran. Peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk PSPS Pekanbaru bertahan hingga akhir.
Dampak Kemenangan: Bonus Rp100 Juta dan Pemecatan Pelatih
Kekalahan ini berbuah pahit bagi Semen Padang. Pada malam yang sama setelah pertandingan, manajemen Kabau Sirah secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih Nil Maizar melalui akun Instagram resmi klub. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat tiga laga awal Semen Padang terbilang menjanjikan dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Pemecatan yang dilakukan segera setelah kekalahan tipis memperlihatkan betapa tingginya tekanan di tubuh manajemen klub, terutama ketika target promosi atau capaian tinggi menjadi tuntutan utama. Pergantian pelatih di tengah kompetisi tentu membawa risiko tersendiri, karena skuad membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pendekatan taktik yang baru.
Sementara itu, euforia menyelimuti kubu PSPS Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang hadir langsung di stadion, secara spontan memberikan bonus sebesar Rp100 juta kepada skuad Askar Bertuah. Video Agung Nugroho yang berteriak “Bonus, bonus Rp100 juta!” di tengah lapangan usai pertandingan langsung viral di media sosial, menandakan dukungan penuh dari pemerintah kota terhadap sepak bola daerah. Bonus semacam ini lazim menjadi pemacu semangat pemain, meski di sisi lain tetap menjadi bagian dari euforia sesaat. Yang lebih penting bagi tim adalah konsistensi performa di lapangan, terlebih karena jadwal pertandingan berikutnya tergolong berat.
Peta Klasemen Grup A dan Laga Penentu di Pekanbaru
Dengan kemenangan ini, PSPS Pekanbaru melesat ke posisi kedua klasemen Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Perjalanan PSPS sejauh ini sangat impresif, sebab mereka sempat berada di posisi delapan pada awal musim sebelum mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Rangkaian kemenangan tersebut termasuk saat menundukkan Persiraja 2-1 pada 19 September, pertandingan tandang melawan Sumsel United pada 26 September, dan terakhir kontra Semen Padang.
- PSMS Medan – 4 laga, 3 menit, 1 seri, 0 kalah, selisih gol +11, 10 poin.
- PSPS Pekanbaru – 4 laga, 3 menang, 0 seri, 1 kalah, selisih gol +2, 9 poin.
- PSIS Semarang – 4 laga, 3 menang, 1 seri, 0 kalah, selisih gol +5, 9 poin (minus 1 poin lisensi).
- Persikad – 4 laga, 3 menang, 0 seri, 1 kalah, selisih gol -1, 9 poin.
- Semen Padang FC – 4 laga, 2 menang, 1 seri, 1 kalah, selisih gol +3, 6 poin (minus 1 poin lisensi).
Laga berikutnya diprediksi menjadi penentu puncak klasemen. PSPS Pekanbaru akan menjamu PSMS Medan pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru. Jika berhasil meraih kemenangan, Askar Bertuah akan mengambil alih posisi teratas klasemen dari tangan PSMS Medan. Tiket pertandingan kandang ini diperkirakan akan terjual habis, mengingat tingginya antusiasme suporter yang ingin menyaksikan langsung duel dua tim teratas tersebut.
Bagi PSPS Pekanbaru, pertemuan melawan PSMS Medan bukan hanya soal tiga poin. Kemenangan akan memperkuat kepercayaan diri skuad, membuktikan bahwa kebangkitan mereka bukan sekadar momentum sesaat, sekaligus menjaga jarak dari PSIS Semarang dan Persikad yang terus menempel di papan atas. Sebaliknya, bagi PSMS Medan, laga tandang ke Pekanbaru menjadi ujian ketahanan setelah catatan tak terkalahkan mereka sejauh ini. Terlepas dari hasil akhirnya nanti, laga tersebut dipastikan menjadi salah satu partai paling dinanti di Grup A Pegadaian Championship musim ini, sekaligus penanda seberapa jauh ambisi PSPS Pekanbaru untuk bersaing di papan teratas hingga akhir kompetisi.
