JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mulai menyusun rencana besar untuk skuad Garuda menyambut Piala Asia 2027. Meski Piala Perbara FIFA 2026 baru saja berakhir, pria asal Inggris itu menegaskan akan memanggil sejumlah pemain baru dalam enam bulan ke depan sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen kontinental tersebut.
Wajah Baru demi Memperkuat Kedalaman Skuad
Dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam, Herdman menyampaikan bahwa pemain yang akan datang mencakup sosok yang belum pernah bekerja sama dengannya, serta pemain yang kembali setelah pulih dari cedera. Ia belum merinci nama seluruh calon pemain maupun jadwal pemanggilan resminya, sehingga masih menyisakan ruang spekulasi di kalangan penggemar sepak bola nasional.
“Saya pikir kami akan menyambut beberapa pemain baru dalam enam bulan ke depan,” kata Herdman. Pernyataan itu menegaskan bahwa proses penyegaran dan penguatan skuad menjadi salah satu prioritas utama pelatih yang sebelumnya menangani Timnas Kanada. Bagi sebuah tim yang tengah membangun fondasi permainan, kehadiran pemain baru bukan hanya soal menambah jumlah personel, tetapi juga memperkaya variasi taktik dan meningkatkan daya saing internal di dalam skuad.
Salah satu nama yang paling dinantikan adalah Jay Idzes. Bek yang kini berkarier di kompetisi Eropa itu absen pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dan diperkirakan segera kembali bergabung dengan tim. Kehadirannya dinilai dapat memperkuat lini belakang Indonesia, terutama saat menghadapi lawan-lawan bertempo cepat dan bertubuh kuat yang biasa muncul di turnamen kontinental. Kembalinya seorang bek berpengalaman menjadi penting karena pertahanan yang solid kerap menjadi kunci keberhasilan di kompetisi tingkat Asia.
Herdman juga menyebut nama Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Marselino Ferdinan sebagai pemain yang terus dipantaunya. Ia berharap mereka bisa menjadi bagian dari tim untuk turnamen mendatang. Namun, sang pelatih belum memastikan siapa saja yang akan masuk skuad akhir, karena keputusan itu akan bergantung pada performa, kebugaran, serta kondisi pemain selama periode persiapan berjalan.
Persaingan Tempat Terbuka Lebar
Persaingan untuk mendapatkan tempat di tim pun dipastikan terbuka lebar. Pemanggilan pemain baru dan kembalinya penggawa yang sempat cedera memberikan Herdman pilihan yang lebih luas, tetapi di sisi lain menuntut kerja sama tim yang lebih matang sebelum menghadapi lawan-lawan kuat di Piala Asia. Sebab, membangun kekompakan bukanlah proses instan, melainkan hasil dari jam terbang bersama, pemahaman taktik yang seragam, dan komunikasi yang solid antar lini.
Indonesia juga dituntut menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan. Kembalinya Idzes memperkuat sektor belakang, sementara keberadaan pemain kreatif di lini tengah dan depan menjadi hal yang tidak kalah penting. Dengan demikian, pemanggilan pemain baru diharapkan mampu menjawab kebutuhan di berbagai posisi, bukan hanya menumpuk pemain pada satu area tertentu. Inilah tantangan taktik yang harus dijawab Herdman dalam beberapa bulan mendatang.
Dua Laga Besar pada November
Sebelum turnamen itu bergulir, Indonesia dijadwalkan memainkan dua pertandingan besar pada November mendatang. Herdman menyebut kedua laga tersebut akan dipakai untuk mematangkan persiapan, tetapi ia belum mengumumkan lawan maupun detail pertandingannya. “Kami akan mengumumkan (dua pertandingan itu) pada waktu yang tepat, tetapi dua pertandingan besar,” ujar Herdman.
Jadwal pengumuman itu menjadi bagian yang paling dinanti, sebab pertandingan pemanasan akan memberi gambaran nyata tentang pilihan pemain dan pendekatan permainan yang disiapkan Herdman. Dua laga tersebut juga berfungsi sebagai ajang uji coba untuk mengukur efektivitas kombinasi pemain baru dengan pemain reguler. Untuk saat ini, Herdman baru memastikan bahwa dua laga besar itu masuk dalam rencana menuju Piala Asia.
Ujian Berat Menanti di Grup F
Timnas Indonesia juga akan kembali berhadapan dengan Thailand di Piala Asia. Pertemuan itu datang setelah Indonesia mengalahkan Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup, sehingga menyimpan dinamika psikologis tersendiri bagi kedua tim. Herdman memperkirakan duel berikutnya akan berlangsung luar biasa, tetapi tantangan di Grup F tidak berhenti hanya pada rival yang sudah dikenalnya itu.
Indonesia berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Ketiganya menjadi pesaing dalam perebutan tiket ke fase gugur. Jepang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia dengan organisasi permainan dan kedalaman skuad yang mumpuni. Qatar, sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, memiliki pengalaman turnamen besar yang tidak bisa diremehkan. Sementara Thailand selalu menjadi lawan yang alot bagi Indonesia di level Asia Tenggara. Karena itu, persiapan bukan sekadar mengumpulkan nama-nama baru, melainkan membangun skuad yang siap menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda-beda.
Piala Asia AFC 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi. Riyadh, Jeddah, dan Al-Khobar menjadi kota penyelenggara. Rentang waktu persiapan yang disebut Herdman memberi ruang bagi pemain baru dan mereka yang pulih dari cedera untuk masuk dalam perhitungan akhir. Dengan waktu sekitar enam bulan untuk menyeleksi pemain, Herdman memiliki kesempatan menyusun skuad yang tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga padu sebagai sebuah tim.
Herdman sebelumnya membawa Kanada menembus putaran final Piala Dunia Qatar 2022, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemampuannya membangun tim bersaing di level internasional. Kini, fokusnya tertuju pada dua pertandingan November dan pembentukan skuad yang akan menghadapi fase grup Piala Asia, dengan Thailand sebagai salah satu lawan yang sudah dikenalnya. Bagi para penggemar, perjalanan menuju Piala Asia 2027 menjadi babak baru yang menarik untuk diikuti, karena di sanalah kualitas kerja Herdman bersama Timnas Indonesia akan benar-benar diuji.
