Italia Bungkam Turki 3-1 di UEFA Nations League

BOLOGNA – Timnas Italia sukses menumbangkan Turki dengan skor 3-1 dalam lanjutan UEFA Nations League A Grup 1 matchday keempat di Stadion Renato Dall’Ara, Bologna, Selasa (6/10/2026) malam waktu setempat atau Rabu (7/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan di kandang sendiri ini membawa Gli Azzurri naik ke posisi kedua klasemen Grup A1. Gol-gol Italia dicetak oleh Gianluca Scamacca pada menit ke-26, Riccardo Calafiori di menit ke-64, dan Francesco Pio Esposito pada menit ke-87, sementara Turki hanya mampu membalas melalui Aral Şimşir di menit ke-61.

Jalannya Pertandingan: Italia Bangkit Setelah Disamakan

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Italia yang bertindak sebagai tuan rumah tampil agresif dan berhasil memecah kebuntuan di pertengahan babak pertama. Gianluca Scamacca, penyerang Atalanta, mencetak gol perdananya di Nations League musim ini pada menit ke-26 setelah memanfaatkan umpan silang dan melakukan tap-in yang mengecoh kiper Turki, Altay Bayındır. Gol tersebut menjadi dorongan moral besar bagi Scamacca yang baru kembali dari cedera ACL, sebuah periode panjang yang membuatnya absen cukup lama dari kompetisi tingkat tinggi.

Memasuki babak kedua, Turki mencoba bangkit meski tampil tanpa sejumlah pemain kunci seperti Arda Guler, Burak Yilmaz, Hakan Calhanoglu, dan Kenan Yildiz. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Aral Şimşir, pemain pengganti dari FC Midtjylland, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol debut Şimşir di level senior itu memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Italia, khususnya Alessandro Bastoni, yang lengah dalam mengantisipasi pergerakan pemain lawan di kotak penalti.

Namun, kegembiraan Turki tidak berlangsung lama. Hanya tiga menit berselang, Italia langsung merespons dengan cepat. Bek kiri Riccardo Calafiori dari Arsenal, yang dikenal sering melakukan overlap ke daerah pertahanan lawan, mencetak gol kedua Italia pada menit ke-64. Gol ini menandai torehan kedua Calafiori secara beruntun di Nations League, setelah sebelumnya mencetak gol saat melawan Prancis pada 3 Oktober. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Italia.

Menjelang akhir pertandingan, Gli Azzurri memastikan kemenangan mereka. Francesco Pio Esposito, penyerang muda berusia 20 tahun dari Inter Milan, mencetak gol penutup pada menit ke-87. Gol kedua Pio Esposito di Nations League musim ini, yang lahir dari assist Sandro Tonali, mengunci tiga poin penting bagi Italia. Hasil akhir 3-1 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit Szymon Marciniak. Gol tersebut sekaligus menegaskan bahwa Italia memiliki kedalaman skuad yang mumpuni di lini depan, dengan kombinasi pemain senior dan pemain muda yang saling melengkapi.

Susunan Pemain dan Klasemen Terbaru

Pelatih Italia, Roberto Mancini, menurunkan formasi 4-3-3 dengan Gianluigi Donnarumma sebagai kapten. Barisan depan diisi oleh trio Sebastiano Esposito, Pio Esposito, dan Gianluca Scamacca. Beberapa perubahan dilakukan pada babak kedua dengan masuknya Nicolo Barella, Moise Kean, dan Cesare Maldini. Pergantian tersebut terbukti efektif dalam menjaga tempo permainan serta mempertahankan kendali lini tengah hingga pertandingan berakhir.

Di sisi lain, Vincenzo Montella yang melatih Turki mencoba formasi eksperimental 4-3-3. Turki sangat terasa kehilangan Guler dan Calhanoglu akibat skorsing serta cedera, sehingga membuat kreativitas mereka di lini tengah dan lini depan menjadi terbatas. Tanpa pengatur serangan utama, Turki lebih sering mengandalkan serangan balik dan bola-bola panjang yang mudah dipatahkan barisan pertahanan Italia. Kondisi ini membuat Montella menghadapi tekanan besar menjelang pertandingan berikutnya.

Dengan kemenangan ini, Italia berhasil naik ke posisi kedua klasemen Grup A1 dengan 7 poin dari 4 pertandingan, menggeser Belgia yang kini turun ke peringkat ketiga setelah kalah 1-4 dari Prancis pada malam yang sama. Prancis memuncaki klasemen dengan 10 poin, sementara Turki terbenam di dasar klasemen dengan 0 poin dari 4 kekalahan beruntun, yang memastikan mereka terdegradasi ke League B musim depan. Posisi Montella sebagai pelatih Turki berada di ujung tanduk.

Secara historis, ini adalah kemenangan ke-11 Italia atas Turki dari total 15 pertemuan, sementara Turki masih belum pernah mengalahkan Italia sejak 1962. Pada pertemuan sebelumnya di Bursa pada 9 September lalu, Italia juga menang telak 4-1. Rekor tersebut menegaskan dominasi Gli Azzurri atas Turki yang telah bertahan lebih dari enam dekade.

Dampak Kemenangan bagi Italia

Kemenangan atas Turki ini memberikan momentum positif bagi skuad muda Italia di bawah asuhan Roberto Mancini. Performa impresif dari pemain-pemain muda seperti Pio Esposito dan Calafiori menunjukkan kedalaman skuad Azzurri semakin matang. Mancini dinilai berhasil membangun regenerasi tanpa mengorbankan hasil di lapangan, sebuah pendekatan yang penting menjelang turnamen-turnamen besar berikutnya. Kepercayaan diri pemain muda yang terus bertambah menjadi modal berharga bagi Italia untuk bersaing di level tertinggi Eropa.

Pertandingan berikutnya melawan Prancis pada 12 November di San Siro akan menjadi penentu posisi juara grup. Laga tersebut sekaligus menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Italia, mengingat Prancis tampil dominan sepanjang fase grup dengan koleksi 10 poin. Bagi Turki, situasi jauh lebih pelik karena mereka harus menuntaskan sisa pertandingan dengan status tim yang sudah dipastikan turun kasta, sambil mencari fondasi baru untuk membangun kembali tim. Sementara bagi Italia, kemenangan ini menegaskan bahwa jalan menuju posisi puncak Grup A1 masih terbuka lebar.

Penulis