JAKARTA – Duel sengit antara Malaysia dan Vietnam akan tersaji dalam perebutan peringkat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 hari ini, Senin (5/10). Pertandingan penentu medali perunggu ini dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB di Gelora Bung Karno Madya, Jakarta, dengan Vietnam diunggulkan tipis untuk meraih kemenangan.
Kedua tim Asia Tenggara ini akan beradu strategi demi mengamankan posisi ketiga dalam turnamen edisi baru yang diresmikan FIFA tersebut. Baik Malaysia maupun Vietnam sama-sama gagal melaju ke partai final setelah tampil di fase grup yang ketat. Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi kedua negara untuk pulang dengan membawa hasil positif dari ajang bergengsi tersebut.
Detail Pertandingan dan Jadwal Siaran Langsung
Pertandingan Malaysia melawan Vietnam dalam babak 3rd Place Final atau laga perebutan medali perunggu FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan pada Senin, 5 Oktober, atau tepat hari ini. Kick-off dimulai pukul 16.00 WIB, yang setara dengan 17.00 WITA dan 18.00 WIT, sehingga penonton di seluruh Indonesia dapat menyaksikan laga ini pada waktu yang berbeda sesuai zona masing-masing.
Venue pertandingan telah dikonfirmasi berlangsung di GBK Madya yang berkapasitas sekitar 9.000 penonton, bukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pemilihan lokasi ini membuat atmosfer pertandingan diprediksi lebih intim dan dekat dengan para pendukung yang hadir langsung. Bagi yang tidak bisa menonton di stadion, laga ini akan disiarkan secara langsung melalui SCTV, Indosiar, serta platform streaming Vidio. Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri berlangsung sejak 24 September hingga 5 Oktober, dengan laga perebutan peringkat ketiga ini menjadi salah satu penutup rangkaian kompetisi.
Bagi kedua tim, pertandingan ini bukan sekadar laga hiburan. Peringkat ketiga menjadi pembuktian kualitas sekaligus menjaga gengsi di kawasan ASEAN. Kemenangan akan memberi modal kepercayaan diri menjelang agenda internasional berikutnya, sementara kekalahan berpotensi memicu evaluasi besar di tubuh masing-masing federasi.
Perjalanan Malaysia dan Vietnam Menuju Laga Perebutan Peringkat 3
Malaysia melaju ke babak playoff setelah menjadi runner-up Grup A dengan tujuh poin dari tiga laga. Harimau Malaya tampil cukup impresif dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh pada 25 September, imbang 0-0 melawan Indonesia pada 28 September, serta pesta gol 6-0 atas Singapura pada 1 Oktober. Menariknya, Malaysia mencatatkan sembilan gol tanpa kebobolan sepanjang fase grup, sebuah catatan pertahanan yang solid. Meski demikian, mereka tetap gagal melangkah ke final.
Di sisi lain, Vietnam menempati posisi runner-up Grup B dengan enam poin. Tim asuhan pelatih asal Korea Selatan, Kim Sang-sik, meraih kemenangan 1-0 atas Filipina pada 26 September, lalu kalah 0-2 dari Thailand pada 29 September. Vietnam kemudian bangkit dengan comeback dramatis 4-2 melawan Pakistan pada 2 Oktober. Sepanjang fase grup, Vietnam mencetak lima gol dan kebobolan empat kali, tetapi harus mengakui keunggulan Thailand dalam rekor head-to-head meski memiliki poin yang sama.
Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Vietnam. Dalam lima pertemuan terakhir, Vietnam selalu keluar sebagai pemenang. Pada 16 Agustus 2026, Malaysia tumbang 0-2 dari Vietnam di ajang ASEAN Cup. Sebelumnya, 31 Maret 2026, Vietnam menang 3-1 atas Malaysia pada Kualifikasi Piala Asia Grup F. Kemudian pada 10 Juni 2025, Malaysia kembali kalah 0-3, dan pada 27 Desember 2022 Vietnam juga menang 3-0 dalam ajang AFF, serta 3-1 pada 12 Desember 2021. Secara rata-rata, Malaysia kebobolan sekitar 2,7 gol per pertandingan dalam enam laga terakhir menghadapi Vietnam, sementara Vietnam mencatat empat kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dengan rata-rata 1,8 gol per laga.
Kondisi Pemain, Strategi, dan Prediksi Skor
Malaysia dipastikan tampil tanpa pilar lini tengah, Sergio Ezequiel Aguero, yang mengalami cedera hamstring. Kondisi ini mengharuskan pelatih Tan Cheng Hoe melakukan rotasi cepat di sektor tengah. Sementara itu, Vietnam juga dihadapkan pada absennya beberapa pemain kunci seperti Bui Hoang Viet Anh, Nguyen Cong Phuong, dan Nguyen Thanh Binh. Namun, mereka akan diperkuat oleh kembalinya Williams Minh Hoang, pemain muda berusia 19 tahun yang telah mencetak satu gol dan satu assist dalam tiga penampilan, termasuk gol krusial saat melawan Pakistan. Hoang Duc juga telah kembali bugar, dan Dinh Bac menjadi senjata mematikan di lini depan.
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, menegaskan fokus timnya adalah persiapan internal dan tidak terganggu oleh perubahan komposisi pemain Malaysia. Ia menekankan pentingnya struktur pertahanan yang solid serta kecepatan dan kreativitas para pemain menyerang. Dari kubu Malaysia, Tan Cheng Hoe berencana merotasi lini tengah untuk membendung penguasaan bola Vietnam yang dikenal rapi.
Sejumlah sumber memprediksi hasil pertandingan ini dengan pandangan yang beragam. Beberapa memperkirakan Vietnam menang 2-1 atau 2-0 dengan alasan performa terbaru dan kedalaman skuad, sementara pihak lain menilai Malaysia berpeluang menang meski belum kebobolan satu gol pun di turnamen ini. Ada pula yang memprediksi kedua tim akan mencetak gol dengan odds yang cukup menarik. Melihat momentum comeback Vietnam dan kehilangan pemain kunci di kubu Malaysia, Vietnam diperkirakan berpotensi mendominasi. Kecepatan Williams Minh Hoang dan Dinh Bac menjadi ancaman serius bagi pertahanan Malaysia, dengan rata-rata gol tercipta dalam pertemuan kedua tim mencapai sekitar 2,71 per laga.
Terlepas dari prediksi tersebut, laga ini tetap menjadi ujian karakter bagi kedua tim. Bagi Malaysia, menjaga rekor pertahanan tanpa kebobolan akan menjadi modal utama, sedangkan Vietnam akan mengandalkan efektivitas serangan dan pengalaman menghadapi tekanan. Pertandingan perebutan peringkat ketiga ini diprediksi berlangsung ketat hingga menit akhir, dan siapa pun yang lebih tenang dalam momen-momen krusial berpeluang besar membawa pulang medali perunggu FIFA ASEAN Cup 2026.
