Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia kembali menarik perhatian publik setelah membawa rombongan pejabat kabinet dalam jumlah besar ke sebuah acara internal partai. Sebanyak lima menteri dan dua wakil menteri mendampinginya dalam pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Bali yang digelar di Denpasar, Sabtu (3/10/2026). Langkah tersebut disebut sebagai rekor baru dalam rangkaian safari politiknya sejauh ini.
Delegasi Kabinet Terbesar dalam Acara Internal Partai
Rombongan pejabat yang diboyong ke Pulau Dewata terdiri dari Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Jawa-Kalimantan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Selain itu, turut hadir Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani. Adapun Bahlil sendiri hadir dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi yang merangkap Menteri ESDM.
Kehadiran rombongan besar ini bukan sekadar urusan statistik atau seremonial semata. Bagi Partai Golkar, delegasi tingkat pusat yang lengkap menjadi simbol komitmen terhadap dinamika partai di tingkat daerah, terutama menjelang Pemilu 2029. “Ini sebagai bentuk keseriusan dan kesungguhan kami dari DPP Partai Golkar dalam melihat bagaimana perkembangan Golkar di Provinsi Bali,” kata Bahlil usai membuka acara di Monumen Gong Perdamaian.
Secara strategis, membawa sejumlah menteri ke acara pelantikan pengurus daerah mencerminkan upaya partai untuk mempertunjukkan kekuatan dan soliditas di hadapan publik lokal. Momentum ini dianggap penting mengingat target Golkar untuk menambah kursi di parlemen, baik di tingkat nasional maupun daerah, pada pemilihan umum berikutnya. Golkar saat ini menguasai 102 kursi DPR RI, jumlah tertinggi kedua setelah PDIP dalam koalisi pemerintahan.
Susunan Baru Pimpin Golkar Bali Hingga 2030
Dalam acara tersebut, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer resmi dilantik sebagai Ketua DPD Golkar Bali untuk periode 2025–2030. Pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan DPP Nomor SKEP-166/DPP/GOLKAR/VI/2026. Posisi Sekretaris diemban oleh I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, sementara I Gede Sudiana dipercaya sebagai Bendahara, ditambah 20 wakil bidang serta jajaran lain di tingkat sekretaris dan bendahara.
Susunan kepengurusan tersebut melibatkan total 108 pengurus. Salah satu ciri menarik dari struktur baru ini adalah keterwakilan 47 anggota dari generasi Z serta sekitar 37 perempuan. Komposisi semacam ini menunjukkan strategi Golkar untuk membuka ruang lebih luas bagi kelompok usia muda dan perempuan di tingkat basis, sejalan dengan narasi partai mengenai keterbukaan terhadap generasi muda. Bahlil pun memuji keseimbangan antara senior berpengalaman dan generasi penerus dalam susunan tersebut.
“Saya melihat wajah-wajah yang penuh harapan, gabungan antara generasi yang lalu dengan generasi kini yang akan mewarisi masa depan bangsa,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa regenerasi kepengurusan menjadi salah satu pesan utama dalam konsolidasi partai berlambang pohon beringin tersebut.
Soliditas Jelang 2029 dan Harapan Dukungan Pusat
Demer menekankan bahwa kepengurusan Bali berada dalam kondisi yang sangat solid. Meski demikian, ia secara terbuka menyampaikan kebutuhan logistik kepada Bahlil, sebuah sinyal bahwa dukungan sumber daya finansial dari pusat akan sangat krusial untuk menggerakkan mesin politik menjelang pemilihan umum lima tahun mendatang. “Logistik kadang-kadang menjadi faktor utama dalam kesuksesan organisasi,” ungkapnya saat melaporkan langsung kondisi kebutuhan kepada ketua umum.
Permintaan itu sejalan dengan pesan tegas Bahlil kepada jajaran pengurus baru. Ia meminta pengurus Golkar Provinsi Bali segera menaikkan perolehan kursi di DPR provinsi, DPR kabupaten/kota, dan bila memungkinkan di DPR RI, dengan menyebut target “102 lebih” untuk kursi nasional. Arahan tersebut menjadi salah satu pesan strategis paling langsung bagi kader setempat.
Target menaikkan kursi tentu bukan sekadar angka. Pemilu 2024 menempatkan Golkar di posisi kedua nasional dengan 102 kursi, namun dalam koalisi pemerintahan yang dipimpin Prabowo, partai ini menjadi tulang punggung eksekutif. Karena itu, mempertahankan sekaligus meningkatkan basis legislatif menjadi strategi pertahanan pengaruh jangka panjang Golkar di arena politik nasional.
Acara pelantikan berlangsung meriah dengan kehadiran sekitar 1.400 kader, mulai dari tingkat Pengurus Desa hingga DPD. Kombinasi antara delegasi pusat yang besar dan peserta lokal yang banyak memang dirancang untuk menunjukkan energi Golkar Bali kepada publik. Menjelang periode 2025–2030, ketika partai akan disibukkan dengan berbagai konsolidasi internal dan persiapan pemilu, sinyal kekuatan semacam ini menjadi bagian penting dari peta jalan politik Golkar di tingkat daerah maupun nasional.
