Duel sengit perebutan posisi ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 akan tersaji antara Malaysia dan Vietnam pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB. Laga ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan menjadi pertandingan pembuka sebelum partai final yang mempertemukan Indonesia kontra Thailand pada malam harinya.
Jadwal, Siaran Langsung, dan Akses Tiket
Pertandingan Malaysia vs Vietnam dijadwalkan kick-off tepat pukul 16.00 WIB, dengan program pre-show dimulai lebih awal pada pukul 15.30 WIB. Bagi penonton yang tidak bisa hadir langsung di stadion, laga ini dapat disaksikan secara gratis melalui sejumlah saluran televisi nasional seperti SCTV, Indosiar, dan Moji. Sementara itu, penggemar yang ingin menonton melalui platform digital dapat mengakses siaran streaming di Vidio.com melalui paket Diamond dengan mencari kata kunci ‘FIFA ASEAN Cup 3rd Place’.
Antusiasme penonton terhadap laga ini tergolong sangat tinggi. Tiket pertandingan, yang juga mencakup akses ke laga final Indonesia vs Thailand pada pukul 20.00 WIB, dilaporkan telah ludes terjual sebanyak 55.000 kursi hingga Jumat, 3 Oktober, pukul 14.00 WIB. PSSI mengimbau para penonton untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi KitaGaruda.id dan menghindari praktik calo yang kerap merugikan masyarakat. Harga tiket bervariasi, mulai dari Rp250.000 untuk kategori Upper Garuda hingga Rp1.000.000 untuk kategori Premium West/East.
Malaysia Ditinggal Kapten, Vietnam Siap Tempur
Kabar kurang mengenakkan datang dari kubu Harimau Malaya. Kapten tim, Dion Cools, memutuskan meninggalkan skuad menjelang pertandingan krusial ini. Keputusan bek berusia 30 tahun tersebut dikonfirmasi oleh pelatih sementara Tan Cheng Hoe pada Sabtu, 3 Oktober, yang menyebut Cools memiliki urusan keluarga yang harus diselesaikan. Kepergian Cools, yang merupakan pilar penting di lini belakang dan kini berkarier di Jepang, tentu menjadi pukulan telak bagi Malaysia.
Sebelum meninggalkan tim, Dion Cools sempat membantu Malaysia meraih kemenangan telak 6-0 atas Singapura di laga terakhir Grup A. Malaysia finis sebagai runner-up Grup A dengan koleksi 7 poin, sama dengan Indonesia, namun kalah dalam produktivitas gol (Indonesia 11 gol berbanding 9 gol Malaysia). Meski demikian, pertahanan Malaysia tercatat sangat solid karena tidak kebobolan satu pun gol selama fase grup. Absennya Cools pun menjadi ujian berat bagi kokohnya lini belakang Harimau Malaya.
Sementara itu, Vietnam datang dengan motivasi tinggi meskipun gagal melaju ke final. Pemain muda Williams Minh Hoang (19), striker Vietnam, menegaskan tekad timnya untuk mengalahkan Malaysia dan merebut posisi ketiga. “Tentu setiap pertandingan sama pentingnya, target kami adalah menang,” kata Williams, yang telah mencatat 3 penampilan, 1 gol, dan 1 assist, termasuk gol dramatis di menit ke-90 saat melawan Pakistan. Vietnam finis sebagai runner-up Grup B dengan 6 poin, kalah head to head dari Thailand meski memiliki jumlah poin yang sama. Di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Kim Sang-sik, Vietnam akan mengandalkan serangan balik cepat yang dimotori oleh Dinh Bac dan Williams.
Rekam Jejak Head to Head dan Prediksi Laga
Pertemuan antara Malaysia dan Vietnam selalu menjanjikan tensi tinggi dan permainan terbuka. Dalam sejarahnya, Vietnam sedikit lebih unggul atas Malaysia. Sebagai contoh, pada ajang AFF 2022, Vietnam berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0, meski pada tahun 2023 keduanya harus bermain imbang. Absennya Dion Cools diprediksi akan memberikan sedikit keuntungan bagi Vietnam, terutama dalam memanfaatkan celah di lini pertahanan Malaysia yang biasanya dikawal sang kapten.
Dengan kondisi tersebut, banyak pihak memprediksi Vietnam akan memenangkan pertandingan ini dengan skor tipis, misalnya 2-1. Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan. Pelatih sementara Malaysia, Tan Cheng Hoe, diyakini akan meracik strategi baru untuk menutupi kehilangan sang kapten, kemungkinan dengan memperkuat disiplin bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat dari lini sayap.
Laga ini bukan sekadar perebutan medali perunggu. Ini adalah kesempatan bagi Malaysia untuk membuktikan kekuatan mereka meski tanpa kapten, sekaligus membuktikan bahwa kualitas tim tidak bergantung pada satu pemain saja. Bagi Vietnam, pertandingan ini menjadi ajang untuk menghibur para penggemar setelah gagal mencapai final, sekaligus memperlihatkan regenerasi pemain muda seperti Williams Minh Hoang yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim di masa depan.
Dari sisi penyelenggaraan, kehadiran 55.000 penonton di SUGBK menegaskan tingginya animo masyarakat Indonesia terhadap turnamen sepak bola kawasan Asia Tenggara ini. Duel Malaysia vs Vietnam pun diprediksi bakal berlangsung seru, dipenuhi tensi tinggi, dan menjadi pembuka yang menarik sebelum partai puncak Indonesia melawan Thailand. Jangan lewatkan aksi Harimau Malaya kontra Golden Star Warriors sore ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
