Rizky Ridho Dipanggil TC Timnas Indonesia di Bali

Pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali mulai memperlihatkan bentuknya setelah bek Persija Jakarta, Rizky Ridho, memastikan dirinya menerima panggilan pada Sabtu (7/11/2026). Bek berusia 24 tahun tersebut dijadwalkan berangkat ke Bali pada Senin (9/11/2026), sementara nama-nama pemain lain diyakini akan diumumkan oleh PSSI dalam waktu dekat. Kepastian tersebut menjadi petunjuk pertama mengenai komposisi skuad yang tengah disiapkan pelatih John Herdman untuk agenda November.

Daftar pemain belum diumumkan secara resmi

Kabar pemanggilan tersebut disampaikan Ridho seusai laga Persija melawan Persebaya Surabaya di Jakarta International Stadium, Sabtu malam. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi tim tuan rumah itu, sang kapten tampil sebagai pengatur pertahanan sekaligus figur sentral di lini belakang Macan Kemayoran. Setelah pertandingan, ia mengaku bersyukur kembali dipercaya memperkuat skuad Garuda di tengah jadwal kompetisi domestik yang padat.

“Mengenai TC Timnas Indonesia di Bali, Alhamdulillah saya mendapat panggilan,” kata Rizky Ridho dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan, seperti dilansir dari pemberitaan olahraga nasional.

Bek yang sudah menjadi langganan tim nasional sejak beberapa tahun terakhir itu juga menyebut bahwa keberangkatannya ke Bali kemungkinan ditemani oleh beberapa rekan setimnya dari Persija. Ia memperkirakan daftar nama lengkap akan dirilis pada Minggu atau Senin, namun menegaskan bahwa pengumuman resmi sepenuhnya berada di tangan PSSI sebagai otoritas sepak bola tanah air.

“Insyaallah hari Senin saya berangkat ke sana, kemungkinan bersama beberapa pemain dari Persija juga. Besok atau lusa daftarnya akan dirilis,” ujarnya menambahkan.

Dengan demikian, nama Ridho menjadi satu-satunya pemain yang sudah terkonfirmasi melalui pernyataannya sendiri, sedangkan pemain lain masih menunggu pengumuman resmi. Bagi Persija, potensi pemanggilan beberapa penggawa berarti klub harus bersiap melepas sejumlah anggota skuadnya untuk kepentingan tim nasional, sebuah konsekuensi yang kerap menjadi dilema bagi klub-klub peserta kompetisi domestik ketika agenda internasional berjalan beriringan dengan jadwal liga.

Mengapa Timnas Indonesia memilih berlatih di Bali?

Timnas Indonesia memutuskan menggelar pemusatan latihan selama tujuh hari di Bali setelah rencana pertandingan pada FIFA Matchday November batal terlaksana. Agenda awal yang disusun sebelumnya mencakup laga tandang melawan Yordania pada 13 November, tetapi situasi keamanan di kawasan Timur Tengah membuat rencana tersebut akhirnya dibatalkan demi keselamatan seluruh kontingen.

Sejumlah opsi pertandingan pengganti sempat dibahas oleh PSSI bersama staf pelatih, namun tidak berujung pada kesepakatan untuk menggelar laga baru pada periode tersebut. Alhasil, John Herdman mengalihkan fokus ke latihan intensif tanpa pertandingan internasional, sebuah keputusan yang menurut banyak pengamat tetap lebih produktif dibandingkan membiarkan para pemain tanpa agenda sama sekali.

Menurut penjelasan Herdman yang dimuat dalam keterangan resmi PSSI, keputusan tersebut juga mempertimbangkan penundaan Piala Asia. Pelatih berkebangsaan Inggris itu menyatakan bahwa pemusatan latihan akan membantu staf pelatih mengevaluasi kondisi pemain, memperdalam pemahaman taktik, serta memperkuat kerja sama tim di luar tekanan pertandingan kompetitif. Bagi seorang pelatih yang masih membangun identitas permainan, kesempatan mengumpulkan pemain dalam waktu yang relatif panjang tanpa gangguan jadwal pertandingan menjadi nilai tersendiri.

Perubahan agenda ini membuat TC di Bali memikul fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga ritme latihan. Herdman dapat melihat kondisi fisik pemain secara langsung, menguji potensi nama-nama baru, serta membangun fondasi skuad untuk agenda internasional berikutnya. Namun, tanpa laga uji coba, penilaian terhadap kombinasi pemain dalam situasi pertandingan kompetitif belum bisa dilakukan selama kegiatan tersebut berlangsung.

Latihan tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030, sesuai pernyataan Herdman. Perpaduan antara pemain utama dan wajah baru membuka ruang evaluasi yang luas, sekaligus memberi kesempatan kepada staf pelatih untuk menilai kecocokan taktik dan kerja sama antarpemain di lapangan. Pendekatan ini sejalan dengan pola yang biasa diterapkan pelatih-pelatih tim nasional di Asia Tenggara, yang memanfaatkan jeda kompetisi untuk mengonsolidasikan skuad sembari memantau perkembangan pemain muda.

Perhatian publik kini tertuju pada pengumuman PSSI. Setelah nama-nama dipastikan, publik akan mengetahui siapa saja pemain yang menyusul Ridho ke Bali dan bagaimana Herdman menyusun kelompok latihan untuk agenda tujuh hari tersebut. Bagi para pemain, panggilan ini menjadi kesempatan membuktikan kualitas di mata pelatih baru, sementara bagi PSSI, transparansi dalam pengumuman daftar diharapkan mampu meredam spekulasi yang berkembang di kalangan penggemar.

Penulis