Muhammad Toha Bersinar di Liga Malaysia, Timnas Melirik?

Muhammad Toha mencatat 990 menit bermain bersama DPMM FC di Liga Malaysia musim 2026/2027, sebuah catatan konsisten yang kemudian memunculkan dorongan agar bek kanan asal Indonesia itu dipanggil ke Timnas Indonesia. Pemain berusia 29 tahun tersebut tampil penuh dalam 11 pertandingan di berbagai kompetisi, tepat menjelang pengumuman skuad Garuda untuk FIFA Matchday November 2026.

Konsistensi Toha di Sisi Kanan Pertahanan DPMM FC

DPMM FC memberikan peran utama kepada Toha di sisi kanan pertahanan. Ia tampil dalam enam laga Malaysia Super League dan lima pertandingan Piala FA Malaysia, tanpa sekali pun ditarik keluar oleh pelatih. Kepercayaan pelatih Jamie McAllister terlihat jelas dari menit bermain yang diberikan: Toha selalu berada di lapangan selama 90 menit penuh pada 11 penampilan tersebut, sehingga total waktunya mencapai 990 menit.

Angka itu bukan sekadar catatan rutin. Bagi seorang pemain bertahan, kesempatan bermain penuh secara berulang menunjukkan bahwa pelatih mengandalkannya untuk menjaga kestabilan sektor belakang. Posisi bek kanan memang menuntut keseimbangan antara kemampuan bertahan dan keberanian naik membantu serangan, dan Toha dituntut memenuhi dua peran itu dalam ritme kompetisi Malaysia yang cukup padat.

Yang membuat catatan ini menarik adalah konteks perpindahannya. Bek kelahiran Bontang itu sebelumnya menghabiskan sekitar satu dekade bersama Persita Tangerang, klub yang membesarkan namanya di sepak bola nasional. Kini ia menjalani tantangan baru bersama klub Brunei Darussalam yang berkompetisi di Liga Malaysia. Adaptasi terhadap budaya baru, cuaca, gaya bermain, hingga tuntutan taktik pelatih menjadi bagian dari proses yang harus dilaluinya di musim pertamanya.

Kemampuan beradaptasi dengan cepat itulah yang membuat menit bermainnya menjadi indikator penting. Seorang pemain asing biasanya membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan dari pelatih dan rekan setim. Kenyataan bahwa Toha langsung dipercaya tampil penuh di hampir semua laga menunjukkan bahwa proses adaptasinya berjalan mulus dan kapasitasnya diakui di level klub.

Laju DPMM FC dan Duel Melawan Arif Aiman

Performa Toha ikut mengiringi laju DPMM FC di persaingan papan atas Liga Malaysia. Dalam pertandingan teranyar, klub itu mengalahkan Negeri Sembilan dengan skor 3-1 pada Jumat (30/10/2026). Kemenangan tersebut membawa DPMM FC ke peringkat keempat klasemen sementara dengan 12 poin, berada di belakang Johor Darul Ta’zim, Selangor FC, dan Kuching City.

Toha juga mendapat sorotan setelah membantu timnya menghadapi Johor Darul Ta’zim, klub yang selama ini menjadi patron sepak bola Malaysia. Ia dinilai mampu mengawal Arif Aiman, pemain andalan JDT yang dikenal cepat, lincah, dan sulit dijaga satu lawan satu. Tugas itu menjadi ujian penting bagi seorang bek kanan, yang harus menjaga sisi lapangan sekaligus merespons pergerakan lawan secara cepat dan tepat.

Media lokal Palatao Bola menyampaikan pujian atas penampilannya. Mereka menilai kontribusi Toha membantu DPMM bersaing dengan klub-klub papan atas, sekaligus menyoroti keberhasilannya menjaga Arif Aiman. “Layak dipanggil John Herdman,” tulis Palatao Bola dalam ulasannya. Palatao Bola juga menyebut Toha sebagai bukti kualitas DPMM dalam persaingan empat besar Liga Super.

Pujian itu menguatkan perhatian publik terhadap peluang Toha masuk pertimbangan Timnas Indonesia, meski keputusan akhir tetap berada di tangan John Herdman. Menariknya, dorongan tersebut datang dari pengamat dan media di Malaysia, bukan hanya dari dalam negeri. Bagi seorang pemain yang menjalani musim pertamanya di luar negeri, pengakuan dari lingkungan kompetisi tempatnya bermain tentu memiliki bobot tersendiri.

Dampak Konsistensi bagi Peluang ke Timnas Indonesia

Bagi tim nasional, pemain yang rutin tampil penuh memberikan pilihan yang relatif teruji di level klub. Konsistensi Toha di posisi bek kanan dapat menjadi bahan evaluasi, terutama saat Herdman menyusun skuad untuk dua pertandingan internasional dalam lawatan ke Timur Tengah. Sektor bek kanan memang kerap menjadi area yang membutuhkan kedalaman skuad, mengingat tuntutan fisik dan mobilitas tinggi sepanjang pertandingan.

Namun, catatan menit bermain saja tidak otomatis memastikan pemanggilan. Pelatih tetap perlu menilai kebutuhan posisi, komposisi tim secara keseluruhan, serta kecocokan pemain dengan skema yang akan diterapkan. Faktor kebugaran akibat perjalanan jauh, waktu adaptasi dengan rekan setim di tim nasional, dan pengalaman bertanding di level internasional juga biasanya menjadi pertimbangan.

Bagi Toha, persaingan papan atas Liga Malaysia dan duel melawan pemain sekelas Arif Aiman menjadi panggung untuk menunjukkan kapasitasnya. Pengalaman bertanding melawan klub-klub besar dengan tekanan tinggi menjadi nilai tambah tersendiri, karena level kompetisi itulah yang dianggap lebih mendekatkan seorang pemain pada standar pertandingan internasional.

Perhatian terhadap Toha kini muncul tepat menjelang agenda FIFA Matchday November 2026. Palatao Bola menilai penampilannya pantas mendapat tempat dalam pembahasan soal skuad Garuda. “Toha bukti kualitas, membantu DPMM Brunei bersaing bersama JDT, Selangor, dan Kuching City di empat besar Liga Super,” tulis media tersebut.

Terlepas dari keputusan yang akan diambil Herdman, musim pertama Toha bersama DPMM FC sejauh ini telah memberikan sinyal positif. Konsistensi menit bermain, kepercayaan pelatih, dan pengakuan dari media setempat menjadi modal yang cukup kuat bagi pemain berusia 29 tahun itu untuk terus mencuri perhatian, sekaligus membuka peluang lebih lebar bagi pemain Indonesia lain yang ingin meniti karier di kompetisi regional.

Penulis