MilkLife Strikers membuka kiprahnya di ajang Singa Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan 6-1 atas Lion City Sailors pada Minggu (1/11/2026) di The Rainforest Hub, Singapura. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi wakil Indonesia dalam persaingan kelompok usia Girls U12, sekaligus menegaskan keseriusan tim asuhan Jacksen F. Tiago di turnamen sepakbola usia dini bergengsi tersebut.
Hat-trick Ika Wonda dan Efektivitas Penyelesaian Peluang
Ika Wonda tampil sebagai motor serangan MilkLife Strikers dengan mencetak hat-trick pada laga pembuka itu. Tiga gol lainnya masing-masing disumbangkan Locita Waranggani, Keyla Azzahra Putri, dan Nadia Shakila Azzahra. Distribusi gol yang merata tersebut menunjukkan bahwa kekuatan tim tidak bertumpu pada satu pemain saja, melainkan pada kerja kolektif seluruh lini serang. Bagi sebuah tim yang berlaga di kelompok usia muda, kemampuan mencetak enam gol dalam satu pertandingan tentu bukan perkara kecil, terutama ketika lawan yang dihadapi adalah klub tuan rumah yang dikenal memiliki tradisi pembinaan usia dini yang baik.
Kemenangan tersebut tidak lepas dari cara MilkLife Strikers memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Lion City Sailors. Ketika tuan rumah menerapkan tekanan tinggi atau high-pressing, anak-anak asuh Jacksen justru membaca celah yang ditinggalkan di lini belakang lawan. Strategi itu membuat mereka bisa menyerang dengan lebih langsung dan efisien. “Saya bilang ke anak-anak bahwa peluang sekecil apapun harus bisa dimaksimalkan. Itu yang mereka lakukan hari ini. Tadi tim lawan sempat melakukan high-pressing, dari sana kami berhasil mengeksploitasi kekosongan lini belakang mereka,” kata Jacksen dalam keterangan pers yang diterima media.
Bagi Jacksen, tekanan lawan bukan ancaman yang harus dihindari, melainkan situasi yang bisa dikelola menjadi peluang. MilkLife Strikers tidak sekadar bertahan menghadapi pressing, tetapi secara aktif mencari ruang yang ditinggalkan lawan. Efektivitas dalam menyelesaikan peluang kemudian tercermin pada skor akhir 6-1, sebuah margin yang cukup lebar untuk ukuran pertandingan pembuka turnamen. Kemampuan membaca situasi permainan seperti itu menjadi salah satu indikator penting bagi perkembangan pemain di usia dini, karena tidak semua tim mampu mengubah tekanan menjadi kesempatan mencetak gol.
Kegugupan Hari Pertama dan Modal Kebersamaan
Laga pembuka juga menjadi ujian kesiapan mental para pemain muda. Jacksen menilai anak asuhnya mampu mengatasi kegugupan pada hari pertama turnamen, terlebih karena lawan yang dihadapi adalah Lion City Sailors yang ia sebut sebagai tim kuat. “Tidak hanya itu, saya juga senang para pemain bisa mengatasi kegugupan di hari pertama. Apalagi kami berhasil menang melawan tim kuat seperti Lion City Sailors. Bagi saya, mereka bisa datang ke sini dan mendapatkan pengalaman bermain itu sudah sangat berharga,” ujar Jacksen.
Persiapan MilkLife Strikers sendiri tidak hanya berfokus pada aspek taktik dan teknik. Jacksen mengungkapkan bahwa timnya juga membangun chemistry karena para pemain datang dari latar belakang tim yang berbeda-beda. Kekompakan itu, menurut dia, terlihat jelas ketika mereka bermain di Singapura. “Sejak awal, kami memang fokus membenahi chemistry para pemain di atas lapangan. Hasilnya, hari ini saya melihat mereka semua berhasil berbaur dan tampil kompak,” kata Jacksen. Perekrutan pemain dari berbagai klub memang menjadi tantangan tersendiri dalam tim usia dini, sebab setiap anak membawa kebiasaan bermain dan pola komunikasi yang berbeda. Kemampuan menyatukan mereka dalam waktu singkat menjadi nilai tambah tersendiri bagi staf pelatih.
Singa Cup sendiri digelar di Singapura sejak 2011 dan tahun ini diikuti 136 tim dari 13 negara. Kompetisi Girls U12 memakai sistem liga round-robin pada 1 hingga 3 November 2026. MilkLife Strikers berada di Grup A bersama Lion City Sailors, Rato Bangala dari Nepal, serta Selangor FC Academy A dari Malaysia. Dua tim teratas grup akan melaju ke final, sedangkan dua tim lainnya memperebutkan tempat ketiga. Artinya, kemenangan atas tuan rumah belum menjadi jaminan apa pun. Persaingan grup masih berlanjut, dan laga-laga berikutnya akan menentukan apakah modal kemenangan besar itu benar-benar berbuah tiket ke partai puncak.
Bagi sepakbola putri usia dini Indonesia, pengalaman menghadapi tim dari luar negeri memberi pemain kesempatan menguji kemampuan mereka dalam pertandingan yang benar-benar kompetitif. Kemenangan besar memang penting untuk menjaga kepercayaan diri, tetapi kemampuan membaca pressing dan bekerja sebagai satu tim juga menjadi bekal yang dapat dibawa pulang dari turnamen ini. Jacksen, yang pernah melatih Timnas Indonesia pada 2013 dan mencatat kiprah bersama Persipura Jayapura, menekankan bahwa nilai pengalaman menjadi hal utama dalam keikutsertaan timnya. “Bagi saya, mereka bisa datang ke sini dan mendapatkan pengalaman bermain itu sudah sangat berharga,” ujarnya. Kini perhatian beralih ke laga-laga berikutnya di Grup A, ketika konsistensi dan ketenangan akan diuji lebih jauh.
