BARCELONA — Brian Fariñas berpeluang menjalani debut sebagai starter tim utama Barcelona saat menghadapi Alavés. Pelatih Hansi Flick menguji pemain muda itu di posisi bek kanan sepanjang pekan latihan dan menilai sang pemain pantas mendapat kesempatan tampil sejak awal pertandingan.
Peluang tersebut muncul di tengah rencana rotasi besar yang disiapkan Flick. Barcelona baru saja melewati pekan yang menuntut secara fisik, dan pelatih asal Jerman itu secara terbuka menyoroti kondisi kebugaran timnya, terutama kurangnya kesegaran setelah rangkaian pertandingan padat. Dua kekalahan beruntun, dari PSG dan Real Madrid, menjadi pemicu utama evaluasi tersebut.
Fariñas Diuji di Posisi Bek Kanan
Fariñas sebenarnya bukan nama baru dalam percobaan taktik Flick. Bek binaan akademi La Masia itu sudah dicoba sebagai bek kanan pada masa pramusim, dan pada sesi latihan pekan ini ia kembali ditempatkan di posisi yang sama. Flick menilai eksperimen itu berjalan cukup meyakinkan untuk mempertimbangkan memasukkan Fariñas ke susunan awal melawan Alavés.
Jika benar mendapat tempat di starting eleven, Fariñas akan menjadi salah satu perubahan paling mencolok di lini belakang Barcelona. Langkah itu sekaligus menegaskan kecenderungan Flick untuk memberi ruang kepada pemain muda dari akademi ketika tim membutuhkan energi baru. Dukungan pelatih disampaikan dengan kalimat singkat namun tegas: “Se merece jugar,” yang berarti sang pemain layak bermain.
Pernyataan itu bukan sekadar pujian formal. Dalam beberapa kesempatan, Flick dikenal cukup berhati-hati memberi menit bermain kepada pemain muda, terutama di lini pertahanan yang menuntut pengalaman dan konsistensi. Karena itu, sinyal positif terhadap Fariñas menunjukkan bahwa sang pemain telah memenuhi tuntutan taktis, mulai dari kemampuan bertahan satu lawan satu, kecepatan kembali ke posisi, hingga keberanian terlibat dalam build-up serangan dari sisi sayap.
De Jong hingga Pedri Masuk Pertimbangan
Fariñas bukan satu-satunya pemain yang dicoba di posisi berbeda. Flick juga melatih Frenkie de Jong sebagai bek tengah dalam beberapa sesi terakhir, dan tidak menutup kemungkinan memainkan gelandang asal Belanda itu di jantung pertahanan. Sebelumnya, De Jong tampil sebagai gelandang serang saat melawan Real Madrid, tetapi ia juga bisa mengisi lini tengah sebagai gelandang interior maupun di posisi yang lebih maju. Fleksibilitas itu memberi Flick keleluasaan menata ulang susunan pemain sesuai kebutuhan pertandingan.
Di sisi kiri pertahanan, Joao Cancelo berpeluang tetap menjadi pilihan utama. Sementara itu, Flick kembali menegaskan bahwa Alejandro Balde masih perlu membangun kepercayaan diri agar mampu memenuhi tuntutan permainan di posisi tersebut. Perhatian pelatih terutama tertuju pada kontribusi menyerang dari bek sayap; ia menginginkan pemain di posisi itu lebih berani naik membantu serangan. Penilaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan siapa yang tampil di sisi kiri.
Di lini tengah, keputusan soal Pedri belum pasti. Gelandang asal Kepulauan Canary itu mencatat 313 menit bermain dalam empat pertandingan terakhir, lebih banyak dibandingkan Rodri yang mengumpulkan 300 menit dan Fermín dengan 281 menit. Selisih ketiganya memang tidak terlalu lebar, tetapi catatan itu memberi Flick alasan untuk mempertimbangkan apakah Pedri kembali masuk susunan utama atau diberi waktu istirahat. Keputusan tersebut berpengaruh langsung pada tenaga yang tersedia di lini tengah Barcelona.
Gavi menjadi salah satu opsi untuk kembali menjadi starter. Kehadirannya berpeluang menambah energi dan intensitas di lini tengah, terutama saat Flick berusaha mengembalikan kesegaran tim setelah rangkaian pertandingan yang melelahkan. Intensitas pressing dan agresivitas dalam merebut bola menjadi elemen yang dinilai penting untuk menghadapi tim seperti Alavés, yang biasanya bermain rapat dan mengandalkan transisi cepat.
Persaingan di Lini Serang Masih Terbuka
Di lini serang, Lamine Yamal dan Raphinha diperkirakan tetap menjadi pilihan utama. Satu tempat lainnya masih menjadi tanda tanya, dengan Adeyemi muncul sebagai salah satu alternatif yang dipertimbangkan Flick. Pilihan pemain di depan dan perubahan di lini belakang menunjukkan fokus pelatih untuk merotasi tim secara menyeluruh, bukan hanya menambal satu atau dua posisi.
Bagi Barcelona, laga melawan Alavés menjadi kesempatan penting untuk mengubah komposisi dan mengembalikan momentum setelah dua kekalahan beruntun yang menurut pelatihnya berkaitan erat dengan kurangnya kesegaran. Dalam jadwal sepadat yang dijalani tim-tim papan atas Eropa, kemampuan mengelola beban bermain menjadi faktor penentu, terutama ketika kompetisi domestik dan Eropa berjalan beriringan.
Fariñas menjadi nama yang paling menarik perhatian dalam rencana tersebut. Ia sudah berlatih sebagai bek kanan sepanjang pekan dan mendapat dukungan langsung dari pelatihnya. Jika kesempatan itu benar-benar datang, laga melawan Alavés bisa menjadi titik awal bagi karier sang pemain muda di tim utama Barcelona, sekaligus bukti bahwa jalur akademi tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan skuad klub.
