Mitchell Baker memilih menuntaskan kuliah di Georgetown University sebelum memulai karier profesional, meski penyerang Timnas Indonesia itu sudah dipilih Colorado Rapids pada urutan ke-10 MLS SuperDraft 2026. Keputusan tersebut membuat pemain berusia 19 tahun itu menunda langkah ke klub profesional hingga pendidikannya benar-benar selesai. Pilihan ini menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, di tengah jalan menuju sepak bola profesional yang sebenarnya sudah terbuka lebar di hadapannya.
Pendidikan Menjadi Prioritas Utama
Baker menyampaikan alasan di balik keputusannya dalam wawancara dengan media Eropa, Tribuna. Ia mengaku bangga mendapat pengakuan dari Colorado Rapids melalui pemilihan pada urutan ke-10 MLS SuperDraft 2026, tetapi merasa perlu memenuhi komitmen akademiknya terlebih dahulu. Menurutnya, penghargaan berupa pemilihan di draft bukan alasan untuk meninggalkan rencana studi yang sudah ia susun sejak jauh sebelum namanya masuk dalam radar klub-klub profesional.
“Saya bangga dipilih Colorado Rapids pada urutan ke-10 dan sangat menghargai pengakuan tersebut,” ujar Baker, dikutip dari Tribuna. “Namun, saya sudah berkomitmen untuk menyelesaikan gelar sarjana di Georgetown sebelum menjadi pemain profesional.” Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusannya bukan bentuk keraguan terhadap peluang di level profesional, melainkan soal urutan prioritas yang sudah ia tetapkan sendiri.
Baker mulai menempuh pendidikan di Georgetown University pada 2024. Ia mengikuti kelas musim panas dan mengambil mata kuliah tambahan agar dapat menyelesaikan programnya lebih cepat daripada waktu normal. Sepanjang masa studi tersebut, ia tetap bermain di sepak bola kampus bersama Georgetown Hoyas, klub sepak bola universitas yang menjadi wadahnya bertanding dan menjaga kebugaran serta ketajaman instingnya sebagai penyerang. Kombinasi antara jadwal kuliah yang padat dan latihan rutin membuat periode ini menjadi ujian tersendiri bagi kedisiplinan seorang pemain muda.
Targetnya jelas: gelar sarjana rampung pada Desember 2026. Baker menjelaskan bahwa ia memulai kuliah saat berusia 17 tahun dan sengaja mengambil beban studi tambahan untuk mempercepat kelulusannya. “Saya mulai kuliah pada usia 17 tahun dan mengambil kelas musim panas serta mata kuliah tambahan. Dengan begitu, saya berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan program sarjana empat tahun hanya dalam dua setengah tahun, yakni pada Desember 2026,” tutur Baker. Cara ini memungkinkan dirinya menuntaskan pendidikan tanpa harus mengorbankan satu musim kompetisi penuh di lapangan.
Pengalaman Bersama Timnas Indonesia Memperkuat Ambisi
Langkah akademik itu ternyata tidak mengurangi dorongan Baker untuk bermain di level profesional. Pengalamannya bersama Timnas Indonesia justru menambah motivasi untuk melanjutkan karier setelah pendidikan selesai. Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 13 Juli 2026, lalu menjalani debut bersama skuad Garuda saat menghadapi Kamboja pada fase grup Piala AFF 2026, 27 Juli 2026.
Debut itu langsung memberi kesan kuat. Baker mencetak hattrick dalam kemenangan Indonesia dengan skor 5-1, sebuah awal yang membuat kiprahnya bersama tim nasional mendapat perhatian luas dari pengamat maupun pendukung. Bagi seorang pemain muda, catatan tiga gol pada laga debut merupakan modal kepercayaan diri yang sulit diperoleh lewat jalur lain, terutama karena ia melakukannya di ajang resmi antarnegara. “Pengalaman bersama Indonesia justru semakin meningkatkan motivasi saya untuk mengambil langkah berikutnya,” ucap Baker.
Bagi sepak bola Indonesia, keputusan Baker memperlihatkan bahwa perkembangan pemain muda tidak selalu harus berjalan lewat kontrak profesional secepat mungkin. Ia memilih menyelesaikan pendidikan sambil tetap menjaga jalur kariernya di lapangan, sehingga ketika nanti masuk ke lingkungan klub profesional, ia datang dengan bekal kompetitif dari pengalaman bersama tim nasional sekaligus kesiapan di luar lapangan. Pola seperti ini jarang ditemukan dalam pembinaan pemain muda di dalam negeri, yang umumnya mengejar debut profesional secepat mungkin dan kerap mengabaikan pendidikan formal. Pengalaman di Timnas dinilai memberi bekal kompetitif berupa mental bertanding di bawah tekanan, kemampuan membaca situasi pertandingan, serta adaptasi terhadap tuntutan taktik yang lebih tinggi.
Kapan Mitchell Baker Memulai Karier Profesional?
Baker berencana memulai perjalanan profesionalnya pada Januari 2027, setelah menyelesaikan pendidikan. Hingga saat ini, ia belum menentukan klub yang akan menjadi tujuan berikutnya. Pilihan klub itu masih terbuka, meski Colorado Rapids telah memberi pengakuan lewat pemilihan pada urutan ke-10 MLS SuperDraft 2026. Untuk sementara, Baker menuntaskan dua komitmen yang berjalan beriringan: kuliah di Georgetown dan membangun pengalaman bersama Timnas Indonesia.
Penyerang kelahiran Melbourne, Australia, 11 Desember 2006 itu belum mengumumkan ke mana ia akan melangkah setelah lulus. Yang sudah ia tegaskan, pendidikan sarjananya di Georgetown harus selesai sebelum ia menjadi pemain profesional. Dengan demikian, awal 2027 menjadi titik yang layak dinantikan, karena pada saat itulah keputusan besar mengenai masa depan klubnya diperkirakan mulai terjawab. Apa pun pilihan yang diambil nanti, keputusan Baker saat ini sudah memberi gambaran bahwa jalur pemain muda menuju level tertinggi bisa dirancang lebih matang, dengan pendidikan sebagai fondasi yang tidak perlu dikorbankan.
