Real Madrid berhasil menjaga jarak dari dua pesaing teratas di papan atas Liga Spanyol setelah menundukkan Racing Santander dengan skor 3-0 pada pertandingan yang digelar Minggu (1/11) di Stadion El Sardinero. Kemenangan tersebut memperpanjang catatan kemenangan Los Blancos menjadi enam laga beruntun di semua kompetisi. Tambahan tiga poin membuat Real Madrid mengoleksi 27 poin dari 11 pertandingan dan untuk sementara menempati peringkat ketiga klasemen sementara.
Gol-Gol Babak Pertama yang Menentukan Arah Laga
Tiga gol kemenangan Real Madrid lahir pada babak pertama melalui Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Yan Diomande. Tim tamu langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Arda Guler lebih dulu memperoleh peluang emas setelah menerima umpan dari Trent Alexander-Arnold, tetapi tembakannya masih melebar dari sasaran. Bellingham kemudian menyambut bola dengan sundulan jarak dekat yang masih mampu ditepis kiper Julen Agirrezabala, menandakan bahwa tekanan Madrid semakin intensif.
Madrid akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-11 lewat titik penalti. Mbappe dijatuhkan di dalam kotak terlarang, lalu menuntaskan sendiri hadiah tendangan dari titik putih tersebut dengan sepakan keras yang tidak mampu dijangkau kiper. Gol itu menjadi gol ketujuh Mbappe dalam lima pertandingan terakhir, menegaskan konsistensinya sebagai ujung tombak utama Los Blancos di awal musim ini. Sepuluh menit berselang, Guler mengirim umpan terobosan yang membelah pertahanan tuan rumah. Bellingham mengejar bola, melewati Agirrezabala dengan sontekan, lalu menceploskan bola ke gawang kosong untuk membuat Madrid unggul 2-0 pada menit ke-21.
Diomande menambah gol ketiga pada menit ke-36 melalui tembakan voli keras dari depan kotak penalti yang gagal dijangkau Agirrezabala. Ketiga gol itu lahir dalam periode ketika Madrid tampil tajam dan mampu memaksimalkan setiap peluang yang mereka dapatkan sebelum jeda. Efisiensi itulah yang menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini, mengingat Madrid tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi mereka mampu mengubah peluang menjadi gol dengan sangat efektif.
Dominasi Penguasaan Bola Racing Belum Cukup
Racing Santander mengubah pendekatan selepas turun minum dan bermain jauh lebih agresif. Tuan rumah mencatat penguasaan bola hingga sekitar 70 persen, tetapi kesulitan mengubah dominasi tersebut menjadi ancaman yang benar-benar berbahaya. Madrid, dengan keunggulan tiga gol, memilih bermain lebih disiplin di belakang dan mengandalkan serangan balik. Mbappe bahkan hampir menambah gol ketika sepakannya membentur tiang gawang, menjadi salah satu momen yang menunjukkan bahwa Madrid tetap berbahaya meski tidak menguasai bola.
Momen lain yang menarik perhatian terjadi ketika Racing meminta penalti karena dugaan handball yang dilakukan Aurelien Tchouameni. Wasit Jose Luis Montero sempat meninjau tayangan VAR sebelum akhirnya membatalkan keputusan penalti tersebut. Laga juga sempat terhenti sejenak setelah sejumlah benda, termasuk korek api, dilemparkan ke lapangan dari arah penonton. Skor akhirnya tidak berubah sampai pertandingan berakhir, dan perbedaan paling nyata terlihat pada efektivitas kedua tim: Madrid mencetak tiga gol pada babak pertama, sedangkan penguasaan bola Racing selepas jeda tidak menghasilkan satu pun balasan.
Dari perspektif klasemen, hasil ini sangat berarti bagi Real Madrid. Barcelona berada di puncak dengan keunggulan tiga poin atas Madrid, sementara Atletico Madrid hanya unggul satu poin dari Los Blancos. Kemenangan ini menjaga Madrid tetap dekat dalam persaingan papan atas setelah mereka juga menundukkan Barcelona di Camp Nou pada akhir pekan sebelumnya. Rangkaian hasil positif tersebut menunjukkan bahwa skuad asuhan pelatih mampu merespons tekanan dengan performa yang konsisten di lini serang maupun pertahanan.
Bagi Racing Santander, kekalahan ini menjadi catatan penting bahwa penguasaan bola semata tidak cukup untuk menembus pertahanan tim sekaliber Madrid. Upaya bangkit pada babak kedua belum mampu menghasilkan gol yang bisa memperkecil ketertinggalan. Sementara itu, Real Madrid kini membawa enam kemenangan beruntun ke pertandingan berikutnya, dengan persaingan di papan atas tetap rapat bersama Barcelona dan Atletico yang berada di atas mereka. Konsistensi menjadi kunci jika Madrid ingin terus menekan kedua pesaingnya dalam perebutan gelar Liga Spanyol musim ini.
