Manchester City Kalah 1-3 dari Forest, Tren Buruk Berlanjut

Manchester City menelan kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest di City Ground pada Minggu dini hari WIB. Hasil tersebut menjadi kekalahan ketiga beruntun City di Liga Inggris setelah sebelumnya tumbang dari Aston Villa dan Brighton, sekaligus membuat jarak mereka dengan pemuncak klasemen Arsenal melebar menjadi enam poin. Bagi Forest, kemenangan ini sangat berharga karena mengangkat mereka keluar dari zona degradasi ke peringkat ke-16 dengan koleksi sembilan poin.

City kehilangan kendali sejak awal pertandingan

Tuan rumah tidak memberi Manchester City waktu untuk mengatur permainan. Forest langsung menekan sejak menit-menit awal dan menuai hasil pada menit ke-6. Jair Cunha merebut bola dari Josko Gvardiol, membawa serangan ke depan, lalu menuntaskannya dengan tembakan mendatar yang gagal dihentikan Gianluigi Donnarumma. Gol cepat itu mengubah peta pertandingan: City dipaksa mengejar dari belakang sejak awal, sementara Forest mendapat keleluasaan untuk bermain dengan cara yang paling mereka inginkan, yakni menunggu dan menyerang lewat transisi.

Pola itu terulang pada menit ke-18. Kesalahan koordinasi Eliott Anderson dan Iliman Ndiaye di lini tengah membuat Xaver Schlager bisa merebut bola. Liam Delap kemudian menguasainya, menggiring bola masuk ke kotak penalti, dan melepaskan tembakan keras yang kembali menggetarkan gawang City. Dua gol dalam rentang kurang dari dua puluh menit menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan tim tamu ketika kehilangan bola di area yang berbahaya.

City mencoba merespons dengan menguasai bola seperti biasa. Namun penguasaan bola tidak selalu berbuah peluang, dan Forest tetap tampak berbahaya setiap kali berhasil merebutnya. Erling Haaland sempat melewati kiper Matz Sels dan mengarahkan bola ke gawang yang terbuka, tetapi Cunha menyapu peluang itu sebelum bola berubah menjadi gol. Momen tersebut menjadi gambaran babak pertama: Forest tampil lebih efektif, sementara City harus bekerja jauh lebih keras untuk menciptakan kesempatan.

Bagaimana Forest menjaga keunggulan di babak kedua

City mengubah susunan setelah jeda dengan memasukkan Josko O’Reilly dan Matheus Nunes. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-52. Umpan silang Jeremy Doku tidak dibersihkan dengan sempurna oleh barisan pertahanan Forest, lalu Rayan Cherki menyambarnya lewat tembakan setengah voli kaki kiri untuk mengubah skor menjadi 2-1. Gol itu menghidupkan kembali pertandingan dan memberi City momentum yang mereka butuhkan.

Namun Forest tidak sekadar bertahan di area sendiri. Serangan tuan rumah tetap mengancam, dan pada menit ke-67 tembakan Ryan Yates membentur Elliot Anderson sebelum menghantam mistar gawang. Peringatan itu nyaris tidak diindahkan City. Delap akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-73 lewat serangan balik yang dimulai Morgan Gibbs-White; Delap menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut atas gawang Donnarumma.

Gol ketiga itu memperlihatkan celah yang terus muncul sepanjang laga: setiap kali City kehilangan bola, Forest bisa bergerak cepat ke ruang yang ditinggalkan lawan. Hingga peluit akhir, City gagal mencetak gol tambahan meski pergantian pemain dan tekanan di babak kedua sempat membuat mereka tampil lebih agresif. Skor tetap 3-1 untuk Nottingham Forest.

Dampak bagi klasemen dan kedua tim

Menurut data klasemen dalam bahan pertandingan, Arsenal mengoleksi 27 poin dan unggul enam angka atas City yang berada di posisi kedua. Bagi City, rentetan tiga kekalahan ini membuat ruang untuk mengejar pemuncak klasemen semakin sempit. Mereka perlu segera menghentikan tren buruk agar jarak tidak semakin melebar, terutama karena kompetisi liga berjalan panjang dan setiap poin yang hilang sulit dikembalikan.

Forest mendapat manfaat langsung dari hasil ini. Kemenangan tersebut membawa mereka ke peringkat ke-16 dengan sembilan poin dan keluar dari zona degradasi, sekaligus memberi dorongan penting dalam persaingan papan bawah. Dalam pertandingan ini Forest menurunkan Matz Sels di bawah mistar dengan formasi 3-4-3, sementara City memakai susunan 4-2-3-1. Delap, yang pernah menimba ilmu di akademi City, menjadi pembeda lewat dua penyelesaian yang mengubah kesalahan dan ruang kosong menjadi gol.

Bagi City, persoalan yang tampak paling mendesak bukan sekadar kurangnya penguasaan bola, melainkan bagaimana mereka mengelola risiko ketika menyerang. Dua gol pertama Forest lahir dari situasi kehilangan bola di lini tengah dan pertahanan yang terlambat mengantisipasi pergerakan lawan. Jika pola itu tidak segera diperbaiki, tekanan di laga-laga berikutnya akan semakin besar, baik dari segi klasemen maupun dari sisi kepercayaan diri pemain. Sementara itu, Forest membuktikan bahwa efisiensi dan disiplin dalam bertahan bisa menjadi senjata ampuh menghadapi tim yang jauh lebih dominan dalam penguasaan bola.

Penulis