Ubed Melaju ke Final French Open, Tantang Christo Popov

PARIS — Mohammad Zaki Ubaidillah memastikan tiket final French Open setelah menaklukkan wakil tuan rumah Alex Lanier dalam pertarungan tiga gim di Arena Grand, Paris, Minggu. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menang 21-16, 16-21, 21-17 dalam laga berdurasi 1 jam 14 menit. Pada partai puncak yang digelar Minggu (25/10), ia akan menghadapi pemain Prancis Christo Popov, yang lebih dulu mengalahkan Hu Zhe An dari China.

Duel sengit tiga gim melawan Alex Lanier

Tekanan dari penonton tuan rumah tak membuat Ubed kehilangan kendali pada gim pembuka. Ia menjaga permainan tetap rapi, mengatur tempo dengan sabar, dan menutup gim pertama dengan keunggulan 21-16. Penampilan tenang itu menjadi modal penting mengingat Lanier bermain di hadapan publiknya sendiri dan mendapat dukungan penuh sepanjang pertandingan.

Lanier lalu membalas pada gim kedua. Kedua pemain sempat sama kuat pada kedudukan 10-10, tetapi wakil Prancis itu merebut momentum dan memperlebar jarak. Ubed kehilangan gim kedua 16-21, sehingga pertandingan harus ditentukan lewat gim penentu. Awal gim ketiga sempat menjadi ujian karena Ubed tertinggal lebih dulu, sebelum ia memperbaiki ritme dan menaikkan tekanan dalam reli. Hasilnya terlihat saat ia memimpin 11-7 pada interval.

Lanier mencoba mengejar dengan serangan cepat. Namun, Ubed tetap tenang ketika reli memasuki momen penting dan menjaga keunggulan sampai mencapai match point pada 20-17. Ia menuntaskan kesempatan berikutnya untuk mengunci kemenangan 21-17. Perubahan permainan di gim penentu menjadi kunci: setelah sempat berada di bawah tekanan, Ubed mampu mengambil kendali lewat permainan yang lebih agresif dan menjaga jarak angka, sehingga tidak membiarkan Lanier memanfaatkan dukungan publik Paris untuk membalikkan keadaan.

Final Super 750 pertama bagi Ubed

Kemenangan atas Lanier membawa Ubed ke final turnamen BWF World Tour Super 750 untuk pertama kalinya. Pemain Indonesia berusia 19 tahun itu sebelumnya juga melewati lawan-lawan berat, termasuk Koki Watanabe dari Jepang serta Chi Yu Jen dari Taiwan pada perempat final. Catatan tersebut menunjukkan bahwa langkahnya ke partai puncak bukan hasil undian yang mudah, melainkan buah dari konsistensi performa sepanjang turnamen.

Partai puncak menghadirkan tantangan berbeda. Popov akan bermain sebagai wakil tuan rumah dengan dukungan penonton, sementara Ubed datang dengan bekal kemenangan dramatis di semifinal. Hasil pertandingan Popov atas Hu Zhe An memastikan lawan Ubed di final, tetapi bahan yang tersedia tidak merinci skor duel tersebut. Level Super 750 sendiri merupakan salah satu tingkatan tertinggi dalam kalender BWF World Tour, sehingga pencapaian ini menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan karier pemain muda seperti Ubed.

Bagi Indonesia, keberhasilan Ubed menembus final menjaga peluang membawa pulang gelar dari Paris. Konteks turnamen juga memperlihatkan bahwa tidak semua wakil Merah Putih melaju sejauh itu. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tersingkir di semifinal ganda putri setelah kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dengan skor 18-21, 15-21 dalam laga 47 menit. Kekalahan itu memastikan Indonesia tanpa wakil di final ganda putri.

Di nomor ganda putra, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga gagal melaju setelah takluk 16-21, 15-21 dari pasangan Malaysia Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Dengan dua pasangan Indonesia tersingkir di semifinal, perhatian kini tertuju sepenuhnya pada kesempatan Ubed di nomor tunggal putra. Ia akan menghadapi Popov pada final French Open, Minggu, 25 Oktober, setelah melewati laga semifinal yang berlangsung ketat hingga gim ketiga.

Menghadapi Popov, Ubed perlu menjaga efisiensi permainan dan mengelola tekanan penonton tuan rumah yang dipastikan kembali memadati arena. Modal kemenangan atas Lanier menunjukkan bahwa ia mampu bertahan dalam laga panjang dan bangkit setelah kehilangan satu gim, dua hal yang kerap menentukan hasil di partai final. Jika mampu mempertahankan ketenangan pada reli-reli krusial, peluang Indonesia membawa pulang gelar dari Paris tetap terbuka lebar.

Penulis