Jakarta — Timnas U15 Indonesia merespons kekalahan tipis dari Portugal dengan kemenangan telak 6-1 atas Burundi dalam lanjutan Grup G Piala Dunia dan Festival FIFA 2026 di Hovsan Competition Complex, Azerbaijan, Senin (26/10). Kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Garuda Muda yang tampil agresif dan sudah unggul 2-0 saat jeda. Pertandingan dimainkan dalam format delapan lawan delapan dengan dua babak berdurasi masing-masing 20 menit.
Gol cepat Hariri membuka kendali pertandingan
Indonesia membuka keunggulan pada menit kedua melalui Muhammad Hariri. Ia melewati lawan dengan gerakan memutar sebelum menuntaskan peluang, sebuah aksi individu yang langsung memberi Garuda Muda kendali permainan. Gol cepat itu memaksa Burundi keluar dari rencana awal dan mengejar ketertinggalan, sementara Indonesia lebih leluasa mengatur tempo serta memanfaatkan ruang yang terbuka.
Keunggulan Indonesia bertambah pada menit ke-10 melalui Rendra Maulana. Ia menyelesaikan umpan Lyonel Musaling dari sisi kiri, menunjukkan bahwa serangan Garuda Muda tidak hanya bergantung pada aksi individu, tetapi juga mampu dibangun melalui kerja sama sayap. Indonesia menjaga jarak dua gol hingga jeda, sedangkan Burundi baru meningkatkan intensitas tekanan setelah babak kedua dimulai.
Burundi sempat masuk ke area pertahanan Indonesia, tetapi barisan belakang Garuda Muda mampu meredam serangan mereka. Pada menit ke-26, Rendra hampir mencetak gol keduanya, tetapi tembakannya melebar di sisi kanan gawang. Tekanan Burundi akhirnya berbuah gol pada menit ke-28 ketika pemain bernomor punggung 10 melepaskan tembakan dari area tengah lapangan dan memperkecil jarak menjadi 2-1.
Respons Indonesia berlangsung cepat. Hariri mencetak gol keduanya setelah menyambar bola hasil sepakan Rendra yang lebih dulu membentur tiang. Gol itu mematahkan momentum Burundi dan mengembalikan kendali pertandingan kepada Indonesia. Dalam format pertandingan yang singkat, kemampuan merespons gol lawan dengan segera menjadi faktor penting karena dapat mencegah lawan membangun tekanan berkepanjangan.
Produktivitas dan variasi serangan jadi modal penting
Reganatha Harfi kemudian memperlebar jarak melalui tembakan jarak jauh. Muhammad Nazar ikut mencatatkan namanya di papan skor, sebelum Indonesia mendapatkan gol keenam setelah koordinasi pertahanan Burundi gagal mengantisipasi serangan. Rangkaian gol tersebut memperlihatkan Indonesia mampu memanfaatkan ruang dan bergerak cepat setelah merebut atau menerima bola, sehingga serangan yang dibangun tidak mudah dibaca lawan.
Hariri memberi ancaman lewat aksi individu, sementara gol Rendra berawal dari serangan di sisi kiri. Tembakan jarak jauh Reganatha menambah variasi serangan Garuda Muda. Kombinasi tersebut menjadi modal berharga karena menunjukkan tim asuhan Furqon Alkatiri memiliki beberapa jalur untuk menciptakan peluang, bukan hanya mengandalkan satu pola. Produktivitas enam gol dalam laga berdurasi terbatas juga mencerminkan efisiensi dalam memanfaatkan peluang.
Hasil ini penting dalam konteks jadwal padat pada hari yang sama. Indonesia lebih dulu kalah 1-2 dari Portugal, lalu membalas dengan kemenangan besar atas Burundi. Pergantian suasana dari hasil negatif ke pesta gol memberi tim modal positif untuk melanjutkan kiprah di turnamen. Meski demikian, sumber tidak merinci jadwal pertandingan berikutnya maupun komposisi klasemen Grup G secara lengkap.
Informasi pertandingan ini dilaporkan ANTARA dengan merujuk laman resmi FIFA. Bahan pembanding yang disertakan berasal dari VIVA, tetapi membahas pertandingan berbeda dan tidak memuat data yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi hasil Indonesia melawan Burundi. Karena itu, skor, pencetak gol, dan jalannya laga dalam laporan ini bersandar pada bahan ANTARA. Format pertandingan membuat setiap babak berlangsung singkat, sehingga gol pembuka Hariri pada menit kedua menjadi dorongan penting bagi Indonesia. Garuda Muda menutup laga dengan keunggulan lima gol: 6-1.
Bagi Timnas U15 Indonesia, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga gambaran tentang kemampuan tim beradaptasi dengan format pertandingan yang menuntut transisi cepat. Gol-gol yang lahir dari aksi individu, serangan sayap, tembakan jarak jauh, dan pemanfaatan kesalahan lawan menunjukkan variasi yang dapat menjadi bekal penting pada laga-laga berikutnya. Dengan kepercayaan diri yang kembali terjaga, Garuda Muda memiliki modal untuk menjaga konsistensi dan mempertahankan intensitas permainan di sisa turnamen.
