Timnas Spanyol semakin kokoh di puncak klasemen UEFA Nations League Grup A3 setelah membungkam Republik Ceko dengan skor 3-1 di Carlos Tartiere Stadium, Oviedo, pada Minggu (4/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif La Furia Roja, sekaligus membuat Ceko terpuruk sebagai juru kunci grup tanpa satu pun poin. Spanyol kini mengoleksi 9 poin sempurna dari tiga pertandingan dan menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat untuk melaju ke babak semifinal.
Dominasi Spanyol Sejak Menit Awal
Spanyol membuka keunggulan lebih cepat melalui gol Lamine Yamal pada menit keenam. Pemain muda itu memanfaatkan celah di lini pertahanan Ceko dan menuntaskan peluang dengan tenang. Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh Rodri pada menit ke-35, memastikan tuan rumah menutup babak pertama dengan kendali penuh atas pertandingan. Ceko tampak kesulitan mengimbangi tempo dan penguasaan bola yang diperagakan anak asuh Luis de la Fuente.
Memasuki babak kedua, Spanyol tetap mendominasi jalannya pertandingan. Ceko sempat memberi harapan melalui gol Jiri Slama pada menit ke-69, yang memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Namun, harapan itu praktis pupus setelah Ladislav Krejci menerima kartu merah pada menit ke-85. Bermain dengan sepuluh pemain, Ceko semakin tertekan, dan Mikel Merino memastikan kemenangan Spanyol lewat golnya di penghujung laga, tepatnya menit ke-89.
Statistik pertandingan menggambarkan betapa dominannya Spanyol. Penguasaan bola mereka mencapai 69 persen dengan 18 tembakan, sepuluh di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Ceko hanya mampu melepaskan lima tendangan dan hanya dua yang tepat sasaran. Pelatih Luis de la Fuente juga melakukan rotasi signifikan dengan menurunkan sembilan pemain berbeda dari laga sebelumnya melawan Kroasia. Keputusan tersebut terbukti efektif, bahkan memberi kesempatan debut sebagai starter kepada Roberto Fernandez dan Fresneda. Rotasi semacam ini menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Spanyol, sehingga mereka tetap kompetitif meski tanpa banyak pemain utama.
Klasemen Grup A3 Versi Terbaru
Berkat hasil tersebut, Spanyol memimpin klasemen Grup A3 dengan 9 poin dari tiga kemenangan. Inggris berada di posisi kedua dengan 6 poin setelah meraih dua kemenangan, termasuk kemenangan telak 7-0 atas Kroasia sehari sebelumnya. Tim Tiga Singa hanya kalah tipis 2-3 dari Spanyol. Kroasia menghuni peringkat ketiga dengan 3 poin, sedangkan Ceko terpuruk di dasar klasemen tanpa poin dan mencatatkan tiga kekalahan beruntun.
Menariknya, Ceko menjadi tim yang paling sering bermain dengan sepuluh orang dalam grup ini. Mereka bermain dengan sepuluh pemain selama 65 menit saat melawan Inggris dan 5 menit ketika menghadapi Spanyol. Disiplin yang buruk menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera dibenahi jika Ceko ingin meraih hasil positif pada laga-laga berikutnya. Dengan selisih gol minus enam dan produktivitas gol yang rendah, Ceko menghadapi tugas berat untuk bangkit di sisa pertandingan grup.
Rekor Impresif dan Komitmen Regenerasi
Kemenangan atas Ceko melengkapi catatan impresif Spanyol, yakni delapan kemenangan beruntun dan tidak terkalahkan dalam 40 laga terakhir sejak Juni 2025. Terakhir kali mereka kalah dalam waktu normal adalah pada 22 Maret 2024 dengan skor 0-1 melawan Kolombia. Konsistensi semacam ini menempatkan Spanyol sebagai salah satu tim paling stabil di Eropa saat ini, baik di level kompetitif maupun dalam pertandingan uji coba.
Pelatih Luis de la Fuente mengaku sangat bahagia dengan pencapaian timnya. Ia menyebut satu kemenangan lagi akan menghasilkan angka yang luar biasa. Menurutnya, timnya tidak pernah berhenti berkembang dan terus melahirkan pemain masa depan. Ia juga menekankan bahwa mereka mengakhiri laga melawan Ceko hanya dengan satu pemain yang tampil di final Piala Dunia 2026. Fakta tersebut menunjukkan komitmen kuat Spanyol terhadap regenerasi, dengan memberi ruang bagi pemain muda untuk mengambil peran penting di timnas senior.
Strategi regenerasi ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Perpaduan antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda membuat La Furia Roja mampu menjaga keseimbangan antara hasil jangka pendek dan pembangunan jangka panjang. Hal ini pula yang membuat mereka tetap dominan meski menghadapi jadwal padat dan rotasi pemain yang cukup sering dilakukan.
Laga Matchday 4 Jadi Penentu
Pertandingan pada Matchday 4 diprediksi menjadi penentu arah Grup A3. Spanyol akan menjamu Kroasia di kandang sendiri. Jika berhasil meraih kemenangan, Spanyol akan mengunci posisi juara grup dan memastikan satu tempat di semifinal UEFA Nations League. Sementara itu, Inggris akan menghadapi Ceko, di mana Ceko akan berjuang mati-matian untuk meraih poin pertama mereka di kompetisi ini.
Secara head-to-head, Spanyol memiliki catatan dominan atas Ceko dalam lima pertemuan terakhir. Ceko bahkan belum pernah meraih kemenangan di ajang Nations League melawan Spanyol. Kemenangan terakhir Ceko atas Spanyol terjadi pada laga persahabatan di tahun 2016. Catatan ini tentu menjadi modal kepercayaan diri bagi Spanyol, sekaligus peringatan bagi Ceko bahwa mereka membutuhkan perbaikan besar jika ingin mengubah sejarah pertemuan kedua tim.
Dengan komposisi pemain yang dalam, rekor tak terkalahkan yang panjang, serta momentum kemenangan beruntun, Spanyol berada di jalur yang tepat untuk melaju jauh di UEFA Nations League. Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan. Kroasia dan Inggris masih memiliki peluang untuk menekan, terutama jika Spanyol tergelincir pada laga berikutnya. Bagi Ceko, sisa pertandingan grup menjadi ajang pembuktian untuk memulihkan martabat sekaligus menghindari catatan kelam tanpa poin hingga akhir kompetisi.
