Timnas Korea Selatan akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah menaklukkan Uzbekistan dengan skor 2-0 dalam laga persahabatan FIFA International Friendly yang digelar di Daejeon World Cup Stadium, Rabu, 6 Oktober 2026. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah karena kapten tim, Son Heung-min, resmi memecahkan rekor gol sepanjang masa timnas Korea Selatan yang telah bertahan selama 38 tahun.
Dua gol kemenangan Taeguk Warriors dicetak oleh Son Heung-min pada menit keenam dan Oh Se-hun pada menit ke-60. Kemenangan ini terasa krusial mengingat Korea Selatan sebelumnya menelan kekalahan telak 1-4 dari Uruguay dan hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Venezuela. Sekitar 40.000 penonton yang memadati stadion menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.
Son Heung-min Cetak Gol Ke-59 dan Ukir Sejarah Baru
Laga baru berjalan enam menit ketika Son Heung-min langsung menggebrak pertahanan Uzbekistan. Menerima umpan dari Lee Jae-sung atau Lee Kang-in, bintang yang kini memperkuat klub LAFC itu melakukan gerakan memotong dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan kaki kanan yang tak mampu dihalau kiper Uzbekistan, Utkir Yusupov. Bola bersarang di gawang dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Korea Selatan.
Gol tersebut bukan sekadar pembuka keunggulan, melainkan sebuah ukiran sejarah baru dalam sepak bola Korea Selatan. Ini merupakan gol ke-59 Son Heung-min untuk timnas, yang secara resmi memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa yang sebelumnya dipegang legenda Cha Bum-kun dengan 58 gol. Rekor Cha Bum-kun sendiri telah bertahan sejak tahun 1986, menjadikannya salah satu pencapaian paling ikonik dalam sejarah sepak bola Korea.
Media Korea, Star News, melaporkan momen bersejarah ini dengan judul “Son Heung-min, New Record for Most Goals in Korean Football History”. Sebelumnya, Son telah menyamai rekor Cha ketika Korea Selatan kalah 1-4 dari Uruguay pada 28 September lalu. Dalam pertandingan tersebut, ia mencetak gol ke-58 melalui tendangan bebas. Kini, ia berdiri sendiri sebagai top skorer sepanjang masa timnas Korea Selatan.
Pencapaian ini menegaskan posisi Son Heung-min sebagai salah satu pesepak bola terbesar yang pernah dimiliki Korea Selatan. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai pemain yang konsisten, memiliki kecepatan luar biasa, serta kemampuan menyelesaikan peluang dengan kedua kaki. Kepemimpinannya sebagai kapten juga menjadi faktor penting dalam menjaga semangat tim di tengah tekanan.
Oh Se-hun Kunci Kemenangan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Korea Selatan tetap mendominasi jalannya pertandingan. Pada menit ke-60, Oh Se-hun, striker berusia 27 tahun yang bermain untuk Shimizu S-Pulse di Jepang, menggandakan keunggulan timnya. Baru masuk menggantikan Oh Hyeon-gyu, Oh Se-hun memanfaatkan blunder dari bek Uzbekistan dan langsung menyontek bola masuk ke gawang lawan, mengubah skor menjadi 2-0.
Gol tersebut merupakan gol kedua Oh Se-hun di tim nasional tahun ini. Star News menyoroti aksinya dengan judul “Oh Se-hoon Scores Decisive Goal [Yongin On-Site Review]”. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Uzbekistan sempat melancarkan protes pada menit ke-47 yang berujung kartu kuning untuk Sherzod Esanov. Protes tersebut tidak mengubah jalannya pertandingan, dan Korea Selatan tetap mengontrol permainan hingga akhir.
Susunan Pemain dan Konteks Pertandingan
Korea Selatan tampil dengan formasi 4-4-2 di bawah asuhan pelatih Robert Moreno. Posisi kiper dipercayakan kepada Jo Hyeon-woo, sementara lini belakang diisi oleh Park Jin-seob, Kim Tae-hyeon, dan Lee Han-beom. Di lini tengah, Cho Hyun-taek, Lee Jae-sung, Hwang Hee-chan, dan Lee Kang-in bahu-membahu mengatur serangan. Sementara itu, lini depan dipercayakan kepada Oh Se-hun dan Son Heung-min yang bertindak sebagai kapten.
Uzbekistan sendiri turun dengan formasi 4-3-3. Posisi kiper diisi oleh Utkir Yusupov atau Nematov, dengan lini belakang diperkuat Karimov, Khusanov, Urozov, dan Nasrullaev. Lini tengah dipercayakan kepada Abbosbek Fayzullaev, Odiljon Xamrobekov, dan Dostonbek Khamdamov, sedangkan lini depan diisi Eldor Shomurodov yang bertindak sebagai kapten dan Khuisain Norchaev. Beberapa pemain cadangan Korea Selatan meliputi Kim Seung-gyu dan Gu Sung-yun di posisi kiper, Seol Young-woo dan Lee Tae-seok di lini belakang, Hwang In-beom di lini tengah, serta Oh Hyeon-gyu dan Song Min-kyu di lini depan. Uzbekistan juga memiliki Azizjon Ganiev dan Akmal Mozgovoy sebagai opsi di lini tengah.
Pelatih Korea Selatan, Robert Moreno, yang sebelumnya terlihat frustrasi di bangku cadangan saat melawan Uruguay, kini bisa bernapas lega. Kemenangan ini memberinya kepercayaan diri sekaligus memicu kembali semangat tim menjelang persiapan Piala Dunia 2026 dan Piala Asia yang akan digelar pada Januari 2027.
Dampak bagi Korea Selatan dan Uzbekistan
Kemenangan ini membawa angin segar bagi skuad asuhan Robert Moreno yang akan menghadapi Yaman pada 10 Januari, Vietnam pada 15 Januari, dan Uni Emirat Arab pada 20 Januari di Grup A Piala Asia 2027. Dengan modal kemenangan ini, Korea Selatan diharapkan dapat tampil lebih percaya diri dan konsisten dalam menghadapi lawan-lawan di turnamen bergengsi tersebut. Terlebih lagi, kehadiran Son Heung-min sebagai pemimpin tim sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa menjadi nilai tambah yang signifikan.
Di sisi lain, Uzbekistan yang kini berada di peringkat 62 FIFA tetap menjadi tim yang berbahaya meskipun harus menelan kekalahan. Mereka telah lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah pencapaian luar biasa bagi sepak bola negara tersebut. Dengan pemain kunci seperti Fayzullaev dan Shomurodov, Uzbekistan berpotensi menjadi kejutan di turnamen besar mendatang.
Sementara itu, rekor yang baru saja dipecahkan Son Heung-min menjadi pengingat akan kualitas dan dedikasi yang dibutuhkan untuk mencapai level tertinggi dalam sepak bola internasional. Rekor 58 gol Cha Bum-kun yang bertahan hampir empat dekade akhirnya runtuh, menandai generasi baru dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Bagi para penggemar di seluruh dunia, momen ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi selalu membuahkan hasil. Kini mata akan tertuju pada langkah berikutnya bagi Son dan timnya saat mereka bersiap menghadapi tantangan di Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2026.
