Timnas Prancis berhasil bangkit dari ketertinggalan dan mencukur Belgia dengan skor 4-1 dalam lanjutan UEFA Nations League A Grup 1 Matchday 4 di Stade de France, Selasa (7/10/2026) dini hari WIB. Empat gol Les Bleus tercipta hanya dalam 13 menit terakhir, membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal akibat gol Dodi Lukebakio di babak pertama.
Prancis Dominan, Belgia Curi Keunggulan
Duel antara dua tim tetangga Eropa ini berlangsung ketat sejak menit awal. Prancis mendominasi penguasaan bola hingga 66 persen, namun kesulitan membongkar pertahanan rapat yang dibangun Belgia. Bahkan, Les Bleus tercatat mencatatkan delapan pertandingan beruntun tanpa gol di babak pertama, sebuah catatan yang menggambarkan betapa alotnya lini serang mereka ketika menghadapi tim yang bermain bertahan.
Pada menit ke-35, Belgia justru berhasil mencuri keunggulan. Romeo Lavia (Chelsea) mengirimkan umpan terobosan panjang yang membelah pertahanan Prancis, lalu Dodi Lukebakio (Sevilla) dengan tenang menyelesaikan peluang satu lawan satu melawan kiper debutan Prancis, Guillaume Restes (Toulouse). Skor 0-1 untuk keunggulan Belgia bertahan hingga turun minum, sekaligus mengancam rekor tak terkalahkan Prancis dalam laga kompetitif melawan Belgia sejak 1981.
Kondisi tersebut tentu menjadi pukulan tersendiri bagi tuan rumah. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Prancis dituntut untuk segera bangkit pada paruh kedua. Situasi ini juga menjadi ujian bagi Zinedine Zidane, yang tengah mencari hasil positif dalam laga kompetitif di kandang.
Zidane Ubah Laga dengan Pergantian Pemain Brilian
Memasuki babak kedua, Zinedine Zidane melakukan perubahan krusial pada menit ke-60. Ia memasukkan dua pemain kunci, Michael Olise (Bayern) dan Rayan Cherki (Man City), menggantikan Dembele dan Akliouche. Tak lama berselang, tepatnya menit ke-72, Désiré Doué (PSG) juga masuk menggantikan Barcola. Keputusan Zidane ini terbukti jitu dan mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Pada menit ke-77, Désiré Doué berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Menerima assist dari Lucas Da Cunha (Nice), Doué melepaskan tendangan rendah kaki kiri dari tepi kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper debutan Belgia, Maarten Vandevoordt (Genk). Gol tersebut memecah kebuntuan dan membangkitkan semangat seluruh pemain serta pendukung di stadion.
Hanya empat menit berselang, tepatnya menit ke-81, Rayan Cherki membawa Prancis berbalik unggul 2-1. Menerima umpan tarik dari Olise, Cherki melepaskan tendangan voli yang membobol gawang Belgia. Stade de France pun bergemuruh menyambut gol kedua ini, membuka keran gol Les Bleus secara deras.
Michael Olise melanjutkan pesta gol Prancis pada menit ke-88. Ia memanfaatkan umpan pendek dari Doué dan menceploskan bola ke sudut bawah gawang, menjadikan skor 3-1. Gol itu merupakan gol keempat Olise dalam tiga laga terakhir Prancis, meskipun ia hanya satu kali menjadi starter. Pemain muda Bayern Munich tersebut kembali mencetak gol di masa injury time, menit ke-90+1, melengkapi brace-nya. Lagi-lagi berkat assist Doué, Olise menyelinap di belakang pertahanan Belgia dan mencetak gol penutup. Keterlibatan Olise dalam 17 gol dari 16 caps pada tahun 2026 membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match.
Statistik, Klasemen, dan Prospek Selanjutnya
Prancis menunjukkan dominasi dengan 23 tembakan berbanding 5 milik Belgia, dengan 8 tembakan tepat sasaran berbanding 2. Penguasaan bola Prancis mencapai 66 persen berbanding 34 persen Belgia. Hasil tersebut membuat Prancis kini unggul dalam tujuh pertemuan beruntun melawan Belgia sejak 2015.
Belgia tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans yang terkena skorsing, serta Leandro Trossard yang cedera dan Thibaut Courtois yang tidak dipanggil. Perubahan yang dilakukan Mark van Bommel dengan memasukkan Romelu Lukaku, Godts, Keita, Openda, dan Moreira di babak kedua tak mampu menahan gempuran Prancis pada 13 menit akhir.
Dengan hasil ini, klasemen sementara Grup A1 UEFA Nations League menempatkan Prancis di puncak dengan 10 poin, diikuti Italia dengan 7 poin yang naik ke posisi kedua setelah menang 3-1 atas Turki. Belgia turun ke peringkat ketiga dengan 6 poin usai dua kekalahan beruntun melawan Prancis, sementara Turki terpuruk di dasar klasemen dengan 0 poin dan hampir dipastikan terdegradasi.
Kemenangan dramatis ini mengokohkan posisi Prancis dengan 10 poin, sekaligus mencatatkan kemenangan kandang kompetitif pertama bagi Zinedine Zidane bersama Timnas Prancis. Les Bleus kini hanya membutuhkan satu poin lagi dari dua laga tersisa untuk mengamankan tiket ke babak perempat final. Selanjutnya, Prancis akan menghadapi Italia pada 12 November, diikuti laga melawan Turki pada 15 November. Dengan performa impresif dan kedalaman skuad yang dimiliki, Prancis berpeluang besar menjaga momentum positif mereka sekaligus menegaskan status sebagai salah satu tim favorit di turnamen ini.
