Swedia berhasil mengamankan kemenangan tipis 0-1 atas Rumania dalam laga lanjutan UEFA Nations League B Grup 4 di Stadion Nasional, Bukares. Gol tunggal Viktor Gyökeres pada menit ke-13 menjadi penentu hasil pertandingan sekaligus membawa Swedia memuncaki klasemen grup dengan koleksi 10 poin dari empat pertandingan yang telah dilakoni. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim asuhan Graham Potter untuk menjaga asa promosi ke League A.
Gol Cepat Gyökeres dan Catatan Bersejarah Swedia
Gol penentu tercipta pada menit ke-13 melalui proses yang cukup dramatis. Berawal dari tembakan Sebastian Nanasi yang membentur tiang gawang Rumania, bola pantulan langsung disambut Viktor Gyökeres dengan tap-in mudah dari jarak enam yard. Bagi Gyökeres, ini merupakan gol ke-25 di level internasional dan gol keempatnya dalam empat laga internasional terbaru, sebuah catatan yang menegaskan ketajamannya sebagai ujung tombak utama Swedia.
Lebih dari sekadar tiga poin, gol tersebut mencatatkan rekor fantastis bagi penyerang berusia 28 tahun itu. Ia menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di tujuh laga Nations League secara beruntun sejak kompetisi ini dimulai pada tahun 2018. Pencapaian ini menggarisbawahi konsistensi Gyökeres di kompetisi antarnegara Eropa, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu penyerang paling produktif di kawasan tersebut.
Kemenangan ini juga menandai catatan bersejarah bagi Swedia, yang akhirnya berhasil meraih clean sheet pertama mereka dalam 487 hari terakhir setelah 18 pertandingan berturut-turut selalu kebobolan. Hasil ini memperkokoh posisi Swedia di jalur promosi ke League A, sementara Rumania terbenam di dasar klasemen tanpa poin sama sekali. Sepanjang babak pertama, Rumania sebenarnya melancarkan 13 tembakan, namun tak satu pun mengarah ke gawang. Sementara Swedia dengan 12 tembakan berhasil mencatatkan dua tembakan tepat sasaran, menunjukkan efisiensi mereka dalam memanfaatkan peluang. Kiper Rumania, Otto Hindrich, sempat menepis dribble berbahaya dari Nanasi untuk mencegah gol tambahan.
Rumania Mandul, Swedia Akhiri Puasa Clean Sheet
Memasuki babak kedua, Rumania mencoba bangkit, terutama setelah kekalahan telak 0-6 dari Polandia di laga sebelumnya. Mereka mendominasi penguasaan bola dengan 52 persen berbanding 48 persen milik Swedia. Namun, performa cemerlang kiper Swedia, Viktor Johansson, menjadi tembok penghalang yang sulit ditembus. Johansson melakukan penyelamatan krusial dari tembakan jarak jauh Nicolae Stanciu pada menit ke-69 dan Florin Tanase dari jarak 12 yard, memastikan gawangnya tetap perawan hingga peluit akhir dibunyikan.
Pelatih Rumania, Edward Iordanescu, melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Ianis Hagi, Cicâldău, Mihăilă, dan Cirjan, namun tak ada yang mampu mengubah keadaan. Kartu kuning juga sempat mewarnai jalannya laga, dengan Nicușor Bancu dan Răzvan Marin dari Rumania, serta Felix Beijmo dari Swedia diganjar kartu oleh wasit. Kemenangan ini terasa lebih manis bagi Swedia berkat keberhasilan mereka menjaga gawang tetap perawan, sebuah catatan clean sheet yang sangat dinanti setelah 487 hari. Kapten Victor Lindelöf merayakan momen ini dengan emosional.
Pelatih Swedia, Graham Potter, yang melakukan rotasi karena cedera pemain, bahkan memberikan debut internasional kepada Felix Beijmo. Hugo Larsson dan Daniel Svensson juga tampil sebelum digantikan. Keputusan Potter untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda menunjukkan kedalaman skuad Swedia yang semakin matang menjelang laga-laga krusial di bulan November mendatang.
Klasemen Terbaru Grup B4 dan Laga Penentu
Dengan hasil ini, Swedia kini memimpin Grup B4 dengan 10 poin dari empat pertandingan, mencatatkan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Posisi kedua ditempati Bosnia & Herzegovina dengan 8 poin setelah menang 1-0 atas Polandia di laga lain. Polandia turun ke peringkat ketiga dengan 4 poin, sementara Rumania menjadi juru kunci tanpa poin setelah empat kekalahan beruntun dan kebobolan 10 gol. Rumania belum pernah meraih kemenangan melawan Swedia dalam dua pertemuan di Nations League 26/27, termasuk kekalahan 2-1 di leg pertama pada 26 September 2026.
Data statistik menunjukkan Rumania sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun, Swedia lebih unggul dalam efisiensi dengan nilai xG (expected goals) 1.45 dibandingkan 0.71 milik Rumania. Penyelamatan kiper Swedia juga lebih banyak, yaitu 4 berbanding 1. Gyökeres sendiri menunjukkan akurasi operan 94 persen di leg pertama melawan Rumania dan memenangkan 5 duel, menjadikannya pencetak gol terbanyak di grup ini. Angka-angka ini menggambarkan bahwa kemenangan Swedia bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari efektivitas dan disiplin taktik yang diterapkan Potter.
Laga selanjutnya di bulan November akan menjadi penentu promosi bagi Swedia. Mereka akan menghadapi Bosnia pada 12 November. Jika Swedia mampu meraih kemenangan, promosi ke League A akan berada dalam genggaman mereka. Di tanggal yang sama, Polandia akan bertemu Rumania dalam laga yang tak lagi menentukan bagi kedua tim, namun tetap penting untuk menjaga gengsi dan peringkat. Bagi Swedia, konsistensi dan ketajaman Gyökeres akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ambisi promosi ke kasta tertinggi Nations League.
