Harry Kane dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2026 dalam malam penganugerahan yang digelar di London Palladium Theatre, London, Selasa (27/10/2026). Penyerang berkebangsaan Inggris itu mengungguli Lamine Yamal dan Kylian Mbappe dalam penghargaan untuk musim 2025/26, sebagaimana dilaporkan Forbes Business. Sementara itu, gelar pemain terbaik kategori putri jatuh kepada Alexia Putellas.
Persaingan Kane, Yamal, dan Mbappe
Nama Kane, Yamal, dan Mbappe sudah menjadi perbincangan hangat jauh sebelum acara puncak digelar. Ketiganya disebut sebagai kandidat terkuat yang mendominasi bursa perdebatan penggemar maupun pengamat sepak bola sepanjang musim 2025/26. SINDOnews melaporkan bahwa situs resmi Ballon d’Or sempat menerbitkan artikel profil kandidat yang tampak seperti pengumuman kemenangan sebelum acara berlangsung. Panitia kemudian memberikan penjelasan bahwa materi tersebut memang disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan setiap kandidat keluar sebagai pemenang, tetapi terunggah lebih awal dan tidak menggambarkan urutan tiga besar secara final.
Meski sempat menimbulkan spekulasi, Forbes Business menyebut Kane finis di depan Yamal dan Mbappe. Keterangan CNN Indonesia Sport juga menempatkan dua pemain tersebut sebagai nama yang harus dikalahkan Kane pada edisi kali ini. Dengan demikian, sejumlah sumber pembanding sejalan mengenai sosok pemenang utama beserta dua pesaing terdekatnya. Namun, laporan yang tersedia tidak memuat rincian pemungutan suara, bobot penilaian, maupun selisih perolehan antara para kandidat, sehingga besarnya jarak kompetisi antar ketiganya belum dapat diketahui secara pasti.
Kemenangan ini menambahkan nama Kane ke dalam daftar pemain Inggris yang pernah meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut. CNN Indonesia Sport mengaitkannya dengan Michael Owen, yang memenangkan Ballon d’Or pada 2001. Bagi sepak bola Inggris, pencapaian semacam ini selalu menjadi penanda penting, karena penghargaan tersebut umumnya didominasi pemain-pemain yang berkarier di liga-liga Eropa kontinental atau mereka yang meraih trofi bergengsi bersama klub maupun tim nasional. Posisi Kane sebagai penyerang murni juga menegaskan bahwa kontribusi gol dan konsistensi performa sepanjang musim masih menjadi pertimbangan utama dalam penilaian.
Putellas, Yamal, dan Deretan Penghargaan Lain
Pada kategori putri, Alexia Putellas dinobatkan sebagai pemain terbaik. CNN Indonesia Sport menyebut gelar 2026 itu menjadi kemenangan ketiganya setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2021 dan 2022. SINDOnews mengidentifikasinya sebagai pemain Barcelona Femeni, klub yang pada malam yang sama juga menerima penghargaan Klub Putri Terbaik. Konsistensi Barcelona Femeni dalam beberapa tahun terakhir membuat klub asal Katalonia itu kerap menjadi representasi kekuatan sepak bola putri Eropa, baik dari sisi prestasi domestik maupun kompetisi antarklub benua.
Lamine Yamal mendapat penghargaan Pemain Muda Terbaik Pria. Menurut CNN Indonesia Sport, gelar tersebut menjadi yang ketiga secara beruntun baginya setelah kemenangan pada 2024 dan 2025. Catatan itu menunjukkan bahwa meski belum berhasil merebut trofi utama, Yamal tetap diakui sebagai salah satu talenta paling menonjol di generasinya. Di posisi penjaga gawang, Unai Simon menerima penghargaan kiper putra terbaik yang dikenal sebagai Lev Yashin Trophy, sementara penghargaan klub putra terbaik jatuh kepada Paris Saint-Germain. Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa malam penganugerahan tidak hanya berpusat pada pemenang utama, tetapi juga memberi pengakuan bagi pemain muda, penjaga gawang, serta tim putra dan putri.
London sebagai Tuan Rumah dan Sorotan Musim Berikutnya
Seremoni edisi ke-70 ini juga menandai perubahan tempat yang cukup berarti. SINDOnews menyebutnya sebagai kali pertama penghargaan digelar di London, sementara CNN Indonesia Sport melaporkan acaranya berlangsung di London Palladium Theatre. Selama puluhan tahun, ajang ini identik dengan Paris sebagai kota tuan rumah tetap. Perpindahan lokasi ke London memberi nuansa baru bagi ajang tersebut, sekaligus memperlihatkan upaya penyelenggara memperluas jangkauan dan gaung penghargaan ke pusat-pusat sepak bola lain di Eropa.
Bagi penggemar sepak bola, hasil ini memberi gambaran siapa yang memperoleh pengakuan tertinggi atas performa sepanjang musim 2025/26, sekaligus mempertemukan nama-nama yang menjadi pusat persaingan di panggung penghargaan individu. Namun, catatan dari sumber yang tersedia belum menjelaskan secara rinci statistik pertandingan maupun indikator yang menjadi dasar penilaian, sehingga kemenangan Kane belum dapat dibaca sebagai gambaran lengkap perjalanan musimnya. Kini perhatian beralih ke langkah para pemenang bersama klub dan tim nasional masing-masing setelah malam penghargaan berakhir, termasuk bagaimana mereka mempertahankan performa ketika ekspektasi publik semakin tinggi.
