Juventus meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Celta Vigo pada matchday kedua fase liga Liga Europa di Estadio Abanca-Balaídos, Jumat (16/10/2026) dini hari WIB. Laga yang sempat mengarah ke hasil imbang itu berubah dalam detik-detik terakhir, ketika Randal Kolo Muani mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+2.
Celta Vigo Lebih Dulu Mengancam
Tuan rumah membuka ancaman sejak menit-menit awal. Sundulan Williot Swedberg pada menit keenam sudah mengarah ke gawang, tetapi kiper Guglielmo Vicario masih mampu mengamankan bola. Tekanan Celta akhirnya berbuah pada menit ke-18 melalui Hugo Álvarez, yang menuntaskan rangkaian serangan dari jarak dekat sehingga Juventus harus tertinggal lebih dulu.
Juventus kesulitan menemukan tempo pada babak pertama. Teun Koopmeiners sempat mendapatkan peluang lewat sundulan, namun upayanya melenceng dari sasaran. Pelatih Luciano Spalletti mengakui timnya lambat mengalirkan bola dan memberi Celta cukup waktu untuk kembali merapikan barisan pertahanan setiap kali kehilangan penguasaan. Kondisi itu membuat Bianconeri tampil tanpa alur serangan yang utuh, sementara Celta cukup nyaman menunggu dan menyerang lewat peralihan cepat.
Perubahan yang dilakukan selepas jeda membawa hasil. Juventus menyamakan skor pada menit ke-58 setelah Marcos Alonso kehilangan bola di area berbahaya. Nick Woltemade memanfaatkan kesalahan itu dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Gol tersebut mengubah dorongan pertandingan. Juventus terus menekan, meski sejumlah upaya mereka datang dari luar kotak penalti, sehingga penjaga gawang Celta masih memiliki kesempatan membaca arah bola. Statistik pertandingan mencatat Bianconeri memiliki 53 persen penguasaan bola dan enam tembakan tepat sasaran, sementara Celta mencatat dua.
Instruksi Kilat Spalletti di Pinggir Lapangan
Kolo Muani masuk sebagai pemain pengganti dan awalnya lebih banyak bergerak melebar. Spalletti kemudian mengubah posisinya, sementara Woltemade diarahkan ke sisi lapangan. Penyesuaian itu menempatkan Kolo Muani di tengah saat Andrea Cambiaso mengirimkan umpan silang ke ruang di sisi jauh gawang, yang langsung disambut dengan sundulan.
Menurut laporan Yahoo Sports, gol tersebut tercipta sekitar 20 detik setelah Spalletti memberi instruksi kepada Woltemade untuk bergerak melebar dan Kolo Muani mengisi posisi sentral. Perubahan cepat itu menjadi momen penentu dalam laga yang sebelumnya berjalan tidak rapi bagi Juventus. Detail kecil semacam ini menunjukkan bagaimana keputusan dari pinggir lapangan bisa menentukan hasil akhir pertandingan yang berjalan ketat, terutama ketika kedua tim sudah sama-sama kelelahan pada menit-menit akhir.
Enam Poin dari Dua Pertandingan
Kemenangan ini membawa Juventus mengoleksi enam poin dari dua pertandingan fase liga. Celta masih tanpa poin setelah dua laga. Juventus sebelumnya membuka kampanye dengan kemenangan 5-0 atas NEC Nijmegen, sedangkan Celta kalah 0-1 dari Omonia Nicosia pada laga pembuka. Dalam format fase liga yang memakai satu tabel tunggal, setiap tambahan poin sangat berarti karena menentukan posisi akhir dan peluang melaju ke babak berikutnya, sehingga kemenangan di markas lawan menjadi modal berharga.
Spalletti mengakui permainan timnya belum sesuai harapan, terutama sebelum turun minum. Namun, ia menilai keberanian mengambil risiko ikut menentukan hasil akhir. “Kami mencoba memenangi pertandingan dan saya menyukai itu dari para pemain,” kata Spalletti usai laga.
Bagi Juventus, hasil ini menegaskan kemampuan tim untuk bangkit setelah tertinggal, meski konsistensi performa masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih berat. Bagi Celta, kekalahan di menit-menit akhir menjadi pukulan psikologis tersendiri, karena mereka sudah tampil disiplin hampir sepanjang pertandingan. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian bagi keduanya: Juventus dituntut menjaga momentum, sementara Celta wajib segera meraih poin agar tidak tertinggal jauh di klasemen.
Sumber: sport.detik.com
