JAKARTA — Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan amunisi baru dari gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, yang mengaku mulai mempertimbangkan opsi naturalisasi. Pemain asal Brasil tersebut mengungkapkan ketertarikannya itu dalam wawancara dengan media Brasil, Flashscore, melalui program Brasileiros no Mundo. Meski begitu, Calonego menegaskan belum ada keputusan dalam waktu dekat dan naturalisasi bukan prioritas utamanya saat ini.
Naturalisasi Fabio Calonego Masih Butuh Waktu Panjang
Dalam wawancara tersebut, Calonego memperkirakan dirinya masih memerlukan waktu sekitar empat tahun untuk menetap dan berkarier di Indonesia agar dapat memenuhi persyaratan naturalisasi melalui jalur masa tinggal. Ketertarikan ini muncul setelah ia merasa nyaman tinggal dan bermain di Indonesia, khususnya bersama Persija Jakarta. Ia bahkan menyebut adanya usulan dari orang-orang di sekitarnya agar dirinya memperoleh kewarganegaraan Indonesia, menyusul sambutan positif yang ia terima selama memperkuat klub ibu kota tersebut.
“Tergantung situasinya, soal sepak bola saat ini bahkan orang-orang di sini punya usulan untuk memberikan kewarganegaraan kepada saya,” ujar Fabio dalam wawancara tersebut. Meski kemungkinan membela skuad Garuda sudah masuk dalam pikirannya, pemain yang bergabung dengan Persija pada musim 2025/2026 itu belum ingin mengambil keputusan secara terburu-buru. Ia menegaskan bahwa jalan menuju status pemain yang bisa memperkuat Timnas Indonesia masih bergantung pada masa tinggal serta kelanjutan kariernya di liga Indonesia.
Calonego menjelaskan bahwa ia perlu bermain di Indonesia selama kurang lebih empat tahun lagi tanpa berkarier di negara lain. “Seperti yang kita bicarakan tadi, mereka sangat menyukaiku di sini, jadi aku harus bermain empat tahun lagi di liga ini tanpa bermain di negara lain,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses naturalisasi, jika benar-benar dijalani, akan berlangsung dalam jangka waktu yang relatif panjang dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Persaingan di Timnas Brasil Jadi Bahan Pertimbangan
Selain soal masa tinggal, Calonego juga menilai bahwa peluangnya menembus Timnas Brasil sangatlah sulit. Ia menyadari jarak kariernya dari level tertinggi sepak bola Brasil menjadi salah satu pertimbangan ketika memikirkan masa depan internasionalnya. Brasil sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan stok pemain berkualitas melimpah, sehingga persaingan untuk masuk ke skuad Selecao sangat ketat dan hanya diisi oleh pemain yang berlaga di klub-klub top Eropa maupun liga domestik kelas atas.
“Tinggal di Indonesia, jaraknya masih jauh buat bisa masuk tim nasional Brasil,” ujarnya. Pernyataan tersebut memberi gambaran soal pertimbangannya, tetapi bukan berarti ia telah memilih Indonesia sebagai tujuan pasti. Calonego mengatakan bahwa ia menjalani karier tahun demi tahun dan tidak menjadikan naturalisasi sebagai prioritas utama dalam hidupnya. “Bukan berarti itu prioritas utama bagiku, tapi aku menjalani hidup tahun demi tahun,” kata Calonego.
Sikap hati-hati Calonego mencerminkan bahwa keputusan mengenai naturalisasi bukanlah hal yang sederhana. Faktor usia, kenyamanan bermain, peluang karier, hingga ambisi pribadi menjadi pertimbangan yang saling berkaitan. Ia juga membuka kemungkinan membela Timnas Indonesia saat usianya menginjak 32 tahun, tanpa menyebut keputusan final ataupun waktu pasti kapan proses naturalisasi akan dimulai.
Persija dan Masa Depan Timnas Indonesia
Bagi Timnas Indonesia, peluang Calonego masih berada pada tahap pertimbangan pribadi sang pemain. Belum ada keterangan dalam bahan wawancara mengenai proses resmi atau kepastian perubahan kewarganegaraan. Karena itu, kemungkinan tersebut perlu dibaca sebagai rencana jangka panjang, bukan tambahan pemain yang sudah dipastikan tersedia untuk skuad Garuda dalam waktu dekat. Perjalanan Calonego bersama Persija pun menjadi faktor utama yang menentukan arah perkembangan situasi ini.
Ia perlu melanjutkan karier di Indonesia dan memenuhi persyaratan masa tinggal yang ia sebutkan sebelum peluang memperkuat tim nasional dapat berkembang lebih jauh. “Kalau begitu, aku bisa mendapatkan kewarganegaraan itu dan aku sudah memikirkannya,” ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan keterbukaan, meski tetap disertai kehati-hatian dalam mengambil keputusan besar yang menyangkut masa depan karier dan kehidupannya.
Situasi ini juga menarik untuk dicermati dalam konteks kebijakan naturalisasi yang tengah menjadi sorotan di sepak bola Indonesia. Beberapa tahun terakhir, PSSI memang gencar mendatangkan pemain keturunan maupun asing yang memenuhi syarat untuk memperkuat Timnas Indonesia, dengan harapan dapat meningkatkan daya saing di level Asia maupun internasional. Kehadiran pemain seperti Calonego, apabila terealisasi, bisa menjadi bagian dari strategi jangka panjang tersebut, terutama untuk memperkuat lini tengah yang menjadi salah satu sektor penting dalam skema permainan tim.
Namun, jalur masa tinggal yang harus dilalui Calonego berbeda dari pemain keturunan Indonesia yang biasanya lebih cepat diproses karena memiliki ikatan darah. Hal ini menjadikan prosesnya lebih panjang dan penuh ketidakpastian, tergantung pada performa, kontrak, serta kesepakatan antara pemain, klub, dan pihak-pihak terkait. Untuk saat ini, Calonego memilih menjalani kariernya selangkah demi selangkah, dan kelanjutan kiprahnya di Persija akan menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam perkembangan peluangnya memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
