Egy Maulana Vikri, penyerang sayap Dewa United yang kini berusia 25 tahun, kembali mencuri perhatian publik sepak bola nasional setelah kontribusinya yang krusial bagi Timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Umpan lambungnya pada menit ke-96 laga melawan Bangladesh, 1 Oktober 2026, berujung pada gol penentu kemenangan yang mengantar Skuad Garuda melaju ke final turnamen.
Momen Krusial di FIFA ASEAN Cup 2026
Aksi playmaker bernomor punggung 10 di klubnya itu datang tepat di saat genting. Egy sebelumnya sempat dicadangkan dan tidak mendapatkan menit bermain dalam dua laga awal turnamen, karena pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, lebih mengutamakan pemain-pemain yang berkarier di Eropa. Kondisi tersebut membuat posisi Egy di skuad sempat dipertanyakan sejumlah pengamat, mengingat turnamen berlangsung di hadapan pendukung sendiri.
Namun, momen penentuan akhirnya tiba ketika Indonesia wajib menang besar atas Bangladesh untuk merebut puncak klasemen Grup A dari Malaysia. Egy baru dimasukkan sebagai pemain pengganti pada menit ke-79. Hanya berselang 17 menit di lapangan, ia menerima bola dari Luke Vickery dan tanpa ragu melepas umpan lambung first touch yang membebaskan Ole Romeny. Romeny kemudian memberikan assist kepada Mitchell Baker, yang mencetak gol penentu kemenangan. Assist tersebut mengubah nasib Timnas Indonesia dari terancam gagal menjadi kandidat kuat juara, sebagaimana dilaporkan Bolasport.com pada 3 Oktober 2026.
Keputusan Herdman memasukkan Egy terbukti menjadi salah satu momen terbaik turnamen. Sebagai pemain yang lama berkarier di Eropa dan kini menjadi pilar Dewa United, Egy menghadirkan kualitas teknik, ketenangan, dan visi permainan yang dibutuhkan dalam situasi tekanan tinggi. Kemampuannya membaca ruang kosong menjadi pembeda di detik-detik akhir pertandingan yang sangat menentukan.
Profil Singkat Egy Maulana Vikri
- Nama lengkap: Egy Maulana Vikri
- Tanggal lahir: 7 Juli 2000 (25 tahun)
- Tempat lahir: Medan, Sumatera Utara
- Tinggi: 170 cm
- Posisi: Penyerang sayap, gelandang serang, dengan kaki kiri dominan
- Klub saat ini: Dewa United Banten
- Nomor punggung: 10 (playmaker)
Nama Egy pertama kali menasional pada 2017, ketika The Guardian menobatkannya sebagai salah satu dari 60 pemain muda paling berbakat di dunia yang lahir pada tahun 2000. Ia disejajarkan dengan nama-nama besar seperti Jadon Sancho dan Phil Foden, sebuah pengakuan yang menempatkan harapan besar di pundaknya sejak usia belia.
Perjalanan Karier dari Eropa ke Dewa United
Perjalanan profesionalnya dimulai di Eropa bersama Lechia Gdansk di Polandia pada periode 2018-2021. Meski produktif di tim Lechia II dengan 18 gol dari 24 penampilan, ia kesulitan menembus tim utama dan hanya tampil 10 kali tanpa mencetak gol. Ia kemudian melanjutkan petualangan di Slovakia bersama FK Senica (2021-2022) dengan catatan 2 gol dari 20 penampilan, lalu memperkuat ViOn Zlate Moravce (2022-2023) dalam 6 penampilan tanpa gol.
Kebangkitan performanya terjadi setelah bergabung dengan Dewa United Banten pada 2023. Hingga 25 April 2026, ia telah mencatatkan 94 penampilan dengan 21 gol, menjadikannya salah satu top skor lokal di klub tersebut. Pada musim Super League 2025/26, Egy bermain selama 984 menit, mengoleksi 2 kartu kuning, dan menyumbang satu assist saat melawan Manila Digger pada 12 Maret 2026. Bersama Ivar Jenner, ia kini menjadi pilar penting lini serang Dewa United.
Catatan Statistik Bersama Timnas Indonesia
Rekam jejak Egy di Timnas Indonesia terbilang panjang dan konsisten sejak level usia muda. Berikut rinciannya:
- Indonesia U-16: 6 penampilan, 4 gol (2014-2015)
- Indonesia U-19: 16 penampilan, 14 gol (2017-2018), menjadi mesin gol di AFF U-19
- Indonesia U-23: 22 penampilan, 8 gol (2017-2023), runner-up SEA Games Filipina 2019 dan Hanoi 2021
- Indonesia senior: 33 penampilan, 9 gol (data per 5 September 2025)
Berbagai prestasi juga telah diraihnya bersama Timnas, termasuk gelar juara Piala Perbara FIFA Indonesia 2026 serta posisi runner-up AFF 2020 di Singapura. Catatan tersebut menegaskan bahwa Egy bukan sekadar pemain berbakat, melainkan figur yang sudah teruji di berbagai level kompetisi internasional.
Gaya Bermain dan Fakta Menarik
Egy dikenal lewat kaki kirinya yang lincah, dribel pendek yang cepat, visi umpan terobosan yang akurat, serta kemampuan mengeksekusi bola mati. Ia sangat efektif berperan sebagai inverted winger kanan yang memotong ke dalam, dan sering menjadi kreator utama serangan Dewa United. Selain itu, ia pernah bermain satu klub dengan Witan Sulaeman di Lechia Gdansk dan FK Senica, sebuah kebetulan yang membuat keduanya kerap dibandingkan.
Di luar lapangan, Egy menikah dengan Adiba Khanza pada 2023 dan kini menjadi idola bagi keluarga muda Indonesia. Meskipun menit bermainnya sempat menurun di Super League 2025/26, pengalaman internasionalnya menjadi alasan kuat bagi Herdman untuk tetap memanggilnya ke Timnas. Kombinasi antara teknik, pengalaman, dan ketenangan di momen krusial membuat Egy tetap menjadi aset berharga bagi Skuad Garuda.
Ke depan, kontribusi Egy di FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menjadi titik balik kariernya. Jika mampu menjaga konsistensi di level klub dan memperbesar porsi menit bermain, peluangnya untuk terus menjadi bagian inti Timnas Indonesia masih sangat terbuka. Bagi publik sepak bola tanah air, momen 17 menit di laga melawan Bangladesh akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa pemain cadangan pun bisa menentukan arah sebuah turnamen.
