Harry Kane kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pesepakbola paling produktif generasinya setelah menorehkan dua rekor sekaligus dalam pertandingan Inggris melawan Republik Ceko di Stadion Wembley pada Rabu (7/10/2026). Kapten tim nasional Inggris itu menyamai catatan 125 penampilan milik Peter Shilton dan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0, sebuah capaian yang disebut turut memperkuat peluangnya dalam persaingan meraih Ballon d’Or. Namun, peluang meraih trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu tetap bergantung pada penilaian para pemilih serta ketatnya persaingan dengan pemain-pemain lain pada periode penilaian yang telah ditetapkan.
Dua rekor yang mengukuhkan status Kane
Gol pertama Kane dalam pertandingan tersebut tercipta pada menit ke-40. Ia menyambut umpan Morgan Rogers dengan sepakan first time setelah Rogers menerima bola dari umpan lambung Elliot Anderson. Selain mencetak gol, Kane juga berperan dalam terciptanya gol pembuka Inggris yang berasal dari bunuh diri Vladimir Coufal, setelah dirinya mengirim umpan dari sisi sayap kanan. Dua gol yang dicetaknya membuat koleksi gol Kane bagi tim nasional Inggris kini mencapai 91 gol, jumlah yang menempatkannya semakin kokoh di puncak daftar pencetak gol sepanjang masa negeri itu. Wayne Rooney, yang selama ini menjadi nama besar dalam sejarah The Three Lions, berada di urutan kedua dengan 53 gol, sebuah jarak yang menunjukkan betapa dominannya kontribusi Kane bagi lini serang Inggris dalam satu dekade terakhir.
Dari sisi jumlah penampilan, Kane kini telah mengoleksi 125 laga bersama tim nasional, jumlah yang sama dengan Shilton, kiper legendaris Inggris. Rekor Shilton sendiri bertahan cukup lama setelah ia menutup karier bersama tim nasional pada usia 41 tahun. Kane saat ini berusia 33 tahun, sehingga masih sangat berpeluang menambah jumlah penampilannya dan melampaui catatan sang legenda, meskipun berapa lama ia akan bertahan di tim Inggris belum dapat dipastikan. Suporter di Wembley menyambut pencapaian tersebut dengan sorakan dan nyanyian. Dalam artikel The Times berjudul “Harry Kane Hits Double on Record 125th Cap as England Beat Czech Republic”, kolumnis Jonathan Northcroft menggambarkan bagaimana nyanyian penonton menjawab panggilan penyiar stadion dengan meneriakkan nama Kane, sebuah pemandangan yang menegaskan betapa ia dicintai publik sepak bola Inggris.
Pujian juga datang dari rekan setimnya di tim nasional, Jude Bellingham. Kepada ITV, Bellingham menyebut Kane sebagai pemain Inggris terbaik yang pernah mengenakan seragam tim nasional. “Dia pemain Inggris terbaik yang pernah mengenakan seragam tim nasional, dan saya bangga bermain bersamanya. Dia benar-benar tak tertandingi,” ujar Bellingham. Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana sosok Kane tidak hanya dihargai karena angka-angka statistiknya, tetapi juga karena kepemimpinannya sebagai kapten serta pengaruhnya terhadap rekan-rekan setim, terutama bagi para pemain muda yang tumbuh di sekitarnya.
Catatan Bundesliga yang melampaui Dieter Mueller
Rekor Kane bersama Inggris bukan satu-satunya alasan namanya ramai dibicarakan. Pada 19 September, ia mencetak gol dalam kemenangan Bayern Muenchen 7-0 atas Union Berlin. Gol tersebut menjadi gol ke-100 Kane di Bundesliga, sementara ia kemudian menambah koleksinya menjadi 101. Yang membuatnya istimewa, Kane mencapai 100 gol hanya dalam 98 pertandingan, sebuah catatan yang melampaui rekor Dieter Mueller yang mencetak 100 gol Bundesliga dalam 129 laga. Seusai pertandingan, tim media Bayern memberinya kue berbentuk hati berwarna merah dengan pretzel mini di tengahnya, simbol penghormatan atas pencapaian yang disebut sangat jarang terjadi di kompetisi sepak bola Jerman tersebut.
“Terima kasih, sungguh bangga mencetak 100 gol. Saya akan menikmatinya pada saatnya nanti,” kata Kane usai pertandingan. Ia juga menegaskan bahwa catatan bersama Inggris tidak semata-mata soal angka. “Sejauh saya bisa membantu tim, saya tentu akan lakukan. Jelas saya sampaikan sejak kali pertama bermain untuk tim nasional bahwa merebut trofi bagi Inggris adalah kebanggaan terbesar bagi saya,” ujarnya. Bagi para penggemar, rangkaian rekor ini memberi alasan konkret untuk menilai Kane sebagai pemain yang produktif sekaligus berpengaruh bagi tim. Bahan sumber juga menyebutkan bahwa ia mencetak 73 gol untuk klub dan tim nasional dari 65 laga, angka yang berada di urutan kedua di antara pemain sepak bola era modern. Lionel Messi mencetak 82 gol dalam 69 pertandingan pada musim 2011-2012, menjadikan pencapaian Kane sebagai salah satu musim paling produktif yang pernah tercatat.
Peluang Ballon d’Or dan faktor penilaian
Kane disebut sebagai salah satu favorit dalam perburuan Ballon d’Or, tetapi ia menghadapi persaingan dari sejumlah pemain lain, termasuk bintang tim Spanyol yang membawa negaranya menjadi juara dunia 2026. Bahan sumber menyebutkan bahwa periode penilaian Ballon d’Or berlangsung dari 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026. Karena periode tersebut telah berakhir, capaian setelahnya tidak otomatis mengubah catatan performa yang dinilai, sehingga rekor-rekor terbaru Kane justru lebih menjadi penguat narasi publik ketimbang faktor penentu utama dalam pemungutan suara. Hal ini menunjukkan bahwa Ballon d’Or bukan semata soal siapa yang paling banyak mencetak gol, melainkan soal bagaimana performa dinilai secara menyeluruh dalam rentang waktu yang telah ditetapkan.
Menurut keterangan panitia France Football dalam bahan sumber, satu wartawan dari tiap negara yang berada di peringkat 100 besar FIFA menjadi pemilih dalam proses tersebut. Kriteria penilaian mencakup performa individual, performa kolektif, serta fair play. Editor France Football, Vincent Garcia, menyebut bahwa para responden akan “memilih dengan hati”. Itu membuat debat tentang Kane tak berhenti pada jumlah gol semata. Ia menggabungkan produktivitas, peran sebagai kapten, dan pencapaian bersama tim, sementara hasil kolektif serta penilaian pemilih tetap menjadi faktor yang menentukan hasil akhir. Kane sendiri menyebut trofi bersama Inggris sebagai kebanggaan terbesar, dan kesempatan berikutnya untuk memperkuat warisannya akan sangat bergantung pada kiprah tim nasional maupun Bayern dalam kompetisi yang mereka jalani sepanjang musim.
Dengan dua rekor yang baru saja tercipta, posisi Kane di panggung sepak bola dunia semakin sulit dibantah. Namun, perjalanan menuju Ballon d’Or masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama karena penilaian akhir berada di tangan para pemilih yang mempertimbangkan berbagai aspek di luar statistik. Apa yang bisa dipastikan adalah bahwa setiap gol dan setiap penampilan Kane kini menjadi bagian dari catatan sejarah, baik bagi Inggris maupun bagi Bundesliga, dan rekam jejak itulah yang akan terus diperhitungkan ketika dunia sepak bola menilai siapa yang layak disebut terbaik di masanya.
