Sesi practice Moto3 di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10/2026) siang WIB menghadirkan perubahan di menit-menit akhir. David Almansa menutup sesi sebagai pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 37,169 detik, sementara Veda Ega Pratama memperbaiki posisinya hingga finis di urutan ke-12.
Almansa Tak Terbendung di Sesi Siang
Pembalap Intact GP tersebut tampil dominan sepanjang sesi latihan bebas. Almansa sempat bertahan di posisi teratas dua menit menjelang sesi berakhir, dengan catatan waktu terbaik 1 menit 37,169 detik. Kecepatan yang ia tunjukkan pada sesi siang ini konsisten dengan performa pada sesi pagi, ketika ia juga mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 37,515 detik, menjadikannya sebagai acuan kecepatan bagi para pembalap lain di kelas Moto3.
Di belakang Almansa, Maximo Quiles dan Marco Bertele melengkapi tiga besar pada sesi practice kali ini. Sementara itu, posisi sepuluh besar turut diisi sejumlah nama seperti Alvaro Cape, Adrian Fernandez, Ryo Yamanaka, Brian Uriarte, Chris O’Gorman, Jesus Rios, dan Guido Pini. Persaingan di barisan depan menunjukkan bahwa tingkat kompetisi di Moto3 musim ini sangat ketat, dengan selisih waktu antarpembalap yang tipis dan berpotensi berubah pada sesi kualifikasi nanti.
Sesi practice sendiri sempat terganggu oleh insiden. Hakim Danish terjatuh di Tikungan 15 ketika sesi masih menyisakan 27 menit, sehingga bendera kuning dikibarkan sebagai tanda adanya bahaya di lintasan. Kejadian tersebut sempat mengganggu konsentrasi para pembalap yang sedang mengejar waktu terbaik, meski pada akhirnya sesi dapat dilanjutkan kembali hingga selesai.
Veda Ega Terus Menanjak
Bagi Veda Ega Pratama, hasil practice siang ini menjadi modal penting untuk menghadapi sesi kualifikasi. Pembalap Honda Team Asia berusia 17 tahun itu belum menemukan tempat yang nyaman pada awal sesi, namun ia terus mengejar waktu dan berhasil naik enam posisi menjelang practice berakhir. Perubahan itu membawanya ke urutan ke-12, lebih baik dari posisinya sempat berada di posisi ke-18 saat berupaya menembus kelompok Q2. Meski secara posisi akhir berbeda dibanding hasil latihan bebas pertama atau FP1, di mana ia berada di posisi ke-10, catatan waktu Veda menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Pada FP1, Veda membukukan waktu 1 menit 38,746 detik, terpaut 1,231 detik dari Almansa. Sementara pada sesi practice siang, ia hanya terpaut 0,871 detik dari pembalap tercepat tersebut. Pemangkasan selisih waktu ini menunjukkan adanya peningkatan konsistensi dan adaptasi Veda terhadap karakteristik Sirkuit Mandalika yang dikenal menantang dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat.
“Ya tadi berjalan bagus,” kata Veda kepada ANTARA setelah menjalani latihan bebas pertama. Pembalap muda Indonesia tersebut juga menyatakan optimistis dapat meningkatkan penampilannya pada sesi kualifikasi dan balapan mendatang. Pernyataan ini mencerminkan kepercayaan diri yang tumbuh pada diri Veda seiring dengan bertambahnya pengalaman di musim perdananya di Moto3.
Posisi ke-12 memang belum memastikan langkah Veda ke grup Q2, tetapi catatan tersebut memberi modal berharga untuk sesi berikutnya. Bagi pembalap yang menjalani musim perdana di Moto3 ini, putaran Mandalika menjadi kesempatan penting untuk meneruskan peningkatan yang terlihat dari FP1 ke practice. Veda kini berada lebih dekat ke persaingan perebutan tiket Q2 dibanding posisinya saat sesi berlangsung, sebuah kemajuan yang layak diapresiasi mengingat level kompetisi di kelas Moto3 yang sangat ketat.
Jadwal dan Prospek Selanjutnya
Jadwal Moto3 akan berlanjut pada Sabtu (10/10) dengan sesi free practice 2 dan kualifikasi. Veda akan membawa catatan selisih 0,871 detik dari Almansa ke sesi lanjutan tersebut. Selisih ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pembalap muda Indonesia itu untuk terus memperbaiki catatan waktunya dan mengamankan posisi yang lebih baik di grid start.
Persaingan di Moto3 Mandalika diperkirakan akan semakin ketat pada sesi kualifikasi. Para pembalap akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan setiap detik yang tersedia untuk mencatatkan waktu tercepat. Bagi Veda, konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk dapat bersaing di barisan depan. Dengan tren positif yang ditunjukkan dari FP1 hingga practice, harapan untuk melihatnya tampil lebih baik pada kualifikasi dan balapan tetap terbuka lebar.
Sirkuit Mandalika sendiri dikenal sebagai salah satu sirkuit yang menantang di kalender MotoGP dan Moto3. Karakteristik lintasan dengan 17 tikungan serta kondisi cuaca tropis yang bisa berubah cepat menjadi faktor yang harus diantisipasi setiap pembalap. Kemampuan membaca kondisi lintasan dan mengatur strategi menjadi bekal penting, terutama bagi pembalap muda seperti Veda yang masih meniti karier di pentas dunia.
