Al-Qadsiah menorehkan salah satu hasil paling meyakinkan dalam sejarahnya di Liga Roshn Saudi. Bertandang ke Stadion Klub Al-Hazem, Ar-Rass, pada Jumat, mereka menghancurkan Al-Khaleej dengan skor 5-0 pada pekan kedelapan, sebuah kemenangan besar yang jarang terjadi sepanjang kiprah klub di kompetisi elite Arab Saudi tersebut.
Tambahan tiga poin membuat koleksi Al-Qadsiah menjadi 19 poin dan menempatkan mereka di puncak klasemen sementara. Posisi itu belum aman: mereka hanya unggul satu poin atas Al-Hilal dan dua poin atas Al-Ittihad menjelang laga El Clasico antara kedua pesaing terdekat tersebut. Artinya, papan atas Liga Roshn Saudi kini berada dalam situasi yang sangat rapat, di mana satu hasil buruk bisa langsung mengubah peta persaingan.
Kemenangan Lima Gol yang Langka
Menurut jaringan statistik Opta, kemenangan atas Al-Khaleej menjadi kemenangan beruntun keempat Al-Qadsiah atas tim-tim asal wilayah Al-Qassim di kandang lawan. Catatan itu menyamai rentetan terpanjang klub dalam kategori tersebut, yang sebelumnya pernah terjadi antara 2021 dan 2025. Konsistensi semacam ini menunjukkan bahwa hasil di Ar-Rass bukan kebetulan semata, melainkan bagian dari pola performa yang terbangun dalam rangkaian pertandingan melawan tim-tim dari kawasan yang sama.
Namun, penanda sejarah yang jauh lebih besar terletak pada selisih golnya. Ini baru kali ketiga Al-Qadsiah menang dengan margin lima gol sepanjang kiprahnya di Liga Roshn Saudi, dan dua dari tiga kemenangan tersebut tercipta pada 2026. Kemenangan pertama pada periode itu datang pada Januari, ketika Al-Qadsiah mengalahkan Al-Feiha dengan skor 5-0. Sebelum dua hasil besar tersebut, klub tidak pernah menang dengan selisih lima gol di liga selama 15 tahun penuh. Catatan sebelumnya terjadi pada Oktober 2011, saat Al-Qadsiah membungkam Al-Fateh 6-1.
Rangkaian angka itu memberi konteks penting pada skor di Ar-Rass. Hasil atas Al-Khaleej bukan sekadar tambahan tiga poin dalam perburuan gelar, melainkan capaian yang menempatkan musim ini sebagai periode istimewa bagi rekor kemenangan besar Al-Qadsiah. Kemenangan beruntun di kandang tim-tim Al-Qassim juga memperlihatkan konsistensi mereka ketika bermain di laga tandang, aspek yang sering menjadi penentu dalam persaingan juara di liga yang panjang dan melelahkan.
Quinones Ikut Menorehkan Catatan
Julian Quinones turut mencatat tonggak pribadi dalam laga tersebut. Pemain asal Meksiko yang menjadi bintang Al-Qadsiah itu untuk pertama kalinya dalam kariernya di Liga Roshn Saudi menciptakan dua gol dalam satu pertandingan. Kontribusi itu menambah bobot kemenangan telak timnya dan menegaskan peran Quinones sebagai salah satu ujung tombak paling produktif di kompetisi ini.
Dua gol Quinones juga memperlihatkan bagaimana Al-Qadsiah musim ini tidak hanya mengandalkan kolektivitas, tetapi juga memiliki sosok yang mampu menyelesaikan peluang secara efisien. Kombinasi antara kedalaman skuad, kualitas individu, dan konsistensi hasil tandang menjadi modal berharga ketika kompetisi memasuki fase yang semakin menuntut.
Papan Atas Masih Terbuka Lebar
Meski kini memimpin klasemen sementara, posisi Al-Qadsiah belum final. Jarak poin dengan Al-Hilal dan Al-Ittihad masih tipis, dan laga El Clasico yang dinanti dapat mengubah persaingan di papan atas dalam sekejap. Dalam situasi seperti ini, setiap pertandingan berpotensi menjadi titik balik, terutama karena tim-tim besar biasanya tampil lebih solid pada paruh kedua musim.
Bagi Al-Qadsiah, hasil di Ar-Rass memberi modal nyata dalam perebutan posisi teratas sekaligus mempertegas capaian bersejarahnya musim ini. Laporan Opta menyebut kemenangan tersebut menyamai rekor rentetan tandang klub atas tim-tim Al-Qassim, sementara kemenangan lima golnya menjadi yang ketiga sepanjang kiprah mereka di Liga Roshn. Dua catatan itu menempatkan musim ini dalam posisi tersendiri dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Yang perlu dicermati selanjutnya adalah kemampuan Al-Qadsiah mempertahankan ritme. Kemenangan besar kerap memicu ekspektasi tinggi, tetapi jadwal padat dan tekanan dari para pesaing dapat menguji kedalaman skuad maupun ketenangan pelatih dalam mengambil keputusan. Jika konsistensi tandang dan ketajaman lini depan tetap terjaga, Al-Qadsiah berpeluang menjadikan musim ini sebagai salah satu babak paling penting dalam sejarah klub di kancah liga domestik Arab Saudi.
