Trauma Healing PNM untuk Korban Gempa Bumi NTT

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyalurkan bantuan sosial sekaligus pendampingan psikologis berupa kegiatan trauma healing bagi ratusan karyawan dan nasabah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Program bertajuk PNM Peduli tersebut berlangsung pada Selasa (22/9/2026) sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah berjuang bangkit pascabencana. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada dukungan materi, tetapi juga mencakup pemulihan kesehatan mental, dukungan permodalan, serta penguatan ekonomi warga di wilayah terdampak.

PNM Peduli Menjangkau Karyawan dan Nasabah Terdampak

Dalam pelaksanaannya, pendampingan psikologis diberikan kepada sekitar 250 karyawan dari unit kerja PNM yang berada di wilayah terdampak, meliputi Ruteng, Reok, dan Soa. Para peserta mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membantu mereka mengelola tekanan emosional setelah mengalami peristiwa gempa bumi. Kegiatan ini dinilai penting karena para karyawan tidak hanya berperan sebagai individu yang terdampak, tetapi juga sebagai ujung tombak perusahaan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan nasabah mikro di lapangan.

Melalui program PNM Peduli, perusahaan menempatkan pendampingan pascabencana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang menyeluruh. Pendekatan yang digunakan menggabungkan dukungan sosial, pemulihan ekonomi, dan perhatian pada kondisi kesehatan mental para korban. Dengan cara ini, PNM berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, tidak hanya memulihkan fisik serta bangunan, tetapi juga ketenangan jiwa masyarakat yang sempat terguncang.

Wilayah Nusa Tenggara Timur sendiri dikenal sebagai salah satu daerah rawan gempa di Indonesia karena posisinya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Kondisi geografis tersebut membuat masyarakat di kawasan ini relatif sering menghadapi situasi darurat, sehingga kesiapsiagaan dan kemampuan memulihkan diri menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, kehadiran program pendampingan semacam ini dinilai relevan dan tepat sasaran.

Teknik Trauma Healing yang Diajarkan kepada Peserta

Dalam sesi pelatihan, para peserta dibekali sejumlah teknik sederhana namun efektif untuk menenangkan diri saat muncul gejala stres pascatrauma. Salah satu materi yang diajarkan adalah teknik pengaturan napas, yaitu cara mengatur ritme pernapasan agar tubuh dan pikiran kembali rileks di tengah situasi yang menegangkan. Teknik ini umum digunakan dalam penanganan psikologis awal karena mudah dipraktikkan kapan saja dan tidak memerlukan peralatan khusus.

Selain itu, peserta juga dilatih melakukan fokus lingkungan, yakni kemampuan mengarahkan perhatian pada hal-hal nyata di sekitar untuk mengurangi rasa cemas dan kilasan memori menakutkan. Metode lain yang diperkenalkan adalah butterfly hug, sebuah teknik menenangkan diri dengan menyilangkan kedua tangan di dada dan menepuk bahu secara bergantian dengan lembut. Gerakan berulang tersebut dipercaya membantu menstabilkan emosi serta memberi rasa aman bagi seseorang yang tengah dilanda kecemasan.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan konsep pertolongan psikologis awal yang menekankan rasa aman, ketenangan, dan koneksi sosial. Tujuannya bukan menggantikan peran tenaga profesional, melainkan menjadi bekal awal agar para korban mampu mengelola gejolak emosi sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut bila diperlukan. Dengan demikian, para karyawan diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas dan mendampingi nasabah dengan kondisi yang lebih stabil.

Dukungan Permodalan dan Pemulihan Ekonomi

Selain aspek psikologis, PNM Peduli juga menyentuh sisi ekonomi masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup dukungan permodalan bagi nasabah yang usahanya terganggu akibat bencana. Langkah ini penting karena gempa bumi kerap merusak tempat usaha, persediaan dagang, hingga akses pasar, sehingga pelaku usaha mikro membutuhkan suntikan modal agar dapat kembali berproduksi dan memperoleh penghasilan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, PNM memiliki kedekatan khusus dengan nasabahnya, terutama kaum perempuan pelaku usaha yang tergabung dalam program pemberdayaan. Ketika bencana melanda, keberlanjutan usaha mereka turut menentukan nafkah keluarga. Karena itu, pemulihan ekonomi pascabencana tidak dapat dipisahkan dari pemulihan psikologis, sebab keduanya saling memengaruhi dalam menentukan kecepatan bangkitnya sebuah komunitas.

Kombinasi antara bantuan sosial, pendampingan mental, dan dukungan permodalan menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meninggalkan bekas pada kesehatan jiwa dan penghidupan warga. Dengan menangani ketiga aspek tersebut secara bersamaan, diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih manusiawi dan berdaya guna.

Ke depan, keberlanjutan program pendampingan seperti ini menjadi kunci. Pemulihan pascabencana adalah proses panjang yang tidak selesai dalam hitungan hari, sehingga pendampingan berkala, pemantauan kondisi korban, serta kemudahan akses pembiayaan perlu terus dijaga. Langkah PNM Peduli dapat menjadi contoh bagaimana sebuah perusahaan tidak hanya hadir secara ekonomi, tetapi juga menemani masyarakat dalam masa-masa tersulit, sekaligus memperkuat ketangguhan warga Nusa Tenggara Timur menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Penulis