KOMITE AKSI HAM SERUKAN TOLAK RKUHP


Komite aksi HAM menggelar aksi demonstrasi bertajuk tolak Revisi Kitab Hukum Undang-Undang Pidana (RKUHP) pada selasa, 16 agustus 2022. Aksi ini dimulai pada pukul 14.00 WITA dengan titik kumpul awal di flyover Jalan Urip Sumoharjo. Massa aksi langsung menggelar panggung orasi sebelum menuju kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Ukay, selaku humas aksi menilai proses perancangan RKUHP tidak transparan dan jauh dari asas-asas hukum pemerintahan yang baik. “kita sudah tahu kan, watak-watak rezim hari ini yang sudah terkooptasi oligarki, tidak transparan, dan tidak akuntabel. Misalnya (saja), tidak ada publikasi-publikasi terhadap masyarakat terkait dengan pembahasan-pembahasan di sidang DPR,” terangnya.

Lebih lanjut ia melihat adanya kemungkinan RUKHP ini sebagai produk pesanan. “Kita lihat saja kenapa pasal-pasal di RKHUP itu tidak ada soal delik-delik pemberantasan korupsi misalnya. Ya (dengan) ini sudah jelas RKUHP berpihak ke siapa,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menilai RKUHP sebagai wujud dari pembungkaman demokrasi. Menurutnya, pasal mengenai penghinaan presiden merupakan salah satu bentuk usaha oligarki untuk menggembosi kebebasan berekpresi dan berpendapat. “Pada pasal 28 di UUD, maupun di konvensi internasional tentang hak sipil pun, sudah jelas bahwa kebebasan berekspresi
(dan) berpendapat itu adalah hak yang harus diproteksi oleh negara,” jelasnya. Selanjutnya ia menganggap RKUHP sejatinya kontraproduktif dengan cita-cita demokrasi dan penegakan hak asasi manusia.

Aksi ini dihadiri oleh beberapa organisasi mahasiswa, Non-Governmental Organization (NGO), masyarakat sipil, serta serikat buruh. Sebelum membubarkan diri massa aksi membersihkan area unjuk rasa pada pukul 17.00 WITA. Nibe, salah satu massa aksi, berharap kedepannya seluruh elemen masyarakat dapat bergabung dan melebur untuk menolak RKUHP. “Kita merangkul siapa saja yang punya visi (dan) misi yang sama. Dalam artian selama menolak RKUHP, kita akan tetap membuka ruang untuk  bergabung,” ujarnya.


Penulis : Arthur
Editor : San Lee
Reporter : James

Previous Pulang Ke Palungmu
Next ISU KENAIKAN BBM PICU ANTREAN PANJANG DI SPBU PERINTIS

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *