Setahun Omnibus Law, Aliansi Mahasiswa Makassar Serukan Pencabutan


Setahun terhitung semenjak pengesahan Omnibus Law, pada 5 Oktober 2021 kemarin kembali ramai suara penolakan dan seruan pencabutan regulasi yang biasa diistilahkan sebagai Undang-Undang (UU) Sejagat. Seruan pencabutan ini disampaikan dengan pagelaran aksi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Makassar.

Puluhan massa aksi berjalan dari halaman parkir masjid 45 menuju arah fly over. Dalam selebaran yang dibagikan massa aksi, dijelaskan bahwa Omnibus Law Cipta Kerja tidak memiliki landasan hukum dalam pembuatannya, sehingga segala regulasi yang dimasukkan ke dalam UU Cipta Kerja ini dapat menciderai asas pembentukan peraturan. Tak hanya itu, pembentukan UU Cipta Kerja juga dinilai berdampak buruk dalam berbagai sektor.

Dalam sektor pendidikan, penghapusan kewajiban prinsip nirlaba dengan kemudahan investasi, Omnibus Law Cipta Kerja akan memantik persaingan antar institusi pendidikan. “Dihapuskannya kewajiban nirlaba itu, memungkinkan investor, para pelaku investasi usaha, secara tidak langsung memantik sesama institusi pendidikan untuk bersaing satu sama lain,” terang salah seorang massa aksi saat ditemui. Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut akan turut mengubah orientasi instansi pendidikan menjadi tidak lagi memikirkan mutu mahasiswa dan siswa.

Begitu juga dalam sektor agraria, dijelaskan bahwa akan sangat mudah terjadinya perampasan hak atas rakyat kecil akan tanahnya. Sementara dalam sektor lingkungan, perubahan kata didasarkan menjadi mempertimbangkan pada perubahan UU No. 41 tahun 1999 akan mengakselerasi kesewenang-wenangan korporasi dalam eksploitasi ruang hidup masyarakat dan semakin melemahkan perlindungan lingkungan. “Jadi disitu bisa dilihat, dimana pemerintah sudah tidak berpikir lagi bahwa ini lingkungan perlu dijaga,” pukasnya lebih lanjut.

Sedangkan pada sektor buruh, dijelaskan juga bahwa penghapusan pasal 91 UU Ketenagakerjaan akan berujung pada kurangnya kepatuhan pengusaha terhadap upah minimum, karena tidak ada lagi sanksi yang mengharuskan mereka melakukannya.

Aksi yang dilakukan di sekitaran Jalan Urip Sumiharjo dimulai sekitar pukul empat sore. Sekitar pukul lima, kawanan polisi menghampiri massa aksi. Massa aksi kemudian berpindah menuju depan kampus Universitas Negeri Makassar dan menyampaikan aspirasinya melalui orasi dan puisi. Hingga di pukul setengah delapan malam, aksi yang dilakukan kemudian berakhir.


Penulis : Ululu
Reporter : Dina
Editor : Hercules

Previous DJ XIV LPM Psikogenesis Resmi Dibuka
Next Selalu Ada Tempat Aman Bagi yang Punya Kuasa

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *